Sponsors Link

7 Manfaat Ekonomi Manajerial Dalam Perusahaan

Sponsors Link

Tantangan yang tidak pernah usai bagi seorang manajer adalah manajemen sumber daya yang efektif. Kebijakan-kebijakan tertentu yang tepat dan revolusioner harus mampu dikembangkan oleh manajer guna tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan. Sumber daya harus diperoleh dan dioptimalkan secara efektif dan efisien, termasuk para tenaga kerja yang harus mumpuni dalam skill dan etos kerja. Untuk pencapaian itu semua, diperlukan metodologi ekonomi manajerial.

Pengertian Ekonomi Manajerial

Ekonomi manajerial adalah salah satu ilmu manajerial yang membahas tentang penerapan ilmu ekonomi dalam suatu organisasi. Contoh tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari dapat menguraikan penerapan ilmu ekonomi. Pun penjelasan tentang pengertian ilmu ekonomi menurut ahli beserta cabang ilmu ekonomi. Prinsip dalam ilmu ekonomi adalah pemanfaatan sumber daya yang langka atau terbatas seminimal atau seefisien mungkin, guna memperoleh keuntungan sebanyak atau semaksimal mungkin. Seperti dalam contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber daya yang langka atau terbatas terdiri dari uang, tenaga kerja, material atau peralatan, dan metode. Terkait masalah sumber daya ini, ada faktor penyebab kelangkaan dan cara mengatasi kelangkaan sumber daya alam yang bisa diterapkan oleh manajer. Maka dalam ekonomi manajerial ini seorang manajer dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara tepat. Hal ini sama seperti dengan contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, agar perusahaan atau organisasinya memperoleh keuntungan yang besar.

Pemahaman mudahnya begini. Tujuan utama suatu organisasi atau perusahaan pastilah untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Dengan tenaga kerja dan sumber daya yang dimiliki yang cenderung terbatas, perusahaan harus mampu mencapai tujuannya tersebut. Untuk itu, perusahaan dalam hal ini dioperasikan oleh para manajer membuat suatu sistem tertentu. Sistem inilah yang dimaksud sebagai ekonomi manajerial.

Singkatnya, ekonomi manajerial adalah alat analisis yang digunakan para manajer untuk pengambilan keputusan yang terkait dengan keuntungan perusahaan. Jadi telah jelas bahwa pusat perhatian dalam ekonomi manajerial adalah konsep laba atau keuntungan, dimana keuntungan itu diperoleh dari hasil selisih antara pendapatan total dengan biaya total perusahaan.

Manfaat Ekonomi Manajerial

Penerapan ekonomi manajerial oleh manajer dapat menghasilkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mengevalusai kebijakan manajerial masa lalu apakah telah sesuai atau perlu perbaikan. Kebijakan-kebijakan yang telah diambil dan dijalankan dalam operasional perusahaan terkadang tidak relevan dengan kondisi pasar yang berubah-ubah. Karena itulah evaluasi atas kebijakan tersebut sangat diperlukan guna diadakannya suatu perbaikan atau pengambilan keputusan baru yang disesuaikan dengan masalah saat ini.
  2. Membantu para manajer mengenal dan melakukan identifikasi terhadap kekuatan dan kelemahan ekonomi yang bisa memengaruhi perusahaan
  3. Menetapkan kebijakan keputusan yang sesuai dengan standar operasional perusahaan. Setiap perusahaan memiliki standar operasional yang berbeda antara satu dengan yang lain. Kebijakan serta peraturannya pun berbeda, disesuaikan dengan bidang atau jenis perusahaan, visi dan misi perusahaan, para pelaku dalam hal ini adalah manajer,
  4. Mengidentifikasi biaya-biaya agar seefisien mungkin
  5. Menetapkan harga jual produk yang sesuai guna pencapaian laba bersih yang maksimal
  6. Membantu dalam menghadapi fluktuasi kondisi pasar yang memengaruhi permintaan barang, harga jual, dan laba
  7. Membantu manajer dalam memahami lingkungan ekonomi perusahaan
Sponsors Link

Ekonomi Manajerial dan Pengambilan Keputusan

Ekonomi manajerial berkaitan erat dengan ilmu pengambilan keputusan. Ia memberitahukan apa saja yang perlu dilakukan oleh manajer guna tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan. Karena pengambilan keputusan memang salah satu fungsi ilmu ekonomi itu sendiri, selain fungsi ilmu ekonomi.

Dalam pengambilan keputusan oleh manajer memerlukan sejumlah data atau informasi. Tidak mudah memperoleh data yang dibutuhkan. Memerlukan serangkaian proses dari berbagai sumber agar diperoleh data informasi yang benar-benar akurat, relevan dan dapat dipercaya.

Langkah-langkah dalam mendapatkan data informasi yang akurat, relevan dan dapat dipercaya adalah sebagai berikut :

  1. Mengumpulkan data dari berbagai sumber melalui instrumen tertentu. Langkah ini bisa dilakukan dengan cara menyebarkan angket atau survei. Dapat juga dengan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan wawancara terhadap obyek-obyek data.
  2. Melakukan analisis terhadap data informasi yang telah diperoleh. Setelah terkumpul, data tersebut tidak serta merta diaplikasikan sebagai bahan pengambilan keputusan. Namun perlu diadakan analisis yang detail dan tepat untuk mengurangi risiko-risiko yang mungkin terjadi.

Jika telah diperoleh cukup data, barulah dilakukan pengambilan keputusan oleh manajer. Terdapat beberapa faktor yang perlu dikuasai oleh seorang manajer agar ia dapat mengambil keputusan yang baik dan tepat sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu :

sponsored links
  1. Hukum penawaran dan permintaan. Sebuah harga produk dibentuk oleh sisi penawaran dan permintaan. Ada pun penjelasan tentang hukum permintaan dan penawaran. Terkadang suatu harga telah mencerminkan nilai barang yang sesungguhnya. Namun tidak jarang berlaku sebaliknya. Dikarenakan besarnya harga telah ditambah oleh biaya-biaya tertentu di luar nilai barang, misal biaya marketing atau promosi yang terlalu tinggi. Harga yang melekat pada produk tidak lagi mencerminkan nilai barang yang sebenarnya. Sehingga perlu adanya peran pemerintah sebagai pelaku ekonomi melakukan campur tangan (intervensi) untuk penentuan harga suatu barang agar tidak merugikan pihak konsumen, juga untuk pengendalian tingkat permintaan dan penawaran.
  2. Konsumen. Optimalisasi konsumsi oleh konsumen membentuk suatu permintaan individu, yang selanjutnya membentuk permintaan pasar. Dengan adanya keanekaragaman perilaku konsumen dalam menentukan permintaannya, seorang manajer dituntut untuk dapat melihat hal itu dari kacamata konsumen. Difungsikan agar tidak terjadi alokasi sumber daya yang tidak efisien oleh konsumen atau masyarakat. Untuk memahami hal ini, manajer perlu mengetahui teori perilaku konsumen.
  3. Produsen. Menempatkan diri sebagai pihak produsen (perusahaan), manajer harus mampu mengoptimalkan sumber dayanya guna mengatasi law of deminishing return, yaitu hukum pengembalian (penjualan) yang semakin berkurang dikarenakan kemungkinan adanya titik kejenuhan terhadap produk.
  4. Struktur pasar bersaing sempurna. Terdapat 4 kelebihan pasar persaingan sempurna dalam perekonomian. Ia merupakan model standar ilmu ekonomi terbaik, di mana produsen dan konsumen dapat bersaing secara sempurna. Tidak ada pihak yang memonopoli atau pun termonopoli karena kondisi pasar memungkinkan adanya alokasi sumber daya secara optimal. Konsumen mengoptimalkan peralatan dan fasilitas yang diperolehnya, dan produsen mengoptimalkan keuntungannya. (Baca juga : ciri pasar persaingan sempurna dan tidak sempurna)
  5. Ilmu statistik. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana menarik data, menganalisis, merangkum dan menampilkan data sehingga menjadi lebih informatif. Hal tersebut menjadikan statistik sebagai bahan baku penelitian.
  6. Konsep elastisitas. Nilai elastisitas merupakan faktor penting untuk menentukan harga suatu produk. Konsep ini mengukur tentang respon perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya. Elastisitas harga mengukur dampak permintaan suatu barang jika harga barang tersebut berubah. Permintaan suatu produk juga berubah karena perubahan pendapatan dan harga barang lain. Produsen yang telah memiliki market power menggunakan nilai elastisitas harga untuk mengoptimalkan keuntungannya. Nilai elastisitas dilakukan dengan estimasi.
  7. Struktur pasar. Permasalahan yang mungkin terjadi adalah kegagalan pasar yang dibentuk oleh kekuatan pasar, informasi yang asimetris, faktor-faktor eksternal atau publik. Hal ini merupakan inti dari permasalahan ekonomi. Karena itu manajer harus memiliki intuisi pasar, mengenal pelaku dan pemain-pemain pasar. Di samping itu manajer harus mengetahui berbagai jenis pasar agar bisa mendistribusi produk dengan tepat dan sesuai sasaran. (Baca juga : peran pasar dalam perekenomian)
  8. Struktur biaya. Manajer harus mampu menganalisis informasi-informasi yang terkandung dalam struktur biaya. Agar tidak terjadi pemakaian biaya yang berlebihan.
  9. Analisis keuntungan. Tujuan utama suatu perusahaan adalah memperoleh keuntungan. Kalau pun mengalami kerugian, hal tersebut harus diminimalisasi. Manajer harus bisa melakukan analisis keuntungan dan kerugian tersebut yang disesuaikan dengan asumsi law of deminishing return.
  10. Penetapan harga. Manajer menentukan harga produk perusahaan secara optimal. Untuk itu ia memerlukan informasi elastisitas konsumen yang bergantung pada masing-masing konsumen, kelompok konsumen, waktu konsumsi dan akumulasi konsumsi.
  11. Capital Budgeting. Yaitu penentuan anggaran modal yang disesuaikan dengan anggaran produksi. Agar tidak terjadi pengeluaran modal yang terlalu besar (pemborosan) atau pun terlalu kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan produksi dan operasional.
  12. Regulasi. Biasanya masing-masing daerah memiliki regulasi tertentu yang berkaitan dengan bisnis. Seorang manajer harus tahu dan paham apakah keputusan yang diambilnya tidak bertentangan atau melanggar regulasi tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Jadi regulasi atau kebijakan pemerintah memiliki peran penting, termasuk peran kebijakan moneter.

Sejatinya ekonomi manajerial tidak hanya diterapkan dalam suatu perusahaan. Namun konsep ekonomi manajerial dapat diaplikasikan dalam semua aspek yang terkait masalah perekonomian.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Mikro