Sponsors Link

15 Kelebihan dan Kekurangan Lisensi Yang Harus Diketahui

Lisensi ini adalah sebuah hal yang secara legal bisa melindungi siapapun untuk menggunakan atau misalnya mengunduh sebuah aplikasi jika berasal dari sebuah software tanpa melanggar atau dianggap mencuri apapun. Secara garis besar, lisensi ini adalah sebuah hak yang akan diberikan kepada sang pencipta atau penemu atas perlindungan terhadap barang atau jasa hasil temuan mereka tersebut. Jadi siapapun yang berniat menggunakan, menyebarluaskan dan memperbanyak akan dikenakan serangkaian prosedur dan biaya tertentu untuk menghargai hasil jerih payah dari sang pemilik atau penemu. Jadi, tidak lagi mudah disalah gunakan demi kepentingan apapun kedepannya. Seperti penyebab kegagalan ekonomi alibaba, ada sejumlah faktor penting yang berperan dalam masalah lisensi ini. Agar berhasil, pengaturan lisensi harus menguntungkan semua pihak yang terlibat. Dengan memperoleh hak paten, pemegang lisensi dapat:

ads
  • Menciptakan produk baru, layanan, dan peluang pasar untuk diri mereka sendiri
  • Mengurangi biaya untuk memperoleh teknologi baru, tanpa harus mengembangkan sendiri
  • Menghemat waktu untuk mendapatkan produk baru ke pasar
  • Mendapatkan keunggulan kompetitif dibandingkan saingan, terutama jika lisensi mereka eksklusif

Jika diberlakukan dengan benar, lisensi dapat menguntungkan dan saling menguntungkan baik bagi pemegang paten maupun pemegang lisensi seperti cara memulai bisnis transportasi dan logistik. Namun, perizinan juga dapat meningkatkan potensi persaingan dan risiko bagi kedua belah pihak, sehingga penting untuk mempertimbangkan potensi jebakan.

Kelebihan dan Kekurangan Lisensi

Berikut penjabaran kelebihan dan kekurangan lisensi yang akan kita bahas dimulai dari kelebihannya, yaitu:

  1. Ini adalah rute yang hemat biaya untuk membawa produk ke pasar
    Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk memasarkan produk Anda. Yaitu biaya produksi, pengemasan, paten, pemasaran atau penjualan.
  2. Ini merukan jalan yang memilikirisiko rendah untuk masuk ke pasar tertentu.
  3. Perusahaan, yang melisensikan produk Anda dari Anda, akan mengetahui pasar atau industri dan tahu cara mengeluarkan produk Anda di sana.
  4. Terkadang perusahaan, yang melisensikan produk Anda, akan memberi Anda sebagian dari royalti yang diharapkan sebagai pembayaran di muka.
  5. Jika Anda memilih rute royalti, pembayaran berkelanjutan Anda (royalti) dapat berlangsung selama bertahun-tahun tergantung pada perjanjian Anda.
  6. Anda tidak perlu mencari uang untuk mengkomersialkan produk Anda. Penerima lisensi akan bertanggung jawab atas biaya pembuatan, distribusi, pengemasan, pemasaran dan penjualan, dll.
  7. Anda bisa mendapatkan inovasi Anda ke pasar lebih cepat. Jika Anda mengeluarkan lisensi untuk bisnis yang sudah mapan, Anda akan dapat meningkatkan pengalaman, infrastruktur, dan keterlibatan mereka. Mereka biasanya akan lebih bisa memindahkan produk Anda ke pasar dengan lebih mudah dan cepat.
  8. Anda dapat masuk ke pasar baru. Bergantung pada kesepakatan dan pemegang lisensi, Anda mungkin dapat mengakses pasar yang tertutup untuk impor, menghindari pajak ekspor atau mengurangi risiko yang terkait dengan ekspansi internasional.
  9. Anda akan dapat menghasilkan pendapatan. Pemegang lisensi akan membayar hak untuk memegang lisensi untuk paten Anda. Ini bisa berupa pembayaran sekali saja, pembayaran berkelanjutan yang dikenal sebagai royalti, atau pembayaran variabel tergantung pada keuntungan.
  10. Anda mempertahankan kepemilikan atas kekayaan intelektual Anda. Lisensi memungkinkan Anda untuk memberi pemasok, pesaing, atau bisnis pelengkap hak tertentu atas paten Anda, sambil menerima pendapatan royalti dan tetap mempertahankan kepemilikan aset Anda.

Berikut adalah beberapa kekurangan lisensi:

  1. Anda dapat kehilangan kendali atas produk Anda. Artinya, Anda tidak memiliki kendali atas pengemasan, distribusi, biaya, penjualan, dan pemasaran atau bahkan bagaimana produk itu diproduksi.
  2. Perusahaan mungkin melisensikan produk Anda, tetapi tidak pernah memproduksinya. Jika perusahaan ingin “merek” produk Anda, Anda tidak punya hak suara dalam hal ini.
  3. Banyak produk tidak mendapatkan lisensi. Anda mungkin tidak mendapatkan pembayaran apa pun atau jika Anda melakukannya mungkin sangat sedikit. Berarti produk Anda mungkin tidak berhasil atau tidak ada yang mau membeli produk Anda. Tanpa penjualan, tanpa royalti.
  4. Terkadang perusahaan akan membuat Anda membayar sejumlah kecil jika produk dikembalikan, rusak atau mengalami penurunan harga (penjualan).
  5. Mungkin perlu waktu sebelum Anda melihat royalti Anda. Terkadang perusahaan akan membayar setiap triwulan. Walaupun ini mungkin terdengar bagus, empat perempat dalam setahun, setiap triwulan adalah tiga bulan, setiap tiga bulan Anda mendapatkan cek (menyediakan produk Anda jual) Anda mungkin tidak benar-benar mendapatkan uang sampai kuartal berikutnya setelah penjualan produk.

Seperti yang Anda lihat ada beberapa hal yang ingin Anda pertimbangkan sebelum beralih menggunakan lisensi. Beberapa mungkin melihat pro lebih besar daripada kontra dan sebaliknya, tetapi jika Anda serius tentang lisensi, akan menguntungkan Anda untuk menemukan agen lisensi atau seseorang yang tahu tentang perjanjian lisensi. Seperti halnya apa pun, Anda ingin memastikan bahwa Anda melakukan riset dan uji tuntas pada siapa pun yang Anda pikirkan untuk digunakan.

, , ,
Oleh :
Kategori : Branding