Manajemen Krisis: Pengertian – Contoh Kasus dan Tahapan Pengelolaan

Apakah kalian pernah mendengar apa itu manajemen krisis?

Krisis sangatlah berbeda dengan masalah sehari-hari dan menjadi minat publik dan media.

Krisis merupakan suatu masalah besar yang datang secara tidak terduga dan dapat membawa dampak negatif maupun positif kepada organisasi terkait.

Pengertian Manajemen Krisis

Krisis merupakan keadaan, kejadian atau dugaan yang bisa mengancam secara tidak terduga dan tidak diharapkan, berdampak dramatis, merusak reputasi serta mengganggu.

Keberlangsungan individu atau organisasi yang mendorong organisasi pada suatu kekacauan (chaos) yang berdampak pada karyawan, produk, jasa dan kondisi keuangan.

Krisis juga merupakan, suatu masa yang kritis berkaitan dengan suatu peristiwa yang kemungkinan pengaruhnya negatif terhadap organisasi.

Karena itu, keputusan cepat dan tepat perlu dilakukan agar tidak mempengaruhi keseluruhan operasional organisasi.

Model Manajemen Krisis

Berikut adalah beberapa model manajemen krisis:

  • Pra krisis (Signal detection, prevention, preparation)

Merupakan suatu tindakan membentuk pengetahuan tentang krisis (lebih bersifat internal), menyamakan persepsi diantara anggota organisasi.

  • Krisis (Mengetahui peristiwa-peristiwa pemicu dan respon, damage containment)

Merupakan suatu tindakan memengaruhi persepsi publik tentang krisis, persepsi tentang organisasi dan segala upaya organisasi mengatasi krisis.

  • Pasca krisis (Recovery, learning, follow up informasi dengan publik, kerjasama untuk investigasi, berupaya kembali normal)

Merupakan suatu tindakan memulihkan reputasi dan mengembalikan reputasi yang sempat hilang akibat krisis.

Contoh Kasus Krisis Ekonomi di Indonesia

Contoh Kasus Manajemen Krisis yang disebabkan bencana alam pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Indonesia rentan terhadap bencana alam dan peristiwa-peristiwa di luar kendali, yang berpengaruh negatif pada bisnis dan hasil usaha kami

Banyak daerah di Indonesia, termasuk daerah yang beroperasi, rentan terhadap bencana alam seperti banjir, petir, angin ribut, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran dan juga kekeringan.

Pemadaman listrik dan peristiwa lainnya yang berada di luar kendali. Kepulauan Indonesia adalah salah satu daerah vulkanik paling aktif di dunia karena berada di zona konvergensi dari tiga lempeng litosfer utama,

Sehingga mengalami aktivitas seismik yang dapat menyebabkan gempa bumi, tsunami atau gelombang pasang yang merusak.

Dari waktu ke waktu, bencana alam telah menelan korban jiwa, merugikan atau membuat sejumlah besar masyarakat mengungsi dan merusak peralatan.

Peristiwa-peristiwa seperti ini telah terjadi di masa lalu, dan dapat terjadi lagi di masa depan,

Mengganggu kegiatan usaha, menyebabkan kerusakan pada peralatan dan memberikan pengaruh buruk terhadap kinerja finansial dan keuntungan.

Tahapan Pengelolaan Manajemen Krisis

Berikut adalah beberapa tahap pengelolaan manajemen krisis:

Pre-Crisis

Fase ini menitikberatkan pada pencegahan dan persiapan. Pencegahan termasuk mencari cara untuk mengurangi risiko yang dapat berujung pada krisis.

Sedangkan persiapan di antaranya ialah membuat rencana manajemen krisis, memilih anggota tim krisis manajemen, serta melatih anggota tim agar dapat beradaptasi dengan krisis nantinya.

Laurence Barton menerangkan dengan lengkap apa saja yang harus dilakukan sebagai bentuk manajemen krisis pada bukunya yang berjudul Crisis in Organizations II.

Crisis Response

Di fase ini, para manajemen harus bertindak langsung untuk merespon krisis terkait.

Respon krisis merupakan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh manajemen saat krisis terjadi.

Public relation atau PR memegang peranan penting dalam merespon krisis tersebut.

Salah satunya dengan membantu dan mendampingi proses pengembangan pesan yang dikirim atau disampaikan ke instansi-instansi terkait.

Post Crisis

Setelah krisis, perusahaan atau organisasi dapat kembali menjalankan bisnisnya seperti semula.

Meski krisis bukan lagi menjadi poin utama dalam perhatian manajemen, tapi perhatian lebih lanjut tetap dibutuhkan.

Perusahaan diharapkan dapat memenuhi komitmen yang dibuat saat krisis terjadi.

Saat ini dilakukan, pemberitahuan informasi lebih lanjut dibutuhkan untuk disebarkan ke masyarakat atau pihak terkait.

Selain itu, sebuah organisasi atau perusahaan diharapkan dapat mencari cara untuk persiapan yang lebih baik pada krisis di masa depan.