Sponsors Link

7 Manfaat Ekspor Impor Bagi Negara Yang Menguntungkan

Sponsors Link

Kestabilan perekonimaan suatu negara adalah karena dampak dari manfaat ekspor impor yang merupakan sebuah hasil aktualisasi kerjasama ekonomi antar negara. Secara umum kita mengetahui bahwa ekspor adalah kegiatan menjual produk baik barang atau jasa ke luar negeri, sedangkan impor adalah mendatangkan barang dari luar negeri. Tentu ada faktor penyebab kenapa terjadi kegiatan ekspor impor ini. Salah satunya adalah karena keterbatasan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan didalam negeri.

Indonesia mencatat ekspor impor lebih dari US$160 Milyar ditahun 2015, meski angka ini menurun jika dibanding tahun sebelumnya. Tentu kita mengetahui bahwa kegiatan ekspor impor adalah kegiatan penting untuk menyokong kondisi kestabilan perekonomian suatu negara. Banyak manfaat yang dirasakan dari kegiatan ekspor impor ini, tidak hanya negara saja yang diuntungkan namun lebih pada sisi kebutuhan manusia. Pemerataan teknologi adalah salah satu bentuk dari akibat adanya kegiatan ekspor impor.

Berikut ini manfaat ekspor impor yang menguntungkan negara dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi.

Manfaat Ekspor

1. Mengenalkan Brand Produk

Jika sesorang bertanya kepada Anda tentang apa yang paling terkenal dari negara Jepang maka maka secara spontan kita akan mengatakan otomotif-nya. Mendengar kata Korea maka langsung teringat smartphone-nya. Fenomena ini adalah salah satu indikasi keberhasilan menciptakan sebuah branding. Sederhananya seperti ini, jika Anda sering melihat, mendengar, apalagi menggunakan produknya secara langsung, maka akan sangat mudah bagi pikiran kita mengenali dan mengingat merk tersebut. Inilah cara kerja branding agar mudah diingat.

Lalu bagaimana jika orang asing mendengar kata Indonesia, apakah mereka menyebutkan nama brand yang spesifik atau hanya menyebutkan Bali? Kebanyakan hanya akan menjawab Bali, bahkan terkadang mereka tidak mengetahui jika Bali adalah bagian dari Indonesia. Aneh, inilah yang terjadi jika kita tidak mengenalkan brand atau merk produk kita ke luar negeri.

Peran ekspor akan mempermudah kita mengenalkan brand produk kita ke luar negeri. Ketika mereka membuka kerjasama ekonomi dengan negara lain, maka produk kita akan langsung bersaing dengan produk domestik dan jika produk kita memiliki keunikan dan kualitas yang lebih baik tentu brand kita akan menjadi pilihan utama dan menjadi icon yang menarik dari Indonesia. Yang lebih menarik lagi adalah ketika brand produk kita merupakan barang baru di negara tersebut dan belum ada pesaing, maka ini akan menempatkan kita sebagai satu-satunya market leader di negara tersebut.

2. Memperbesar Ekspansi Pasar

Selama bertahun-tahun Indonesia dan China telah memiliki ikatan kerjasama ekonomi, seperti di bidang teknologi, pembangunan infrastruktur, dan ekspor impor. Bicara ekspor impor, sekitar bulan maret kemarin Indonesia melakukan ekspor buah manggis ke China. Sebenarnya di tahun 2010 ekspor buah manggis juga sudah berlangsung namun di pertengahan tahun terjadi pemberhentian karena adanya isu standart dan sertifikasi. Diawal tahun ini pemerintah China kembali membuka pasar sebesar-besarnya untuk ekspor buah manggis, ini berita yang baik untuk Indonesia dan merupakan langkah awal memperbesar ekspansi pasar ke luar negeri yang sempat terganjal.

(baca juga : peran pasar dalam perekonomian)

Seperti yang telah terjadi di pasar China sendiri, bahwa tingkat kegemaran penduduk mereka terhadap buah tropis sangat tinggi meski dengan harga yang relatif mahal, contohnya pisang, nanas, dan manggis. Dengan dibukanya pasar ekspor ini, siapa yang menduga jika kita bisa membuka dan memperluas pasar di negara lain, apalagi dengan tingkat kegemaran mereka terhadap buah tropis.

Bagi negara, ini akan menjadi lahan emas, mengingat dengan memiliki 2 pasar yang ada di dalam dan diluar negeri tentunya akan membawa dampak ekonomi bagi semua element yang terlibat baik dari petaninya, distributor, dan negara itu sendiri. Efeknya adalah penambahan jumlah devisa yang terus bertambah yang kemudian akan berdampak pada pertumbuhan dan kestabilan ekonomi.

Sponsors Link

3. Membuka Lapangan Kerja

Permintaan pasar luar negeri yang meningkat terhadap produk dalam negeri kita, maka kita harus mengimbanginya dengan ketersediaan kuota yang mencukupi. Permintaan yang terus meningkat, maka mau tidak mau kita membutuhkan lebih banyak barang baku dan tenaga kerja untuk memenuhinya. Hal ini akan berdampak baik terutama pada kebutuhan akan tambahan tenaga kerja baru, maka disinilah letak manfaat ekspor impor yang dirasakan oleh masyarakat indonesia terutama dalam hal membuka lapangan kerja.

(baca juga : peran bumn)

Apalagi jika kerjasama ekonomi antar negara tidak hanya mengandalkan pada satu sektor produk saja, bisa saja dengan meningkatkan lagi jenis sektor migas, non migas, dan industri lainnya. Peningkatan permintaan di setiap lini sektor akan menciptakan peluang baru untuk tersedianya lapangan kerja.

(baca juga : tujuan kerjasama ekonomi antar negara)

4. Menambah Devisa Negara

Diakhir tahun 2015 indonesia mencatatkan total ekspor lebih dari US$161 Milyar, dengan nilai sebanyak itu tentu kita bisa bayangkan berapa penambahan devisa yang masuk ke negara. Disini kita tidak sebatas hanya bicara dari sisi pajak semata, kita melihat dari berbagai aspek yang berpotensi menambah cadangan devisa negara.

(baca juga : fungsi pajak dalam pembangunan)

Devisa negara akan bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah ekspor. Inilah manfaat kerjasama ekonomi antar negara, apalagi jika negara tersebut bergabung dengan organisasi internasional yang lebih luas lagi, maka lebih berpeluang membuka pasar perdagangan dan mempermudah kegiatan ekspor maupun impor.

Selain ekspor barang tentu kita tidak boleh melupakan yang satu lagi, yaitu jasa. Penduduk Indonesia yang berjumlah jutaan jiwa dan tersebar di berbagai wilayah geografis yang berbeda, sebagian masyarakatnya memiliki keterbatasan dalam pendidikan dan tingkat kesadaran akan pendidikan yang rendah, sehingga membuatnya tidak bisa bersaing di dalam negeri. Ketika potensi dalam negeri tidak memungkinkan untuk menyerap mereka, maka salah satu solusinya adalah dengan bekerja diluar negeri, apakah itu di sektor industri atau sebagai PRT. Sampai sekarang hal ini masih berlangsung dan terus bertambah setiap tahunnya, positifnya negara akan menerima tambahan devisa dari aktifitas penyaluran ini.

(baca juga : metode perhitungan pendapatan nasional)

Manfaat Impor

 5. Menjadi Market Leader

Bagi para wanita, siapa yang tidak peduli dengan kecantikannya. Mereka rela mengeluarkan uang lebih untuk melakukan perawatan maksimal untuk tetap cantik. Dengan melihat aktifitas yang semacam ini, membuat beberapa pebisnis jeli melihat peluang untuk menawarkan sebuah produk yang berkualitas, dimana produk tersebut belum tersedia di negara kita.

sponsored links

Lihat saja bagaimana antusias mereka terhadap merek kosmetik asal Korea, meski dengan harga bisa dua kali lipat dibanding produk lokal namun mereka seolah tidak peduli dan tetap setia dengan perawatan mahalnya. Hal ini terjadi karena tak lepas dari strategi marketing yang lebih memberikan edukasi betapa berkualitasnya produk mereka, apalagi modelnya adalah para selebritis dan distributornya hanya terbatas untuk orang tertentu saja. Skema strategi marketing ini seolah memberikan sebuah nilai lebih di mata konsumen dan kebanggaan tersendiri terhadap produk yang digunakannya.

(baca juga : kebutuhan dasar manusia)

Inilah kenapa produk impor menjadi market leader di dalam negeri sendiri, tidak ada yang salah dari fenomena ini. Bisa saja produk lokal memang tidak bisa bersaing dan kalah kualitasnya. Namun tidak menutup kemungkinan jika hal ini terjadi karena ada celah yang bisa diisi untuk menawarkan produk yang lebih kepada konsumen dan ditunjang dengan strategi marketing yang tepat, apalagi belum ada pesaing di celah tersebut.

(baca juga : penyebab kegagalan usaha)

6. Memperoleh Bahan Baku Berkualitas

Industri dalam negeri, beberapa diantaranya mampu menciptakan produk elektronik dan smartphone. Bahkan ada beberapa yang bekerjasama dengan operator telekomunikasi dalam negeri untuk menawarkan paket internet dan smartphone dengan harga yang terjangkau. Ada pertanyaan apakah yang mereka claim sebagai produk dalam negeri, semua komponennya berasal dari dalam negeri ataukah mereka hanya merakit saja dan semua komponen merupakan barang impor? Melihat kemampuan dalam negeri dalam menghasilkan kompenen sekelas gadget atau smartphone nampaknya masih belum memungkinkan, maka solusinya adalah melakukan impor.

Alasan utama melakukan impor untuk industri ini adalah karena kualitas komponennya. Kualitas yang bagus dan sesuai dengan standart hanya bisa diperoleh dari barang laur negeri. Apalagi smartphone saat ini lebih banyak menawarkan hardware yang memiliki spesifikasi mumpuni dan mampu bersaing dengan merk impor. Pengguna smartphone sendiri juga lebih cerdas dalam memilih spesifikasi, mereka bisa me-review sendiri apakah spesifikasi ini bagus atau tidak jika dibanding dengan merk lain yang memiliki harga yang serupa.

Dengan kondisi market yang cerdas memilih seperti ini, maka membuat industri harus lebih berani mendengar market mereka dan memberikan solusi yang tepat. Solusi yang tepat itu hanya bisa dipenuhi dengan menciptakan produk yang berkualitas yang mana harus di sokong oleh bahan baku yang berkualitas dan memenuhi standart, itulah kenapa lebih memilih impor dalam pengadaan bahan baku.

(baca juga : teori perilaku konsumen)

7. Menjaga Kestabilan Harga

3 bulan sebelum menjelang ramadhan tahun ini, presiden jokowo menginstruksikan kepada menteri-menteri agar menurunkan harga daging hingga Rp.80.000. Sudah menjadi hal yang wajar ketika menjelang puasa dan idul fitri harga bahan pokok akan naik. Namun sampai puasa tiba harga tetap tidak kunjung turun, malahan terus meningkat diatas Rp.100.000 lebih. Akhirnya pemerintah melakukan kebijakan impor daging untuk menurunkan harga yang terus melambung tinggi.

(baca juga : hukum permintaan dan penawaran)

Dari kasus ini, kita dapat melihat bahwa impor tidak hanya mencukupi permintaan dalam negeri yang tidak terpenuhi, namun impor juga akan menjaga kestabilan harga di pasar. Dengan langkanya ketersediaan barang di pasar maka akan menimbulkan potensi kenaikan harga yang semakin tidak terkendali. Jika hal ini tidak segera ditangani oleh pemerintah maka akan berakibat buruk pada berbagai aspek ekonomi. Jasa akan semakin mahal dan secara berkelanjutan akan memicu inflasi.

(baca juga : penyebab terjadinya inflasi)

Dengan melihat manfaat ekspor dan impor diatas maka ini menunjukkan bahwa impor dan ekspor adalah ibarat 2 sisi mata uang yang berbeda namun secara keseluruhan dia memainkan fungsi untuk menjaga kestabilan dan mempercepat pertumbuhan perekonomian suatu negara.

Kita tidak hanya melihat hal-hal yang menguntungkan negara saja, namun lebih dari itu. Ketika bicara market maka kita bicara hal yang sangat luas, tidak lagi negara akan tetapi kita membicarakan orang-orang di seluruh dunia dan faktor manusianya. Mereka membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka dan ketika kemampuan dalam negeri tidak sanggup memenuhi permintaan hal tersebut maka ekspor impor menjadi solusi yang tepat untuk masalah itu.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro