Sponsors Link

11 Contoh Kerjasama Multilateral di Dunia

Suatu negara pada dasarnya memang tidak bisa berdiri sendiri tanpa menjalin hubungan dengan negara lain. Bentuk kerjasama antar negara ada beberapa bentuk dan juga terdiri dari berbagai bidang. Semua bentuk kerjasama antar negara dimaksudkan untuk mempererat persahabatan, perdamaian dan ketertiban antar negara. Selain itu kerjasama antar negara juga bertujuan untuk memajukan berbagai aspek dalam negeri seperti perekonomian, pendidikan, dan lain sebagainya. Kerjasama antar negara bisa digolongkan sebagai: kerjasama bilateral, kerjasama multilateral, dan kerjasama unilateral. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang contoh kerjasama multilateral.

Pengertian kerjasama multilateral

Kerjasama multilateral adalah kerjasama yang anggotanya lebih dari dua negara. Istilah multilateral dalam hubungan internasional bisa didefinisikan sebagai kerjasama yang dilakukan beberapa negara. Anggota yang paling utama kerjasama multilateral adalah negara-negara dengan kekuatan menengah misalnya Kanada. Contoh dari organisasi dunia yang termasuk dalam kerjasama multilateral adalah WTO dan PBB. Negara-negara kecil sejatinya mempunyai peranan yang juga terbatas atau sedikit kekuatan dalam urusan internasional. Namun, negara tersebut bisa berpartisipasi aktif di PBB seperti memberikan hak suara dan mengonsolidasikan dengan negara lain pada jajak pendapat yang dilakukan PBB.

Selain terdiri dari berbagai macam  bentuk lembaga kerjasama; kerjasama multilateral juga memiliki aturan untuk anggotanya. Secara umum kerjasama multilateral melibatkan banyak lembaga untuk mengusung satu tujuan yang menguntungkan bagi semua anggotanya. Berikut ini adalah beberapa contoh kerjasama multilateral.

Contoh kerjasama multilateral

Bank Dunia

Bank Dunia atau World Bank adalah suatu lembaga keuangan dunia yang membantu pembangunan dari suatu negara untuk memperbaiki kehidupan mereka. Lembaga keuangan dunia ini dibentuk berdasarkan konferensi Bretton Woods pada tanggal 27 Desember 1945 namun baru resmi beroperasi pada 25 Juni 1946. Lembaga ini memiliki tugas utama membantu pembangunan negara-negara yang rusak akibat perang dalam bentuk pendanaan dan kebijakan. Selain itu tujuan dibentuknya Bank Dunia antara lain adalah untuk membantu pembangunan dan pendanaan negara anggota, memperkenalkan investasi asing, memperkenalkan pinjaman jangka panjang, serta menyortir program-program yang berkaitan dengan investasi asing. Untuk menjalankan tugasnya, Bank Dunia memiliki beberapa lembaga keuangan dibawah naungannya.

  1. IFC – IFC atau International Financial Corporation merupakan salah satu lembaga dunia di bidang keuangan yang memberikan bantuan berupa modal kepada pihak swasta. Lembaga ini didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan utamanya adalah untuk membantu pembangunan ekonomi negara-negara berkembang. IFC memberikan bantuan modal untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta di suatu negara. Lembaga ini juga membantu sektor swasta untuk mengalokasikan dana mereka di pasar dunia dan juga menyediakan bantuan statistik dan teknis bagi pemerintah dan juga sektor swasta.
  2. IBRD – International Bank for Reconstruction and Development atau IBRD adalah salah satu lembaga dunia dibawah naungan Bank Dunia yang begerak dibidang perbankan untuk kemajuan dan pembangunan di negara berkembang. Lembaga perbankan ini didirikan pada 27 Desember 1945 dan resmi beroperasi pada 6 Juni 1946. Tujuan utama IBRD adalah untuk memberikan bantuan jangka pendek dan jangka panjang kepada negara yang sedang berkembang atau membangun. Lembaga ini juga memberikan bantuan teknis secara cuma-cuma serta membantu mengembangkan perdagangan internasional.
  3. ICSID – ICSID merupakan singkatan dari International Centre for Settlement of Investment Disputes, yaitu asosiasi internasional yang bertugas untuk mengatasi perselisihan investasi internasional. Lembaga ini dibentuk pada tahun 1966. Tugas utama ICSID adalah untuk mengatasi penanaman atau perselisihan modal yang dilakukan pemerintah dengan pihak asing.
  4. IDA – Intenational Development Association adalah suatu asosiasi di bawah naungan Bank Dunia untuk menangani masalah pembangunan yang dibentuk pada 15 September 1960. Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, mendorong pembangunan ekonomi, serta menaikkan taraf hidup negara-negara anggota yang belum maju. IDA juga memberikan bantuan atau proyek hibah kepada negara miskin seperti pembanguna saluran air bersih, mengurangi efek rumah kaca, atau menggulangi wabah penyakit.
  5. MIGA – MIGA atau Multilateral Investment Guarantee Agency merupakan suatu lembaga penjamin investasi multilateral. Lembaga ini didirikan dengan tujuan utama untuk menjamin penanaman investasi atau modal langsung ke negara-negara berkembang. Sebagai contoh mendirikan perusahaan atau pabrik, pembangunan jalan, pembangkit tenaga listrik dan lain sebagainya.

(Baca juga : Hubungan Pasar Uang dan Pasar Modal dalam Perekonomian – Fungsi Pasar Modal Dalam Perekonomian Negara – Manfaat Pasar Modal Bagi Emiten)

IMF

International Monetary Fund atau IMF adalah suatu lembaga keuangan dunia yang memiliki wewenang untuk menangani masalah keuangan. Masalah keuangan yang berada dibawah wewenang IMF adalah pengangguran yang tinggi, inflasi keuangan, depresiasi mata uang yang disebabkan karena persaingan dalam perdaganagn antar negara, sistem keuangan dan perbankan negara yang runtuh, serta neraca pembayaran yang defisit. IMF didirikan pada tanggal 22 Juni 1944. Negara-negara pendiri IMF menyepakati pembentukan lembaga ini untuk memperbaiki perekonomian dunia pasca perang dunia II. Untuk tujuan ini, IMF memberikan bantuan pinjaman dana untuk membantu negara anggota yang mengalami masalah keuangan.

ECOSOC

ECOSOC atau  Economic and Social Council merupakan suatu lembaga dunia yang menangani masalah sosial dan ekonomi. Lembaga ini dibentuk pertama kali di London pada 23 Januari 1946 dengan tugas utama untuk mengoordinasi pekerjaan sosial dan ekonomi PBB, memfasilitasi pertukaran pendidikan dan budaya internasional, serta menampung isu-isu hak asasi manusia. ECOSOC menaungi beberapa lembaga khusus PBB yaitu:

  1. ILO – International Labour Organization atau Organisasi buruh dunia merupakan sutau lembaga khusus yang menangani masalah perburuhan. Tujuan utama didirikannya organisasi ini adalah untuk mendorong kesejahteraan buruh, mewujudkan keadilan sosial, serta menciptakan kestabilan sosial dan ekonomi.
  2. FAO – Food and Agriculture Organization adalah suatu lembaga dibawah naungan PBB untuk menangani masalah pertanian dan pangan. Lembaga ini memiliki tujuan utama untuk mengurangi bahaya kelaparan, meningkatkan kualitas pangan, serta mendorong pembangunaan pedesaan.
  3. WHO – World Health Organization merupakan suatu lembaga yang menangani masalah kesehatan di berbagai negara di dunia. Lembaga ini juga membantu penanganan wabah penyakit di suatu negara.
  4. UNESCO – Unites Nations Education Scientific Cultural Organization merupakan suatu lembaga PBB yang menangani masalah pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. Lembaga ini yang memfasilitasi pertukaran pelajar antar negara serta pengembangan ilmu pengetahuan di negara-negara anggota.

Artikel terkait:


WTO

World Trade Organization atau WTO adalah suatu organisasi yang menangani pedagangan dunia. Perdagangan negara dibawah naungan lembaga ini diatur berdasarkan kesepakan diantara anggota. Tugas utama WTO adalah menyelesaikan sengketa dagang di antara negara anggota. Lembaga ini juga menyusun peraturan dan dilengkapi dengan pengadilan tinggi untuk menfasilitasi negara yang ingin banding karena tidak setuju dengan sanksi yang dijatuhkan WTO.

, , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi