Sponsors Link

2 Teori Ekspor Menurut Para Ahli Yang Wajib Diketahui

Ekspor merupakan salah satu bagian dari perdanganan internasional. Dalam hal ini ekspor memiliki pengertian yakni kegiatan perdagangan yang dilakukan untuk menjual barang ataupun jasa keluar negeri, dalam upaya untuk memperoleh keuntungan. Masyarakat Indonesia sendiri telah akrab dengan istilah perdagangan dan teori perdagangan internasional menurut para ahli . Bahkan sebagian besar masyarakat kita juga berprofesi sebagai pedagang, baik pedagang skala kecil ataupun menengah hingga skala besar. Inilah mengapa perdagangan menjadi salah satu indistri yang paling berpengaruh bagi perekonomian negeri ini.

ads

Dengan melihat kondisi diatas tentu ekspor sendiri memiliki arti yang penting dan bukan menjadi faktor penyebab inflasi . Dalam hal ini, ekspor akan mampu menunjukkan  produk unggulan yang menjadi salah satu sumber pendapatan  dan devisa negara. Dilain hal, ekspor juga merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Pencapaian angka ekspor yang tinggi menunjukkan bahwa negara kita memberikan pengaruh yang cukup dominan dalam pasar dan perdagangan internasional.

Terlepas dari itu semua, tentunya juga membuat beberapa teori mengenai ekspor berkembang di masyarakat simak juga dampak inflasi . Keberadaan teori ini tentu dapat mempermudah kita semua untuk lebih memahami dan mengkaji lebih dalam mengenai ekspor. Berikut 2 teori ekspor menurut para ahli yang wajib diketahui. Simak selengkapnya.

1. Teori Keunggulan Komparatif (Theory Of Conparatuve Advantage)

Teori pertama mengenai ekspor yang dikemukakan ahli ialah yeori keunggulan komparatif. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Dalam teori ini, ia menyatakan bahwa perdagangan internasional atau ekspor dapat terjadi apabila terdapat perbedaan keunggulan komparatid dari setiap negara. Keunggulan komparatif ini dapat dicapai apabila sebuah negara mampu memproduksi sejumlah barang dengan volume besar namun dengan biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.

Sebagai contoh, dalam kasus dimana Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi Kopi dan Timah. Indonesia dengan sumber kekayaan alam yang melimpah mampu memproduksi kopi dengan biaya lebih rendah dari Malaysia. Namun, Indonesia tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan lebih murah dari Malaysia. Sebaliknya Malaysia mampu memproduksi Timah lebih murah dari Indonesia, namun tidak mampu memproduksi kopi yang lebih murah dan efisien simak juga penyebab ekonomi lemah.

Sponsors Link

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, Indonesia memiliki keungulan komparatif dalam hal mempoduksi kopi di banding Malaysia. Sedangkan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam hal memproduksi timah. Dalam hal ini perdagangan internasional antara kedua negara dapat berlangsung jika mereka bertukar kedua komoditas tadi. Yakni Indonesia mengirimkan Kopi ke Malaysia dan sebaliknya Malaysia mengirimkan timah ke Indonesia.

Teori ini memandang bahwa sebuah negara dapat menghasilkan banyak keuntungan dengan menjual keunggulan komparatif yang dimilikinya ke negara lain simak juga faktor penghambat pertumbuhan ekonomi . Selain itu, pendapatan yang diperoleh juga dapat berasal dari spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktifitas dan efisiensi tinggi. Dalam hal ini, tentunya faktor utama penentu adalah jumlah Sumber daya alam dan sumbet daya manusia yang mampu mengolah dengan biaya kecil namun  menghasilkan volume yang lebih besar ketimbang negara lain.

2. Teori Keunggulan Kompetitif 

Teori ini dikembangkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1990 dalam sebuah bukunya yang berjudul “The Competitive Advantage Of Nation” . Ia berpendapat bahwa terdapat empat hal yang menyebabkan perusahaan dapat saling berkompetisi sehingga memunculkan adanya keunggulan kompetisi. Keempat hal tersebut antara lain adalah :

  • Kondisi Faktor Produksi (Factor Conditions)

Kondisi ini yakni posisi dimana suatu negara dalam faktor produksi (tenaga kerja terampil, infrastruktur dan teknologi) yang dibutuhkan untuk bersaing dengan industri tertentu. Dalam hal ini untuk dapat memenangkan kompetisi tentu faktor produksi yang ada harus dimaksimalkan sedemikian rupa. Karena jika terdapat nilai minus pada salah satu faktor saja maka tidak akan mungkin anda dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.

Sponsors Link

Seperti yang kita tahu bahwa, untuk dapat masuk ke pasar global tentu saja anda harus memiliki keunggulah dibandingkan dengan perusahaan lain. Mengingay standar kompetisi semakin tinggi, maka tentu untuk dapat memenangkannya kita harus mampu memaksimalkan faktor produksi yang ada. Jangan sampai terdapat kekeliruan dan bahkan kesalahan yang akan berakibat pada kalahnya kita dalam kompetisi merebut pasar internasional.

  • Kondisi Permintaan (Demand Conditions)

Kondisi ini merupakan kondisi dimana terdapaf sifat permintaan domestik terhadap barang dan jasa pada industri tertentu. Artinya bahwa, sebuah produk atau jasa tidak selalu memiliki timgkat permintaan yang tinggi dipasaran. Dalam hal ini sebelum mampu melakukan ekspor tentu kita harus mempertimbangkan kondisi pasar domestik. Dimana jika pemenuhan produk tersebut telah dikatakan cukup bagi pasar domestic maka tentu produk atau jasa tersebut dapat diekspor keluar.

Dalam hal ini, terkadang barang atau jasa yang di produksi tidak cukuo diminati oleh pasar domestic. Namun lain halnya ketika produk dan jasa tersebut dijual ke pasar global. Nyatanya produk tersebut amat diminati. Tentunya dalam hal ini kemampuan dalam membaca kondisi permintaan pasar haruslah relavan dan sesuai dengan kenyataan.

  • Industri Terkait dan Industri Pendukung (Related and Supporting Industries)

Dalam hal ini keberadaan dan ketiadaan industri pemasok dan industri terkait yang kompetitif secara internasional di negara tersebut juga menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam ekspor. Keberadaan industri pemasok dan terkait akan sangat mendukung, Apalagi jika kedua industri tersebut mampu berkompetisi dalam pasar global. Tentunya peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama dalam memperoleh pasar yang semakin luas dan besar dalam pasar internasional simak juga contoh tenaga kerja terampil.

  • Strategi, Struktur dan Persaingan Perusahaan 

Merupakan kondisi dalam negeri yang menentukan bagaimana perusahaan-perusahaan dibentuk, diorganisasi, dan dikelola serta sifat persaingan domestik. Dalam hal ini, peranan semua struktur perusahaan dan pemerintah sangat terkait. Dalam upaya menciptakan perusahaan yang mampu bersaing secara domestik. Sehingga akan mampu memenangkan persaingan dan tampil pada pasar global.

Itulah tadi, 2 teori ekspor menurut para ahli yang wajib  diketahui. Hal ini tentu akan semakin menambah pengetahuan tentang ekspor itu sendiri. Dalam teori tersebut di ungkapkan secara jelas hal yang memdasari sebuah negara dapat melakukan perdagaangan internasional. Melihat begitu pentingnya ekspor bagi perekonomian sebuah negara tentu hal ini juga merupakan dampak dari teori yang telah terlebih dahulu ada. Semoga anda semakin dapat memahaminya lebih dalam, dan semoga artikel ini dapat bermanfaat .

, , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi