3 Fungsi Ekonomi Dalam Keluarga

Sponsors Link

Kegiatan ekonomi memang melingkupi semua bidang. Sebuah rumah tangga pun tidak lepas dari peran serta ekonomi. Rumah tangga yang di dalamnya terdapat satu entitas disebut keluarga, ekonomi memiliki peran sebagai pengelola arus keuangannya. Menilik kembali pengertian dasar ekonomi yaitu aktifitas pemanfaatan sumber daya alam dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Maka dikaitkan dengan lingkungan keluarga, sumber daya yang ada di dalamnya bekerja sama dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Sumber daya tersebut adalah SDM yang terdiri dari suami atau ayah, istri atau ibu, dan anak-anak. (Baca juga : Fungsi Pasar)

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah bentuk terkecil dari sebuah masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal bersama dalam satu tempat dengan keadaaan bergantung satu sama lain.

Menurut Undang-Undang no. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, sebuah keluarga diartikan sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda); atau ibu dan anaknya (janda). (Baca juga : Prinsip Bisnis yang Wajib Diketahui)

Keluarga dapat dianalogikan juga sebagai bentuk terkecil sebuah entitas usaha. Di dalamnya terdapat ayah, seorang pemimpin atau CEO yang bertindak sebagai poros dan penggerak utama roda keluarga. Kemudian ada ibu sebagai manajer keuangan dan divisi controlling (pengawasan) keluarga. Ibu memiliki tugas untuk mengatur, mengelola dan mengawasi kondisi keluarga terutama dalam hal keuangan. Terakhir adalah anak-anak. Mereka merupakan divisi operasional. Atau juga menjadi divisi-divisi yang bisa membantu pergerakan ekonomi keluarga jika telah dewasa dan memiliki sumber penghasilan.

Dari keterangan di atas, dapat diklasifikasi peran masing-masing anggota dalam sebuah keluarga. Ayah berperan sebagai pemimpin, pencari nafkah, pendidik, dan pelindung atau pemberi rasa aman. Ibu memiliki peran mengurus rumah tangga, pengasuk dan pendidik, juga dapat sebagai pelindung. Kemudian anak-anak melakukan peran psikologisnya seuai dengan usia dan tingkat perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual. (Baca juga : Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran)

Kebutuhan keluarga terdiri dari 2 masa atau periode, yakni kebutuhan saat ini dan kebutuhan masa depan. Kebutuhan saat ini yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga, terdiri dari :

  • Kebutuhan sandang (pakaian) seluruh anggota keluarga
  • Kebutuhan pangan (makanan) untuk mengisi perut dan mencukupi kebutuhan gizi terutama nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Kebutuhan papan (tempat tinggal) berupa rumah sebagai tempat berteduh seluruh keluarga.

Sedangkan kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang tidak mendesak, tidak harus dipenuhi saat ini juga namun tetap harus disediakan guna kepentingan masa yang akan datang. Kebutuhan ini seperti :

  • Tabungan pendidikan sebagai investasi pendidikan untuk anak-anak
  • Tangungan hari tua yang digunakan untuk investasi ketika suami dan istri tidak lagi berada dalam usia produktif
  • Asuransi kesehatan yaitu tabungan yang bisa digunakan sewaktu-waktu ketika anggota keluarga mengalami sakit dan membutuhkan biaya untuk memperoleh pengobatan.  (Baca juga : Jenis jenis Kredit)
  • Sponsors Link

Pengelompokkan Keluarga

Di Indonesia, pemerintah memberikan pengelompokkan atas sebuah keluarga ke dalam 2 jenis, yaitu :

  1. Keluarga pra sejahtera. Adalah keluarga yang masih mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan primernya berupa kebutuhan sandang, pangan dan papan. Yang termasuk dalam kategori keluarga ini biasanya adalah keluarga dengan jumlah anak yang banyak sehingga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak dikarenakan faktor biaya. Selain itu juga keluarga penghasilan yang tidak tetap, keluarga yang belum memiliki tempat tinggal, keluarga yang tidak memerhatikan kesehatan lingkungan sehingga rentan terhadap penyakit. (Baca juga : Etika Bisnis Syariah)
  2. Keluarga sejahtera. Ialah keluarga yang tidak mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan primernya. Yang termasuk dalam keluarga sejahtera biasanya keluarga yang memiliki 2 atau 3 anak, keluarga dengan penghasilan tetap, keluarga yang memerhatikan masalah kesehatan lingkungan, dan keluarga yang sudah memiliki tempat tinggal yang layak.

Fungsi Ekonomi dalam Keluarga

Ada beberapa fungsi ekonomi yang diperlukan dalam sebuah keluarga. Pemaparannya adalah sebagai berikut :

ads

1. Mencari dan memperoleh sumber-sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ayah merupakan sumber pencari nafkah utama dalam keluarga. Namun dewasa ini, istri atau ibu pun ikut andil dalam mencari dan memperoleh uang. Yang mereka lakukan demi membantu dan melengkapi pemenuhan kebutuhan keluarga yang biasanya belum 100% terpenuhi oleh suami. Namun bisa juga kegiatan tersebut dilakukan sekadar untuk hobi atau memanfaatkan pendidikan atau keahlian yang dimiliki. Kondisi tersebut bisa saja terjadi tergantung kesepakatan serta komitmen antara suami dan istri. (Baca juga : Perbedaan Ekonomi Positif dan Ekonomi Normatif)

2. Pengaturan pada siklus keuangan keluarga.

Umumnya, yang melakukan pengaturan terhadap pemakaian dan distribusi keuangan keluarga adalah seorang istri. Karena seorang wanita dianggap mampu untuk memilah dan memilih kebutuhan mana saja yang perlu segera dipenuhi (mendesak) dan kebutuhan mana yang bisa ditunda beberapa waktu atau sampai diterimanya penghasilan berikutnya. Analisa kebutuhan semacam itu difungsikan agar semua kebutuhan terpenuhi sesuai porsinya. Aktifitas manajemen keuangan tersebut memang sebaiknya di-handle oleh satu orang anggota keluarga agar terjadi keteraturan dalam siklus keuangan keluarga.

3. Menyisihkan dana untuk kepentingan masa depan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kebutuhan masa depan yang harus direncanakan oleh setiap keluarga adalah tabungan pendidikan anak serta tabungan hari tua untuk suami dan istri. Kaitannya dengan hal itu, nilai mata uang mengalami penurunan (inflasi) dari tahun ke tahun. Hal itu menyebabkan nilai barang dan jasa saat ini akan berbeda dengan beberapa tahun yang akan datang. Begitu pun dengan biaya pendidikan yang akan sangat jauh berbeda di masa kini dengan tahun-tahun berikutnya. Karena itu keluarga perlu menyiapkan dana untuk kebutuhan tersebut dalam bentuk tabungan.

Pendidikan adalah kebutuhan primer namun pemanfaatannya di masa depan. Mengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan dan kesejahteraan anak. Bahkan pemerintah menetapkan pendidikan wajib minimal 15 tahun untuk anak-anak Indonesia. Sehingga mau tidak mau keluarga harus menjadikan hal itu sebagai prioritas. Demikian halnya dengan tabungan hari tua. Lambat laun suami dan istri akan meninggalkan masa produktifnya dan memasuki fase pension. Sumber penghasilan akan hilang, terlebih jika tidak memiliki keturunan (anak) yang seharusnya bisa membantu keuangan keluarga. Oleh sebab itu tabungan hari tua menjadi perlu untuk dijadikan prioritas selanjutnya guna memenuhi kebutuhan masa depan yang tidak terduga. (Baca juga : Negara yang Menganut Ekonomi Terpusat)

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Mikro