Sponsors Link

Pengertian Deflasi Dalam Perekonomian dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Dalam perjalanan perekonomian tentu tidak lepas dari berbagai masalah karena perekonomian memiliki peran vital dalam kelangsungan hidup manusia atau menyangkut hajat hidup banyak orang. Ada beberapa permasalahan seputar perekonomian antara lain  inflasi dan deflasi. Dua istilah ini mungkin sudah sering kita dengarkan baik dari media cetak, elektronik, face to face dan lain sebagainya. Untuk inflasi diartikan sebagai suatu kondisi dimana semua harga mengalami kenaikan karena ada permasalahan di beberapa aspek, bisa jadi karena bahan baku yang meningkat, banyaknya saingan, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk deflasi akan kita bahan bersama pada artikel kali ini.

Tentu bukan hal yang asing bagi kita tentang deflasi, yakni kondisi dimana harga-harga secara keseluruhan jatuh atau menurun dan nilai uang yang beredar di sekitar masyarakat bertambah. Mudahnya deflasi merupakan kondisi kebalikan dari inflasi.

Artikel terkait :

Di sisi lain deflasi juga diartikan sebagai kondisi dimana jumlah permintaan terhadap uang naik dengan signifikan sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat membludak. Dengan adanya kondisi deflasi ini maka perjalanan ekonomi suatu negara akan terganggu. Tentu kurang lengkap ketika kita tidak mengetahui lebih dalam tentang deflasi, kita perlu tahu tentang penyebab terjadinya deflasi, dampak yang diberikan oleh deflasi itu sendiri, dan cara mengatasi deflasi ini agar kondisi perekonomian tetap stabil.

Deflasi bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

  1. Menurunnya jumlah uang yang beredar di masyarakat

Penyebab pertama adalah minimnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Hal ini terjadi karena banyak orang yang tergiur akan hasil yang besar atau bunga yang tinggi dari Bank, untuk itulah mereka mengambil peluang tersebut dengan cara menabungkannya ke dalam Bank.

  1. Naiknya jumlah barang di pasaran

Produsen cenderung terus melakukan produksi tidak memiliki orientasi atau perhitungan yang tepat, mereka beranggapan apabila jumlah permintaan masyarakat meningkat maka barang yang diminta banyak, memang benar kita juga harus memikirkannya terlebih dahulu apakah mungkin permintaan ini akan terus berjalan bahkan meningkat. Kebanyakan produsen salahnya di sini, sehingga ketika permintaan masyarakat akan barang turun mereka kebingungan karena masih banyak barang yang belum terjual, otomatis harga barang tersebut akan turun karena jumlahnya yang banyak dan permintaan menurun.

  1. Permintaan akan barang menurun

Kita ketahui sendiri bahwa konsumen memiliki sifat alami yang mudah bosan, jadi ketika mereka merasa sudah bosan dan tidak tertarik maka permintaan akan barang akan menurun, selain itu konsumen lebih memilih menyimpan uangnya di Bank untuk jangka panjang atau untuk menyiapkan masa depan. Secara otomatis permintaan barang akan mengalami kemrosotan yang luar biasa.

Sponsors Link

Itulah beberapa penyebab terjadinya deflasi, tidak hanya itu pasti dibalik terjadinya kondisi ini ada pengaruh dan akibatnya. Ada beberapa pengaruh dan akibat dari terjadinya deflasi ini, diantaranya :

  1. Dengan terjadinya deflasi maka otomatis jumlah uang yang beredar di masyarakat akan turun dan hal ini akan berdampak pada suatu depresi besar layaknya yang pernah terjadi di Amerika. Selain itu deflasi juga akan membuat pasar investasi akan mengalami kekacauan.
  2. Terjadinya deflasi akan berdampak pada keterlambatan aktivitas perekonomian, karena dengan mengetahui penurunan harga ini konsumen akan menunda pembeliannya dan berharap harga barang tersebut akan turun lagi.
  3. Dengan adanya deflasi ini banyak pekerja yang akan mengalami PHK hal ini dikarenakan pemiliki usaha tidak memiliki uang untuk membayar gaji karyawannya dengan sepinya permintaan akan barang.
  4. Dampak yang terjadi akibat inflasi yakni melemahnya kegiatan atau aktivitas perekonomian terutama di pihak investasi, akan terjadi banyak tantngan dan masalah yang menghadang dikarenakan hal tersebut sehingga tidak adanya efektivitas dari investasi yang berjalan.
  5. Nilai suku bunga akan menurun dengan terjadinya deflasi ini.

Dari 5 poin tersebut bisa kita rumuskan bahwasannya ada dua dampak yang diakibatkan oleh terjadinya deflasi yakni dampak positif dan dampak negatif. Dampak baik dari terjadinya deflasi adalah membiasakan hidup hemat bagi para konsumen, dimana mereka akan menyimpan uangnya di Bank hal ini kaan membuat mereka benar-benar menghargai keberadaan uang dan mendapatkan jaminan kemanan sosial politik. Dengan hal tersebut maka keberadaan atau jumlah uamg yang beredar di masyarakat akan menguat. Seangkan untuk dampak negatif yang dihasilkan oleh deflasi yakni terjadinya deflasi akan memberikan dampak buruk bagi masyarakat dan pemerintah, untuk masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan atau terkena pajak, untuk pemerintah pemasukan negara atau devisa akan berkurang karena pemungutan pajak tidak maksimal. (Baca juga : fungsi devisa negara)

Cara Mengatasi Deflasi

Tentunya permasalahan ini tidak boleh dianggap remeh jika deflasi tetap dibiarkan maka perjalanan ekonomi akan terganggu atau terhambat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan deflasi, antara lain :

sponsored links
  1. Menurunkan tingkat suku bunga

Salah satu cara untuk meredam terjadinya deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga, hal ini dilakukan untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dengan otomatis maka masyarakat akan mengurunkan niatnya untuk menabung. Dengan hal ini maka masyarakat lebih memilih untuk memegang uangnya sendiri dengan itu maka niat atau keinginan untuk masyarakat untuk membeli barang akan meningkat. Namun perlu di garisbawahi bahwasannya cara ini hanya mampu untuk meredam dan tidak bisa dilaksanakan terus menerus, ketika jumlah  uang stabil dan permintaan juga netral maka selesailah periode penerapan penurunan suku bunga ini. (Baca juga : Bank dengan bunga deposito tertinggi)

  1. Menerapkan kebijakan moneter

Salah satu cara yang efektif untuk mengtasai permasalahan deflasi adalah penerapan kebijakan moneter, kita tahu sendiri bahwa kebijakan moneter merupakan kebijkan yang dilaksanakan oleh Bank sentral dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan yakni politik diskonto yakni kebijakan yang berbentuk menurunkan tingkat suku bunga yang ada dengan hal itu masyarakat akan menarik uangnya dari Bank. Selanjutnya ada juga kebijakan pasar terbuka dimana Bank sentral membeli surat atau sertifikat berharga yang dimiliki oleh kalangan masyarakat dengan tujuan jumlah uang yang beredar di masyarakat bertambah.

Artikel terkait :

  1. Menerapkan kebijkan fiskal

Ada juga cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi deflasi yang terjadi yakni kebijakan fiskal. Jika kebijakan moneter dilakukan oleh Bank sentral maka untuk kebijakan fiskal ini dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan ini sangat efektif untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan fiskal mengeluarakan beberapa kebijkan yang sangat efektif untuk meningkatkan jumlah uang yang dimiliki oleh masyarakat, diantaranya mengatur pengeluaran pemerintah, hal ini sangat diperlukan karena untuk menjaga kondisi perekonomian negara maka pengeluaran harus disesuaikan dengan jumlah dana yang dimiliki atau yang sudah direncanakan.

Selain itu juga pemerintah juga bisa melaksanakan penurunan tarif pajak, dengan hal ini tentunya sisa dari pembayaran pajak bisa digunakan untuk berbelanja, selain itu dengan tarif pajak yang murah maka jumlah uang yang dimiliki masyarakat akan terus meningkat. Selanjutnya pemerintah juga bisa meminjamkan modal bagi masyarakt, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membuka usaha sendiri karena pinjaman sudah tersedia, hal ini bisa juga disebut dengan manfaat ekonomi kreatif, dengan itu maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan senantiasa niak dikarenakan banyak masyarakat yang mendapatkan masukan tambahan. (Artikel terkait : peran kebijakan fiskal )

  1. Menerapkan kebijakan non moneter

Cara terakhir yang bisa dilakukan yakni menerepakan kebijakan non meneter. Cara ini sangat efektif dalam mengatasi permasalahan deflasi karena dalam kebijakan ini tergandung beberapa langkah yang mampu untuk menambah jumlah uang yang ada di genggaman masyarakat. Langkah-langkah yang dilakukan anatara lain menurunkan hasil produksi, hal ini perlu diberlakukan karena jika jika tidak ada batasan produksi maka produsen akan terus dan terus melakukan produksi, tentunya hal ini tidak diharapkan karena selain merugikan prousen yang tidak maksimal mendapatkan keuntungan malah kerugian. Selain itu cara atau langkah lain yang bisa ditempuh yakni  menaikkan upah atau gaji pekerja, kita tahu sendiri ketika terjadi deflasi banyak pekerja yang di PHK namun hal ini salah tidak bisa mengatasi deflasi itu sendirinya, cara yang tepat dengan manaikkan upah atau gaji agar jumlah uang yang dimilikinya banyak dan kecenderungan akan permintaan barang akan meningkat.

Itulah informasi terkait dengan deflasi, pada intinya deflasi ini merupakan salah satu kondisi yang berkebalikan dengan inflasi. Deflasi merupakan salah satu kondisi dimana permintaan akan barang menurun dan jumlah uang yang beredar juga turun. Hal ini tentunya merugikan berbagi pihak hal ini terlihat ketika deflasi terjadi maka para produsen akan menanmgis karena jumlah produksi mereka tidak diimbangi oleh permintaan dari masyarakat, begitu juga dengan pemerinthan dengan permintaan akan barang turun dan jumlah uang yang dimiliki oleh masyarakat menurun maka otomatis pemasukan negara akan turun. Bagaimana dengan masyarakat, mereka juga dirugikan terutama dalam hal pemasukan, banyak upah atau gaji yang diturunkan bahkan di PHK.  Namun kita tidak usah takut dengan adanya deflasi ini karena ada beberapa cara efektif yang mampu menyelesaikannya.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro