Sponsors Link

6 Negara Yang Masih Menganut Sistem Ekonomi Tradisional

Fungsi sistem ekonomi adalah sebagai perangkat ekonomi yang memiliki tujuan untuk menjawab segala permasalahan apa, bagaimana, dan untuk siap barang diproduksi.

Sistem ekonomi terdiri dari empat jenis, yaitu:

  1. Sistem ekonomi tradisional, di mana sistem ekonomi dikendalikan oleh tradisi dan adat istiadat secara turun-temurun. Sehingga permasalahan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi ditentukan oleh adat.
  2. Sistem ekonomi komando, di mana sistem ekonomi dikendalikan oleh pemerintah. Salah satu kelebihan sistem ekonomi komando adalah pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam perekonomian.
  3. Sistem ekonomi pasar, di mana sistem ekonomi dikendalikan oleh pasar (sistem ekonomi liberal). Adanya sistem harga, pasar, dan laba pada sistem ini mampu menjawab permasalahan apa, bagaimana, dan untuk barang diproduksi.
  4. Sistem ekonomi campuran, di mana sistem ekonomi dikendalikan oleh kombinasi adat istiadat, pemerintah, dan pasar. Indonesia adalah negara yang menganut sistem ekonomi campuran.

Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi sederhana yang kegiatannya dilakukan sesuai dengan tradisi dan adat istiadat secara turun-temurun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berikut adalah ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

  1. Segala kegiatan ekonomi yang dilakukan masih terpengaruh pada tradisi dan adat istiadat turun-temurun.
  2. Tidak memiliki pemisah antara rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi.
  3. Tidak memiliki pembagian kerja yang jelas, kalaupun ada pembagian kerja yang diterapkan masih sederhana.
  4. Teknologi dan peralatan yang digunakan masih tergolong sangat sederhana.
  5. Produksi yang dilakukan masyarakat hanya bersifat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
  6. Adanya sistem barter (pertukaran barang).
  7. Masyarakatnya masih terpaku pada hasil alam dan tenaga manusia digunakan sebagai pengolahnya.
  8. Masyarakatnya bersifat statis, hal ini dikarenakan kurang atau tidak adanya hubungan dengan dunia luar.
  9. Pemerintah hanya berperan sebagai penjaga ketertiban umum, tidak turut campur tangan dalam kegiatan ekonomi.

Saat ini, hanya sedikit negara yang masih menerapkan sistem ekonomi tradisional. Sistem ekonomi tradisional biasanya terlihat di daerah pedalaman dan terpencil yang terisolasi dari dunia luar. Berikut adalah beberapa daerah dan negara yang menganut sistem ekonomi tradisional.

1. Lembah Baliem

Lembah Baliem berada di negara Indonesia. Lembah Baliem adalah lembah pegunungan di Jayawijaya, Papua. Lokasi Lembah Baliem berada pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi pegunungan. Penduduk Lembah Baliem merupakan suku Dani, suku Yali, dan suku Lani.

Sistem ekonomi yang diterapkan di wilayah ini masih terbilang sistem ekonomi tradisional. Mata pencaharian kebanyakan penduduk Lembah Baliem adalah bercocok tanam dan beternak. Hasil perkebunan terdiri dari ubi jalar, pisang, tebu, dan tembakau.Peralatan yang digunakan untuk bercocok tanam masih sederhana, seperti tongkat dari kayu yang berbentuk linggis dan kapak batu.

Untuk sektor peternakan, kebanyakan penduduk melakukan ternak babi. Bagi suku Dani, bagian-bagian pada tubuh babi memiliki kegunaan sebagai sumber makanan, perlengkapan upacara adat, hiasan, dan dapat digunakan sebagai pisau. Bahkan babi tidak jarang digunakan sebagai alat tukar antar penduduk (barter). Beberapa penduduk Lembah Baliem juga melakukan perdagangan, seperti berdagang kayu, kulit binatang, bulu burung, dan kapak.

2. Papua Nugini

Pada sektor ekonomi, Papua Nugini menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Padahal, Papua Nugini memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah. Pengelolaan sumber daya tersebut terhambat karena tingginya biaya infrastruktur pendukung dan juga medan yang sulit untuk ditempuh.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Papua Nugini adalah bercocok tanam. Tumbuhan yang ditanam seperti ubi jalar, singkong, talas, kelapa, kelapa sawit, kopi, karet, teh, dan kakao. Hasil hutan Papua Nugini juga terbilang cukup besar.


3. Mobaye

Mobaye adalah sebuah desa tradisional yang ada di Afrika Tengah. Mobaye sering mengalami krisis ekonomi dan konflik antar penduduk pun sering terjadi. Pasokan listrik di Mobaye masih sangat langka. Mobaye dihuni oleh 7.000 jiwa penduduk.

4. Mbaiki

Mbaiki adalah ibukota dari negara Republik Afrika Tengah. Kebanyakan penduduk bermata pencaharian sebagai petani kopi dan kayu. Permasalahan yang ada di Mbaiki adalah diantaranya kurangnya perawatan medis yang mengakibatkan angka kematian cukup tinggi, kemiskinan, dan juga banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah.

5. Batangafo

Batangafo adalah sebuah kota yang berada di prefektur Republik Afrika Tengah di Ouham. Batangafo terletak di pertemuan Sungai Ouham dan Fafa.Di kota Batangafo juga terdapat konflik kemanusiaan.

6. Malawi

Malawi adalah sebuah negara di daratan Afrika bagian selatan. Malawi dikelilingi daratan Afrika Tengah bagian selatan dan dikelilingi negara-negara yang paling tidak berkembang di dunia. Perekonomian negara Malawi didominasi oleh sektor pertanian. Kebanyakan penduduk tinggal di daerah pedesaan.

Permasalahan sosial dan ekonomi yang ada di Malawi seperti kurangnya akses kesehatan, pendapatan penduduk yang sangat rendah, serta kualitas pendidikan yang buruk.

Demikianlah daftar daerah dan negara yang menganut sistem ekonomi tradisional. Dan ternyata sebagian dari mereka memang sengaja menutup diri dari pengaruh luar yang mereka anggap merusak tatanan negara mereka. Semoga bermanfaat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi