Sponsors Link

6 Aspek Ekonomi Makro dalam Perekonomian Negara

Dalam konsep ekonomi makro, seseorang akan mempelajari ekonomi secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan ekonomi makro berarti ekonomi dalam skala besar. Yaitu meliputi perubahan ekonomi yang mempengaruhi rumah tangga (household), pasar dan perusahaan. (Baca juga : Teori Ekonomi Makro)

Ada banyak teori dari para ahli yang dipakai sebagai dasar penjelasan ekonomi makro. Diantara sekian banyak teori yang dipakai di dunia ekonomi, ada satu teori yang paling dikenal sebagai dasar mengenal ekonomi. Teori ini lahir dari pikiran Bapak Ekonomi, Adam Smith. Bahwa beliau percaya ada invisible hand atau tangan gaib yang berkuasa. Tangan gaib yang dimaksud adalah mekanisme pasar. Beliau ini berpendapat bahwa jika pemerintah tidak ikut campur, maka mekanisme pasar dapat menjadi alat yang efektif dan efisien sebagai pengalokasi sumber daya dengan optimal.

Dalam prakteknya, ekonomi makro tidak akan memperhatikan usaha kecil seperti berapa laba penjual lontong keliling atau usaha pembuatan boneka jari. Ekonomi makro digunakan untuk memutuskan jalan terbaik memengaruhi kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah yang dapat berpengaruh pada stabilitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

(Baca juga : fungsi ilmu ekonomi regional dalam perencanaan pembangunan wilayah)

Fokus Ekonomi Makro

Yang dijadikan perhatian utama dalam konsep ekonomi makro adalah agregat. Sehingga perhatian kita hanya akan terfokus pada permintaan dan penawaran barang secara keseluruhan, bukan sebatas pada permintaan dan penawaran terhadap suatu jenis barang saja. Namun bukan berarti ekonomi mikro dan makro tidak saling berkaitan. Justru disebabkan perubahan yang terjadi pada aspek ekonomi makro, maka akan berubah pula keadaan di ekonomi mikro.

Ekonomi makro yang dikenal juga dengan ekonomi publik akan mengkaji hal-hal yang sama sekali berbeda dengan aspek ekonomi mikro. Dalam konteks ekonomi makro, hal-hal yang akan dikaji adalah mengenai pendapatan nasional, investasi, kesempatan kerja, neraca pembayaran, utang negara dan bahkan inflasi dalam suatu negara.

Konsentrasi ekonomi makro yang terpusat pada perekonomian secara menyeluruh, memberikan berbagai manfaat. Melalui kajian ekonomi makro, kita dapat mengetahui pendapatan nasional, neraca pembayaran, dan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Ada pula problematika ekonomi yang menjadi fokus utama dalam kajian ekonomi makro.

Problematika agregat akan menjadi parameter kita dalam menentukan kajian ekonomi makro. Hal terpenting yang ditakutkan oleh banyak negara adalah terjadinya inflasi dan deflasi. Bidang moneter akan menjadi prioritas utama perhatian ekonomi makro karena keadaan yang stabil di bidang moneter akan menjauhkan negara dari kondisi resesi yang menakutkan.

Masalah ekonomi lainnya yang ditangani oleh ekonomi makro yaitu di bidang employment. Jika sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan perekonomian, maka negara sudah berada pada posisi full employment yang berarti aman. Namun jika negara masih belum bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal demi kelancaran roda perekonomian, maka akan terjadi kondisi under employment yang memiliki banyak pengangguran sebagai beban negara.


Problematika terakhir yang akan diselesaikan ekonomi makro adalah pertumbuhan ekonomi. Ekonomi makro akan mengontrol pertumbuhan ekonomi suatu negara dan memastikan terjadi distribusi pendapatan yang terus bergerak ke arah positif. Juga distribusi pendapatan yang trade off. Yaitu jika yang satu membaik maka yang lainnya akan tumbuh berbalik.

Dalam ekonomi makro, kita akan mempelajari mengenai hubungan kausalitas atau sebab-akibat dan hubungan fungsional yang saling memengaruhi. Contoh dari hubungan kausalitas adalah laju inflasi yang disebabkan oleh berlebihannya peredaran uang di masyarakat. Sementara itu, contoh dari hubungan fungsional yaitu hubungan antara konsumsi dan investasi yang tergantung dengan pendapatan. Secara matematis, kita dapat mengingat hubungan ini dengan rumus :

Y = C + I atau Y = C + S

Arti :

Y        = pendapatan

C        = konsumsi

I         = investasi

S        = tabungan

Pemerintah sangat berperan dalam kegiatan ekonomi makro. Tanpa adanya peran pemerintah, maka permasalahan-permasalahan dalam aspek ekonomi makro tidak akan terselesaikan. Hal ini berhubungan erat dengan peran ekonomi makro dalam usaha memajukan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Selanjutnya, kita akan membahas kajian ekonomi secara lebih mendetail. Dalam teori ekonomi makro, ada beberapa aspek yang menjadi kajian. Secara garis besar, aspek-aspek yang dimaksud telah dipaparkan di awal. Namun, untuk lebih mengenal dan memahami, berikut adalah aspek-aspek yang akan dijadikan kajian dalam pembelajaran ekonomi makro :

  1. Pertumbuhan Ekonomi

Sebagaimana yang telah disebutkan berkali-kali oleh banyak pihak. Ekonomi makro bertugas mengontrol dan memastikan perekonomian suatu negara bergerak dinamis – positif. Parameternya adalah permintaan dan penawaran agregat. Dimana harus ada keseimbangan yang menggembirakan antara jumlah pesanan barang secara keseluruhan selama periode tertentu yang biasanya dihitung per satu tahun. Di samping itu, harus diikuti dengan jumlah produksi barang keseluruhan pada tahun tersebut. Sekali lagi, pertumbuhan ekonomi nasional ini harus bergerak aktif. (Baca juga : peran Bank Indonesia)

  1. Pengangguran

Keberadaan pengangguran akan menjadi masalah tersendiri bagi negara. Semakin banyak jumlah penduduk usia produktif yang sudah masuk dalam angkatan kerja, maka seharusnya ekonomi negara juga semakin terbantu. Dengan semakin menumpuknya angkatan kerja yang tidak mendapatkan lahan kerja sesuai kualifikasinya, maka secara langsung pendapatan negara hanya akan dihasilkan oleh segelintir orang. Padahal pendapatan nasional harus dibagi dengan jumlah penduduk keseluruhan. Agaknya inilah yang menjadi perhatian bagi banyak perusahaan besar dan pemerhati sosial.

Jadi bukan hanya pemerintah saja yang terbebani, karena banyaknya pengangguran, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, saat ini orang berlomba-lomba mengolah ide kreatif untuk mendirikan industri kreatif dan berwirausaha agar selain membantu perekonomian keluarga, juga mengangkat angka pendapatan nasional negara.

  1. Interaksi Global

Aspek interaksi ini menjadi penting karena untuk saat ini, tidak ada satu negara pun yang mampu mandiri penuh dalam menutupi kebutuhan-kebutuhan di negaranya. Sumber daya alam, industri tekhnologi dan meubel, bahkan berbagai jenis makanan menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Walaupun sebenarnya bukan kebutuhan primer, tapi tidak adanya tekhnologi terkini akan membuat masyarakat menuntut pemerintah impor. Karena putra-putri Indonesia juga belum mampu memproduksi barang sesuai permintaan pasar dalam negeri. Aspek ini juga akan menjadi ketergantungan dengan kegiatan perdagangan internasional (ekspor-impor) yang mendatangkan devisa bagi negara.

  1. Inflasi

Suatu keadaan disebut inflasi jika terjadi terus menerus dan bersifat umum. Inflasi ini biasanya berkaitan dengan kestabilan politik dalam negeri. Selain inflasi, deflasi yang berlebihan pun menjadi hal yang tidak diinginkan oleh pemerintah. Kelesuan perekonomian seperti ini sudah pernah dialami negara kita. Para pengusaha hingga buruh menjadi susah. Karena itulah inflasi dan deflasi menjadi hal yang sangat diantisipasi oleh semua negara di dunia.

  1. Siklus Ekonomi

Siklus ekonomi yang diharapkan oleh penduduk dan pemerintah tentunya adalah siklus ekonomi yang sehat. Terjadinya resesi yang berkepanjangan di bidang ekonomi akan membuat depresi ekonomi pada suatu negara. Ekspansi negara, perang berkepanjangan, baru merdeka, dan kondisi-kondisi yang tergantung pada kebijakan pemerintah semacam itu akan membuat suatu siklus tertentu. Jika pemerintah mengambil keputusan untuk mengatasi kondisi tersebut, maka kebijakan ini disebut kebijakan antisiklus.

  1. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah terbagi menjadi dua. Kebijakan yang pertama disebut kebijakan moneter. Kebijakan ini biasanya diambil oleh pemerintah ketika mengatasi kondisi inflasi. Kebijakan ini makan mengubah jumlah uang yang beredar dan mengarahkan kondisi ekonomi agar kembali seimbang.

Kebijakan yang kedua adalah kebijakan fiskal. Kebijakan ini memiliki tujuan yang sama dengan kebijakan fiskal, yaitu mengarahkan kondisi ekonomi agar lebih baik, namun dengan cara yang berbeda. Kebijakan fiskal mengubah penerimaan dan pengeluaran negara.

(Baca juga : daftar kode transfer antar bank seluruh Indonesia)

Jadi dengan pembahasan tersebut, kita menjadi tahu bahwa ternyata ekonomi makro digerakkan bukan hanya oleh pemerintah. Ekonomi makro juga didalangi oleh lembaga-lembaga keuangan, produsen, rumah tangga, negara lain. Sementara itu, sebagai orang kecil kita tidak perlu merasa tidak terlibat. Ternyata dengan kemutlakan interaksi global, maka setiap tenaga kerja kita yang dikirim ke luar negeri ikut terlibat dalam usaha pertambahan kesejahteraan ekonomi makro. Baik ekonomi makro maupun mikro, sama-sama saling berkaitan dan tidak boleh diremehkan salah satunya.

Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi