Sponsors Link

3 Perbedaan Ekonomi Klasik dan Modern Yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Membandingkan perilaku manusia saat ini dengan generasi sebelumnya, sangat terlihat bagaimana peredaan pola pikir dan sudut pandang dalam melihat berbagai permasalahan kehidupan. Perbedaan itu juga berimbas pada perubahan kegiatan ekonomi yang terjadi dari tahun ke tahun. Teknologi yang ada saat ini berperan besar dalam terciptanya revolusi industri, hal ini terlihat dengan adanya peralatan-peralatan canggih yang bisa bekerja layaknya seperti manusia pada umumnya. Dalam ekonomi perubahan inilah yang nantinya akan membedakan antara ekonomi klasik dan ekonomi modern, walaupun masih terdapat beberapa hal lagi yang memicu perubahan selain adanya teknologi. (Baca Juga: Manfaat Internet Untuk Ekonomi , Manfaat Ekonomi Internasional)

ads

Ekonomi klasik dan ekonomi modern keduanya merupakan hasil dari sebuah pemikiran yang dilatarbelakangi oleh perbedaan dalam melihat sebuah permasalahan yang sama yaitu bagaimana menghadirkan produk dan jasa kepada masyarakat. Ekonomi klasik pada dasarnya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam kegiatan ekonomi, baik untuk masyarakat maupun pelaku ekonomi pada hakikatnya sama-sama diuntungkan. Sedangkan ekonomi modern bersifat lebih terencana dalam kegiatan ekonomi, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan yang kontras antara kebutuhan masyarakat dengan faktor tersedianya sumber daya produksi yang terbatas, sehingga perlu efisiensi dalam kegiatan ekonomi. Berikut pemaparan lebih lanjut tentang perbedaan ekonomi klasik dan modern:

Baca Juga:

Ekonomi Klasik

Ekonomi klasik merupakan kegiatan ekonomi yang didasari akan pentingnya dalam menyediakan seluruh barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam penerapan ekonomi klasik terlihat sangat sederhana sekali, yaitu bagaimana menggerakkan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Perikanan , Cara Investasi Emas Untuk Pemula)

Berikut masalah yang dihadapi dalam ekonomi klasik, yaitu.

  1. Produksi

Tujuan produksi adalah memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan beragam jenis barang dan jasa yang mampu memberikan kepuasan terhadap masyarakat luas. Kepuasan masyarakat merupakan prioritas dalam penentuan kebijakan produksi, hal ini dimaksudkan agar terjadinya pemerataan dan penyerapan hasil produksi, sehingga dengan adanya kegiatan yang saling melengkapi antara masyarakat dan produsen diharapkan akan membangkitkan kegiatan ekonomi pasar yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan bagi semua elemen pelaku ekonomi. (baca juga : kebijakan fiskal , Peran Pemerintah Sebagai Pelaku Ekonomi )

ads

Bicara tentang produksi maka akan muncul tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. kenyataan yang ada menjelaskan bahwa pada setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda antara manusia satu dengan yang lainnya. Dengan kebutuhan yang beragam maka akan melahirkan banyak permintaan terhadap berbagai jenis barang dan jasa. Pada dasarnya permintaan yang tinggi akan sangat baik bagi kegiatan ekonomi terutama produksi, namun hal ini memberikan masalah baru terhadap kegiatan produksi. Masalah yang timbul disebabkan oleh terbatasnya jumlah sumber daya produksi yang dimiliki oleh produsen, masalah ini kemudian berdampak pada minimnya ragam produk dan jasa yang dihasilkan oleh pasar. Dari keterbatasan produksi ini dikhawatirkan pasar tidak sanggup memenuhi tuntutan permintaan masyarakat.(baca juga : faktor penawaran uang , Instrumen Pasar Uang)

  1. Distribusi

Dalam keinginan untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat terhadap barang dan jasa harus terdapat sebuah proses yang menghubungkan antara kebutuhan masyarakat dengan produsen selaku pihak penghasil barang dan jasa. Semakin sinerginya antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan barang dan jasa akan berdampak pada adanya rasa saling menguntungkan antar keduanya. Dengan melihat proses tersebut, maka dibutuhkan sebuah peran distribusi sebagai penengah yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pelaku produksi, dimana dengan adanya distribusi sangat penting dalam membantu kedua belah pihak untuk mencapai keuntungan dari proses transaksi pasar yang ada.(baca juga : peran bumn , Jenis Pajak Penghasilan)

Distribusi bertujuan mempermudah akses bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan terhadap jenis barang dan jasa, atau secara mendasar dapat dikatakan bahwa distribusi mengacu pada sebuah langkah agar barang dan jasa bisa sampai ke tangan masyarakat dengan mudah dan tepat. Pasar merupakan media yang paling tepat dalam mempercepat aliran distribusi barang dan jasa, karena pasar merupakan tempat yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan adanya pasar masyarakat bebas menentukan dan memilih berbagai jenis barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.(baca juga : hukum permintaan dan penawaran , Teori Ekonomi Mikro)

  1. Konsumsi

Masalah konsumsi merupakan tolak ukur terhadap tingkat kemampuan masyarakat dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud mencakup seluruh aspek dalam kehidupan, baik itu kebutuhan primer, sekunder, dan barang mewah. Semua hasil produk barang dan jasa yang ada di pasar harus menyesuaikan dengan kemampuan konsumsi masyarakat. Pelaku pasar harus cermat dalam melakukan analisis kebutuhan akan permintaan terhadap barang dan jasa, agar semua jenis hasil produksi barang dan jasa dapat diserap oleh masyarakat. Faktor interaksi penawaran dan permintaan harus seimbang agar memberikan manfaat dalam kegiatan pasar, yaitu bagi produsen memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dan bagi masyarakat memperoleh kepuasan dan kemudahan dalam memilih barang. (baca juga : instrumen kebijakan moneter , Sumber Keuangan Perusahaan )

Faktor konsumsi juga mempengaruhi jenis barang yang dihasilkan pasar. Untuk memperlancar konsumsi maka jenis barang yang tersedia di pasar harus memenuhi kriteria kebutuhan masyarakat, sehingga dibutuhkan data permintaan agar hasil produksi lebih tepat sasaran. Hasil produksi yang hadir di pasar harus merupakan jawaban akan kebutuhan paling sesuai terhadap pemintaan masyarakat. Selain kriteria jenis barang perlu diperhatikan juga kebijakan penentuan harga barang dan jasa, proses penetuan harga harus diawali dengan perhitungan kemampuan daya beli masyarakat dengan melihat faktor demografi dan perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi. Semua penentuan kriteria dan kebijakan harga harus dilakukan secara tepat, dimana proses tersebut memiliki tujuan untuk mempermudah terserapnya produk barang dan jasa yang disediakan oleh pasar.(baca juga : peran pasar dalam perekonomian , Struktur Pasar Oligopoli)

Ekonomi Modern

Ekonomi modern muncul karena perkembangan zaman yang diikuti dengan perkembangan teknologi. Perubahan ini menyebabkan perubahan karakter dan perilaku masyarakat dalam melihat permasalahan ekonomi. Selain itu keterbatasan sumber daya produksi menjadi penyebab ketidakseimbangan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak terbatas, masalah inilah yang melahirkan pemikiran ekonomi modern. Dalam ekonomi modern sangat memperhatikan bagaimana perencanaan terhadap kegiatan produksi, perencanaan tersebut meliputi Jenis produk yang harus diciptakan, bagaimana cara atau teknik produksinya, bagaimana pemerataan distribusinya, dan siapa pelaku dan penyerap hasil produksi. (Baca Juga: Cara Bisnis Online Shop Bagi Pemula , Kelebihan dan Kekurangan Menabung di Bank)

Berikut masalah yang dihadapi dalam ekonomi modern, yaitu.

  1. Jenis Produksi

Terbatasnya sumber daya produksi menjadi kendala dalam menghasilkan produk yang lebih beragam. Kondisi ini memicu para produsen untuk lebih cermat dalam menangkap permintaan barang dan jasa dari masyarakat, selain harus memperhatikan ketersediaan bahan baku yang ada, produsen juga harus mengukur tingkat penyerapan masyarakat terhadap barang dan jasa yang nantinya akan tersedia. Menggunakan data survey kebutuhan masyarakat merupakan langkah yang tepat dalam menggerakkan kebijakan produksi, hal ini untuk berkaitan dengan efisiensi baik dalam pengolahan bahan baku dan juga untuk memperoleh keuntungan yang lebih optimal.(baca juga : bentuk-bentuk pasar , Cara Pembayaran Kartu Kredit)

Kebijakan produksi juga harus memperhatikan perubahan kultur yang ada di masyarakat. Kita menyadari bahwa dengan perkembangan zaman yang didukung oleh berkembangnya teknologi akan membawa perubahan pada sudut pandang akan kriteria masyarakat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan. Dengan melihat segala kompleksitas yang ada, produsen akan lebih memusatkan dalam menghasilkan produk dengan jenis tunggal. Hal ini merupakan langkah yang tepat karena pada akhirnya masyarakat akan lebih cerdas dan teliti dalam memilih segala kebutuhan dirinya yang lebih memprioritaskan pada kebutuhan yang bersifat menguntungkan.(baca juga : pasar persaingan tidak sempurna)

  1. Teknik Produksi

Kegiatan ekonomi modern merupakan perubahan sistem ekonomi yang terjadi karena adanya dampak dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Semakin maju teknologi dan ilmu pengetahuan akan memicu hadirnya peralatan- peralatan produksi yang lebih canggih berbekal mesin modern dan meninggalkan peralatan tradisional.  Dampak dari hadirnya mesin di dunia industri akan menjadi penyebab berkurangnya ketergantungan produksi terhadap tenaga kerja manusia. Dengan berkembangnya teknologi dalam kegiatan industri diperlukan peran kebijakan yang akan mengatur keseimbangan terhadap kegiatan produksi dan faktor produksi agar berjalan secara efisien.(baca juga : Cara Menghitung Pajak Mobil , Cara Bisnis Pulsa)

Sponsors Link

Dalam ekonomi modern sangat memperhatikan bagaimana pemilihan teknik produksi yang tepat agar memberikan dampak yang menguntungkan. Kegiatan produksi akan dikendali dengan penuh perhitungan dengan melihat ketersediaan bahan baku dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Semua penentuan tersebut adalah proses yang harus dilihat dengan teliti dan terencana karena perusahaan menerapkan sistem budgeting dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Sistem ini akan mempengaruhi teknik produksi yang digunakan, karena menyangkut jumlah modal yang harus dikeluarkan dalam menggerakkan seluruh elemen kegiatan ekonomi. Sehingga proses penentuan berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan dan berapa total peralatan produksi yang dibutuhkan, semua akan saling berkaitan dalam perencanaan kegiatan produksi dan akan berdampak pada perolehan keuntungan yang nantinya diperoleh.(baca juga : kelebihan memilih pasar persaingan sempurna)

  1. Penyerapan Hasil Produksi

Menjalankan ekonomi modern sangat berbeda dengan ekonomi klasik atau tradisional. Mengingat akan adanya keterbatasan sumber daya produksi menyebabkan pelaku produksi akan lebih menyederhanakan kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan suatu produksi yang bersifat tunggal. Dengan menjalankan sistem kegiatan yang seperti ini, maka akan menciptakan pelaku produksi yang memiliki kemampuan dalam satu bidang tertentu saja atau sebagai spesialis dalam satu jenis produk dan jasa. Perubahan sistem produksi ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat tertentu saja atau bisa dikatakan produksi yang dihasilkan bukan diperuntukkan untuk semua masyarakat, akan tetapi hanya diproduksi untuk satu segmen kelompok masyarakat.(baca juga : peran pasar dalam perekonomian , Resiko Investasi di Pasar Uang)

Dengan kebijakan yang difokuskan pada satu segmen masyarakat akan memberi pengaruh terhadap teknik distribusi yang akan dijalankan. Pasar bukan lagi sebagai satu-satunya media yang mempermudah penyaluran barang dan jasa. Karena dalam perencanaan kegiatan produksi, para pelaku telah terlebih dahulu mempelajari perilaku konsumen berdasarkan kriteria demografi masyarakat yang telah ditentukan, proses perencanaan tersebut menyangkut penelitian akan kebutuhan masyarakat yang berdasarkan pada jenis kelamin, faktor usia, pendidikan, pendapatan, dan kepribadian konsumen itu sendiri.(baca juga : kebutuhan dasar manusiateori perilaku konsumen)

Ekonomi klasik merupakan pemikiran ekonomi yang terbilang sangat sederhana, karena hanya bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat yang ada. Dilihat dari masalah yang dihadapi, ekonomi klasik hanya terpusat pada masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi. Pada hakikatnya jika bertujuan untuk mencapai kemakmuran dalam kegiatan ekonomi, semua masalah tersebut cukup untuk menggambarkan bagaimana proses ekonomi yang terjadi di pasar. Namun yang menjadi masalah adalah dalam ekonomi klasik tidak memperhatikan terbatasnya sumber daya produksi dan perilaku masyarakat. Dari masalah ini kemudian lahirlah pemikiran ekonomi modern yang memiliki pandangan baru dalam kegiatan ekonomi.(baca juga : kelebihan dan kekurangan ekonomi campuranmanfaat ekonomi mikro)

Ekonomi modern pada dasarnya juga ingin mencapai titik kemakmuran sama halnya dengan ekonomi klasik. Namun yang menjadi masalah dalam ekonomi modern adalah bagaimana menentukan jenis produksi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih dengan adanya keterbatasan sumber daya produksi. Peran teknologi dalam ekonomi modern memberikan pengaruh besar dalam kegiatan ekonomi, selain itu dalam ekonomi modern faktor distribusi menjadi masalah tersendiri karena tidak semua masyarkat bisa menjangkau pasar yang menyediakan jenis produk yang sesuai dengan mereka. Sehingga dengan melihat permasalahan yang ada, dalam ekonomi modern terdapat sebuah survey dan perencanaan untuk mengetahui jenis kebutuhan masyarakat, jenis dan kelas masyarakat, dan biaya produksi. Seluruh kegiatan tersebut sangat penting karena akan berkaitan dengan penyerapan hasil produksi dan besar keuntungan yang diperoleh.(baca juga : manfaat ekonomi kreatif)

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi