Sponsors Link

2 Contoh Teori Permintaan Yang Paling Umum Digunakan

Permintaan merupakan  keinginan konsumen untuk dapat membeli barang dalam berbagai tingkatan harga selama peroide tertentu. Secara gamblangnya permintaan dapat didefinisiakan sebagai banyaknya jumlah barang yang diminta oleh pasar tertentu, dengan tingkat harga tertentu, pada tingkat pendapatan tertentu serta pada periode waktu tertentu. Besar kecilnya permintaan sangat ditentukan oleh tingkat harga, tinggi rendahnya harga sebuah produk akan mempengaruhi permintaan produk tersebut dipasaran sebagaimana juga teori ekspor menurut para ahli .

ads

Dalam hal ini, hubungan antara permintaan, harga barang dan jumlsh produk akan membentuk sebuah hukum yang dikenal sebagai hukum permintaan serta simak juga teori perdagangan internasional menurut para ahli . Dalam hukum permintaan dinyatakan bahwa “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.” . 

Selain hukum permintaan, dalam perkembangannya juga terdapat contoh teori-teori permintaan yang akan membuat kita memahami secara lebih dalam mengenai permintaan itu sendiri sebagaimana juga faktor penyebab inflasi . Dalam teorinya permintaan dibedakan dalam beberapa kelompok yakni berdasarkan daya beli dan jumlah subyek pendukung. Berikut 2 contoh teori permintaan yang paling umum digunakan .  Simak selengkapnya.

1. Permintaan Menurut Daya Beli

Dalam teori ini dijelaskan bahwa permintaan diakibatkan karena adanya daya beli dari konsumen. Berdasarkan hal tersebut, permintaan dibagi kedalam tiga macam, yakni :

  • Permintaan Effect

Permintaan effect merupakan permintaan masyarakat tethadap suatu barang, dimana mereka memiliki kemampuan untuk membeli atau membayar barang tersebut simak juga dampak inflasi . Permintaan ini terjadi karena konsumen benar-benar membutuhkan barang tersebut, dan memiliki kemampuan untuk membayarnya. Contoh : Pak Edi sangat membutukan beras, dan ia memiliki kemampuan untuk membeli 10Kg beras.

Dari contoh diatas, dapat diartikan secara luas bahwa, beras menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Artinya bahwa setiap manusia dalam hal ini adalah konsumen membutuhkan barang tersebut. Karena merupakan barang yang di butuhkan maka kemampuan untuk membeli barang ini juga telah terukur. Artinya bahwa adanya permintaan terhadap barang yang dibutuhkan dan kemudian diikuti dengan kemampuan untuk membelinya.

Sponsors Link

  • Permintaan Potesial

Permintaan potensial ialah permintaan terhadap suatu barang atau jasa tertentu, yang sebenarnya mereka memiliki kemampuan untuk membelinya. Namun, belum melaksanakam pembelian barang atau jasa tersebut. Pada dasarnya permintaan ini cenderung di pengaruhi oleh kemampuan membeli namun, belum ada keinginan untuk memdapatkan barang atau jasa tersebut. Contoh : Pak Luki sebenarnya memiliki uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum memilki keinginan untuk membeli kulkas tersebut.

Berdasarkan contoh diatas, dapat diartikan bahwa, kemampuan daya beli sudah ada namun tidak diikuti oleh keinginan. Sehingga menyebabkan barang tersebut belum dapat dimiliki. Namun, pada dasarnya kondisi ini juga merupakan sebuah permintaan terhadap suatu barang/jasa tertentu. Tidak menutup kemungkinan jika suagu saat pak Luki akan membeli kulkas, karena memang ia memiliki kemampuan untuk membeli dan membayarnya simak juga penyebab ekonomi lemah .

  • Permintaan Absolut 

Permintaan absolut merupakan permintaan konsumen  terhadap suatu barang atau jasa namun, tidak diikuti dengan kemampuan untuk membelinya sebagaimana ciri-ciri ekonomi konvensional . Dalam hal ini, konsumen memiliki keinginan terhadap suatu barang tertentu, dan pada kenyataannya ia tidak memiliki cukup uang untuk membelinya. Agar lebih memahaminya, maka anda bisa menyimak contoh berikut. Andi ingin membeli sebuah sepatu oleh raga bermerek, namun ia belum memiliki cukup uang untuk membelinya. Sehingga, keinginan untuk dapat memiliki sepatu olehraga belum terpenuhi simak juga indikator keberhasilan pembangunan desa .

Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa, kemampuan knsumen untuk membeli barang yang diinginkan masih terkendala oleh minimnya daya beli. Bisa dikatakan permintaan absolut merupakan kebalikam dari permintaan potensial. Namun, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat uang Andi tercukupi maka ia akan mendapatkan sepatu olah raga yang ia idamkan tadi .

2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya 

Dalam hal ini, teori permintaan menurut jumlah subjek pendukungnya berkaitan langsung dengan pelaku pasar atau konsumen sebagaimana juga ciri-ciri ekonomi pancasila . Dalam hal ini permintaan ini dibagi kedalam dua macam permintaan, yakni :

  • Permintaan Individu

Permintaan individu merupakan permintaan seseorang terhadap barang atau jasa yang ia butuhkan, dalam rangka memenuhi kebutuban hidupnya. Permintaan individu atau perseorangan ini merupakan jenis permintaan yang paling mendasar. Dimana setiap orang yang memiliki kebutuhan dan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasti akan memiliki permintaan terhadap sejumlah barang tertentu. Permintaan ini, berkaitan dengan selera, keinginanan dan kemampuan daya beli yang dimiliki oleh masing-masing individu. Karena bisa jadi permintaan antara satu individu dengan individu lainnya tidak akan sama.

Sponsors Link

Dalam hal ini, pasar akan merespon permintaan individu dengan menyediakan barang atau jasa yang bervariasi seperti juga kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi syariah . Dengan demikian maka setiap individu akam mampu memenuhi kebutuhan hidupnya berdasarkan selera dan kemampuan daya beli. Selama masih ada individu yang hidup maka permintaan terhadap suatu jenis barang atau jasa akan tetap ada.

  • Permintaan Kolektif 

Permintaan kolektif lebih dikenal juga dengan permintaan pasar merupakan kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan atau individu atau permintaan secara keseluruhan terhadap konsumen di pasar simak juga contoh sistem ekonomi liberal . Lebih sederhananya ialah permintaan kolektif didefinisikan sebagai kumpulan permintaan individu yang ada dalam suatu pasar. Artinya bahwa permintaan kolektif jumlahnya akan lebih besar karena mencakup permintaan kelompok atau individu yang lebih kompleks.

Membahas teori permintaan, kita tidak bisa mengesampingkan faktor yang mempengaruhi permintaan. Faktor-faktor ini ikut berperan dalam mendalami contoh teori permintaan yang telah ada. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain :

  • Selera.
  • Pendapatan Konsumen.
  • Harga Barang Pengganti/Substitusi.
  • Harga barang/jasa pelengkap.
  • Perkiraan harga di masa yang akan datang.
  • Intensitas kebutuhan konsumen.

Faktor-faktor tersebut menentukan jumlah permintaan terhadap sebuah barang/jasa di pasaran. Dalam satu periode tidak selalu sebuah barang/jasa memiliki permintaan yang tinggi. Hubungan antara faktor permintaan, harga dan volume permintaan digambarkan dalam sebuah kurva yang dikenal sebagai kurva permintaan. Berdasarkan contoh teori permintaan yang ada, maka dalam prakteknya permintaan juga mencakup beberapa hal dan unsur yang tidak dapat dipisahkan.

Itulah, tadi 2 contoh teori permintaan yang  paling umum digunakan  . Tentunya dapat semakin menambah sumber pengetahuan bagi anda untuk lebih memahami tentang permintaan. Sebagai sebuah fenomena yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan perekonomian manusia, maka permintaan juga bisa menjadi sebuah standar dan indikator dalam mengukur kemampuan finansial seseorang,  kelompok ataupun pasar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi