4 Fungsi Devisa Bagi Negara

Sponsors Link

Secara umum devisa adalah jenis barang tertentu yang digunakan sebagai alat pembayaran atau transaksi perdagangan dengan dunia internasional. Kalau hanya sebagai alat pembayaran kenapa tidak menggunakan uang rupiah saja? Secara kegunaan memang sama dengan mata uang rupiah, namun ketika kita bertransaksi dengan negara lain tentu mereka menolak jika alat pembayarannya menggunakan rupiah.

Seperti yang kita ketahui bahwa mata uang rupiah hanya berlaku dan diakui hanya di Indonesia saja, atau sederhananya sebagai alat tukar di dalam negeri saja. Sedangkan untuk transaksi luar negeri maka harus menggunakan barang yang memiliki nilai yang bisa digunakan dan diterima di negara tersebut. Contohnya ketika mengadakan ekspor impor maka traksaksi perdagangannya menggunakan devisa.

Devisa memiliki beberapa bentuk atau jenis, yaitu

  • Valuta asing
  • Emas
  • Surat-surat berharga
  • Wesel

(baca juga : instrumen investasi dan fungsi pasar valuta asing)

Macam-macam devisa antara lain,

  • Devisa Umum, diperoleh dari kegiatan ekspor
  • Devisa Kredit, merupakan pinjaman luar negeri
  • Devisa Negara, devisa yang dikelola pemerintah

Suatu negara jika ingin mempercepat pertumbuhan ekonominya harus melakukan pembangunan nasional yang berkelanjutan, apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia. Dana pembangunan nasional bisa diperoleh dari dana dalam negeri dan pemasukan yang didapat dari devisa. Membuka pasar ekspor impor merupakan cara untuk meningkatkan devisa negara.

(baca juga : peran pasar dalam perekonomian)

Fungsi Devisa Untuk Perkonomian Negara

1. Alat Pembayaran Hutang Luar Negeri

Dana pembangunan nasional bisa diperoleh dari pendapatan negara yang kemudian tertuang dalam APBN. Ditahun 2015 mencatat bahwa pendapatan negara lebih dari Rp 1.490 Triliun. Dana itu tentu akan dialokasikan ke semua sektor, seperti pendidikan, infrastruktur, keamanan nasional dll.

Mempercepat proses pembangunan nasional membutuhkan anggaran dana yang besar. Seperti yang dilakukan Indonesia saat ini, pembangunan terus menerus dilakukan tanpa henti. Hal ini guna mengejar target kemajuan dan kekuatan ekonomi. Lihatlah betapa banyaknya proyek Indonesia tahun ini saja, di sektor infrastruktur hampir ada 30 proyek, termasuk proyek tol laut, kereta api cepat, pelabuhan baru, dan energi. Untuk merealisasikan proyek ini hingga selesai, pasti membutuhkan dana yang besar.

(baca juga : jenis pajak daerah – pengertian kliring – fungsi asli uang)

2. Alat Transaksi Perdagangan Internasional

Kegiatan ekspor impor merupakan langkah untuk mewujudkan perekonomian yang stabil. Banyak alasan kenapa pemerintah melukakan kebijakan ekspor impor, salah satunya karena ada permintaan yang tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri atau kelangkaan bahan baku yang hanya ada di negara lain. Pembukaan pasar ekspor impor memiliki dampak yang sangat luas bagi sebuah negara dan kehidupan sosial penduduknya, tak hanya menyentuh sisi ekonomi saja namun berdampak pula pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang bisnis baru.

Sponsors Link

Faktor mudah dan tidaknya terjadi kegiatan ekspor impor atau perdagangan internasional dipengaruhi oleh adanya kerjasama ekonomi antar negara. Tidak semua negara bersedia membuka pasar ekspor impor dengan negara lain, hal ini terjadi karena banyak sebab, mulai dari isu keamanan negara, isu politik, perbedaan budaya, dan masalah kualitas dan standart produk. Selain hal tersebut ada faktor lain, yaitu faktor kemudahan transaksi dalam perdagangan tersebut. Tentu yang dimaksud disini adalah alat pembayarannya, apakah bisa diterima dan disetujui oleh kedua negara atau tidak.

(baca juga : tujuan kerjasama ekonomi antar negara dan manfaat kerjasama ekonomi antar negara)

Berkaitan dengan perdagangan internasional, fungsi devisa adalah mempermudah terjadinya transaksi perdagangan ekspor impor. Tidak hanya rupiah saja yang digunakan sebagai alat pembayaran, devisa juga memiliki kegunaan yang sama. Dengan fungsi tersebut menjadikan devisa sebagai mata uang yang kedua bagi negara yang berkaitan dengan pengadaan barang luar negeri.

3. Pembiayaan Kegiatan Kenegaraan ke Luar Negeri

Kita sering mendengar di media televisi maupun berita di internet, bahwa beberapa anggota pemerintah baik itu DPR, Presiden, Menteri, maupun duta besar memiliki banyak agenda untuk pergi ke luar negeri untuk melakukan kunjungan kenegaraan atau untuk membicarakan masalah kerjasama dan politik. Selain itu Indonesia juga memiliki banyak kantor kedutaan yang tersebar di beberapa negara yang memiliki kerjasama dengan Indonesia.

Kegiatan perjalanan dinas dan kenegaraan ke luar negeri, semua pembiayaan menggunakan devisa negara. Termasuk biaya penggunaan kantor kedutaan dan jaminan, semuanya dari devisa. Fungsi devisa sebagai pembiayaan kegiatan kenegaraan ke luar negeri didapat dari pemasukan biaya ekspor dan dari sektor lainnya.

4. Pembangunan Nasional

Satu syarat terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan fasilitas negara adalah dengan mempercepat pembangunan nasional. Bahkan pembangunan nasional ini seakan tidak pernah ada ujungnya, setiap tahun semakin banyak proyek pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial yang semua ditujukan untuk kemakmuran negara dan kestabilan perekonomian.

Pendapatan devisa difungsikan untuk mempercepat pembangunan nasional. Semakin banyak devisa yang masuk maka akan menjadi cadangan untuk pembangunan selanjutnya. Untuk menambah pemasukan devisa negara, dibutuhkan banyak cara agar menarik perhatian dunia luar ke negara kita salah satunya dengan pengenalan pariwisata. Pariwisata bisa menjadi magnet tersendiri untuk beberapa orang yang suka travelling untuk menjelajahi dunia baru yang berbeda, apalagi Indonesia punya potensi akan hal itu.

(baca juga : fungsi pajak dalam pembangunan)

Sponsors Link

Dengan melihat fungsi devisa diatas maka hal yang wajib bagi pemerintah untuk mendorong lagi sektor-sektor yang berpotensi memunculkan permintaan ekspor dan membuka atau melestarikan kekayaan alam untuk kepentingan pariwisata. Untuk mempercepat ekspor, kita bisa melihat potensi dari pertumbuhan industri UKM di Indonesia, dengan produk yang berkualitas dan unik, maka sudah saatnya untuk memperluas pasar ke dunia internasional, apalagi dengan adanya peran pemerintah yang membantu mengenalkan brand produk asli Indonesia untuk lebih dikenal dunia internasional. Dengan jumlah UKM yang mencapai puluhan ribu maka ini akan menjadi sektor yang berpotensi untuk menghasilkan pemasukan devisa negara.

Selain dari sektor ekspor dan pariwisata, negara masih berpeluang mendapatkan pemasukan sumber devisa dari banyaknya investor yang masuk ke Indonesia. Market di negara berkembang, termasuk di Indonesia akan menjadi lahan yang sangat menggiurkan untuk menanamkan modal. terlebih lagi secara demografi penduduknya sangat banyak yang mayoritas dari kalangan ekonomi menengah dan menengah keatas, maka tingkat konsumtifnya sangat tinggi dan memiliki tingkat kebutuhan yang beragam, mulai dari rumah hingga kebutuhan barang mewah. Hal ini bisa menjadi peluang besar untuk memperkenalkan sebuah solusi atau produk yang sesuai dengan kebutuhan kepada market di Indonesia.

(baca juga : kebutuhan dasar manusia)

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro