Sponsors Link

6 Transaksi Keuangan Perusahaan Jasa Paling Umum Yang Perlu Anda Tahu

Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang sumber pendapatannya berasal dari hasil penjualan jasa yang dikelola. Sebagai contoh perusahaan rental mobil memperoleh penghasilan dari jasa mobil yang disewakan, perusahaan  loundry pakaian sumber pendapatan utamanya dari jasa mencuci pakaian, dan juga sebuah usaha bengkel mendapatkan penghasilan dari jasa perbaikan terhadap kendaraan motor yang datang ke bengkel tentu berbeda dengan cara memulai bisnis online shop . Jasa merupakan barang yang tidak berwujud secara fisik. Sehingga jumlahnya tidak dapat dihitung. Itulah yang menyebabkan harga  dari penjualan jasa tidak pernah mengikutsertakan harga pokok penjualan dari jasa yang dijual. Sebagai contoh sederhananya, jasa sewa mobil tidak pernah mengikutsertakan harga mobil yang disewakan. Sehingga jasa dan harga pokok barang yang terlibat bukan merupakan satu kesatuan.

Perusahaan jasa dalam mengembangkan pasar jasa dan meningkatkan segmentasi dibidang yang telah digelutinya, maka diperlukan interaksi dengan pihak di luar perusahaan. Interaksi ini lah yang kemudian akan menghasilkan transaksi. Dari interaksi yang terjalin dengan baik maka akan terjadi transaksi jual beli. Dengan transaksi inilah yang membuat perusahaan akan tetap berjalan. Transaksi keuangan sebagai ciri-ciri administrasi usaha  perusahaan merupakan hal yang menyangkut segala transaksi yang diukur dengan menggunakan satuan uang. Transaksi inilah yang kemudian berpengaruh pada kekayaan perusahaan. Berikut akan dijabarkan 6 transaksi keuangan perusahaan jasa paling umum yang perlu anda tahu . Simak selengkapnya.

1. Investasi Oleh Pihak Pemilik dan Calon Pemilik

Sebelum sebuah usaha dimulai tentu yang paling diperlukam adalah modal. Modal inilah yang kemudian akan digunakan saat usaha mulai beroperasi. Dalam sebuah perusahaan jasa modal diperoleh dari dana yang diinvestasikan oleh para pemilik. Jumlah investasi bergantung pada skala usaha. Semakin besar skala usaha tentu dana yang harus diinvestasikan juga semakin besar. Tentunya hal ini bisa diperoleh jika investasi dilakukan oleh beberapa pihak. Adakalanya sebuah usaha dimulai dengan investasi dari beberapa pemilik dan calon pemilik. Dengan begitu maka dana yang diperoleh sebagai modal juga akan besar sehingga dapat membuka usaha dalam skala yang besar dan tentu dapat mengembangkan usaha kedalam skala yang lebih luas jangan sampai termasuk ciri-ciri perusahaan abal-abal .

2. Pembelian Peralatan dan Perlengkapan Baik Secara Kredit Ataupun Tunai

Dalam sebuah industri jasa peralatan dan perlengkapan merupakan hal yang harus dipersiapkan dengan matang. Kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai akan bisa menunjang kegiatan operasional perusahaan. Sehingga tentu akan bisa mendatangkan profit bagi perusahaan dan tidak menimbulkan ciri-ciri perusahaan yang akan bangkrut  . Transaksi pembelian berbagai peralatan termasuk kedalam transaksi perusahaan jasa yan harus dilakukan. Pembelian peralatan dapat dilakukam baik melalui tunai dan kredit dengan mitra penyedia.  Jika pembelian dilakukan melalui transaksi tunai mungkin akan mengeluarkan modal besar. Bagi sebagian pengusaha membeli peralatan penunjang olerasional secara kredit banyak dipilih karena dapat dicicil meskipun bunga  yang diterapkan relatif besar. Kegiatan penyediaan peralatan ini bisa menjadi hal yang rutin harus dilakukan oleh perusahaan.

3. Penerimaan Pendapatan dari Hasil Penjualan Jasa

Tujuan akhir dari sebuah proses yang dilakukan sebuah perusahaan adalah tentu  mendapatkan hasil penjualan yang maksimal. Perusahaan jasa yang beroperasi tentu harus menjual jasa yang ditawarkan agar dapat menghasilkan keuntungan dan pendapatan. Pendapatan tersebutlah yang akan bisa membuat operasional perusahaan dapat berjalan. Transaksi penjualan yang tejadi terhadap jasa yang di tawarkan akan menjadi transaksi atas penjualan jasa tersebut. Setiap transaksi yang terjadi akan tercatat dalam pembukuan yang telah diausun. Dan pada setiap bulannya akan dilakukan evaluasi terhadap hasil penjualan jasa. Jika profit yang dihasilkan belum sesuai target maka akan diupayakan langkah agar pada periode berikutnya bisa mendapatkan hasil penjualan jasa yang lebih baik. Sebagai contoh BUMDes yang sudah berhasil.


4. Pembayaran Berbagai Macam Beban

Untuk dapat menunjang berbagai operasional perusahaan maka ada beberapa hal yang menjadi kewaiban untuk dibayar. Seperti biaya tagihan listrik, telepon, internet dan biaya yang berhubungan dengan administrasi perusahaan seperti contoh tenaga kerja tidak langsung . Biaya tersebut wajib dikeluarkan agar kegaiatan operasional tetap berjalan.Dengan tetap berjalannya operasional maka perusahaan akan beroperasi seperti biasanya. Tentu hal ini akan berimbas pada produk jasa yang akan bisa dijual guna meningkatkan keuntungan yang akan diterima perusahaan. Beban biaya tersebut menyokong dalam kelancaran kegiatan perusahaan. Dengan mengoptimalkan kegunaan dan fungsinya tersebut maka biaya beban tersebut merupakan biaya yang akan rutin dikeluarkan setiap bulannya dengan besaran yang akan bergantung pada pemakaian.

5. Penerimaan Piutang

Piutang merupakan salah satu kebijakan transaksi pembayaran yang diberikan oleh perusahaan  jasa kepada para konsumennya. Konsumen dengan tagihan piutang akan melunasi pembayaran dalam jangka waktu yang disebut dengan termin kredit atau pembayaran. Biasanya kebijakan ini hanya berlaku pada beberapa konsumen saja. Tidak semua konsumen mendapatkan keringanan pembayaran seperti diatas. Semisal konsumen yang memiliki hubungan kedekatan dengan para pemilik perusahaan atau konsumen yang memiliki loyalitas yang tinggi. Perusahaan jasa akan menerbitkan tagihan setiap periodenya hingga tagihan tersebut dilunasi.

6. Pengembalian Harta yang Ditanamkan Oleh Pemilik 

Saat perusahaan telah berjalan dalam periode waktu yang lama. Maka keuntungan yang diperoleh perusahaan jumlahnya tidaklah sedikit. Laba tersebut tentu akan dibagi kepada para pemilik sebelumnya. Investasi awal yang digunakan akan sebagai modal saat perusahaan berdiri tentu harus dikembalikan kepada para pemilik. Pengembalian itu dilakukan saat keuntungan yang dimiliki perusahaan dalam jumlah yang relatif besar. Serta tentu pengembalian harta para pemilik tidak akan mempengaruhi operasional perusahaan selanjutnya. Perusahaan harus dalam kondisi stabil dalam hal finansial saat memutuskan untuk mengembalikan harta para pemilik. Dengan begitu maka perusahaan akan dapat beroperasi sebagaimana sebelumnya. Dan akan terus beroperasi guna mendapatkan pedapatan untuk periode yang selanjutnya. Jangan sampai pengembalian harta tersebut dapat menganggu stabilitas dan operasional perusahaan.

Nah, itulah tadi 6 transaksi keuangan perusahaan jasa paling umum  yang perlu anda tahu. Dengan begitu maka anda akan bisa mementukan setiap transaksi yang akan masuk ke setiap post yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut juga anda akan bisa menentukan aliran transaksi secara jelas. Sehingga anda akan mengurangi resiko kesalahan dalam agenda finansial perusahaan jasa. Jumlah transaksi dalam perusahaan jasa tergantung kepada jenis bidang jasa yang digeluti. Semakin besar bidang jasa yang diusahakan tentu akan semakin kompleks dan banyak jumlah transaksi keuangan yang dilakukan. Semoga dapat dipahami, dan semoga artikel ini dapat membantu.

, ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi