7 Tips Sukses Peluang Bisnis Bengkel Motor

Motor merupakan alat transportasi yang dimiliki dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan lebih dari itu, motor juga menjadi salah satu alat transportasi yang digunakan oleh beberapa pengusaha sebagai media pengiriman, atau media berdagang keliling. Maraknya penggunaan motor dalam berbagai aspek kehidupan disertai dengan kemudahan pengajuan kredit oleh beberapa dealer menjadikan jumlah pengguna motor kian meroket setiap tahun. Tidak main-main, populasi peningkatan kepemilikan motor di ibukota dan kota-kota besar mencapai 12 persen setiap tahun.

Peningkatan kepemilikan motor ini menciptakan pangsa pasar yang besar bagi para pengusaha bisnis motor. Bahkan seiring perkembangan teknologi, bengkel motor termasuk dalam salah satu peluang bisnis yang menjanjikan jangka panjang. Terdapat tiga jenis bengkel motor yang secara umum beroperasi di Indonesia, antara lain:

  • Bengkel motor yang terafiliasi dengan merek motor tertentu atau bengkel motor resmi
  • Bengkel motor yang tidak terafiliasi dengan merek motor tertentu, sehingga mampu melayani segala jenis motor
  • Bengkel motor custom yang hanya melayani modifikasi motor

Nah, jika anda berminat untuk memulai bisnis bengkel motor, maka inilah tujuh tips sukses peluang bisnis bengkel motor yang perlu anda pahami. Mari kita simak!

1. Miliki Passion dan Wawasan Luas Tentang Jenis Bisnis yang Digeluti

Membuka usaha bengkel motor bisa dikatakan gampang-gampang susah. Anda sebagai calon pemilik bengkel harus memiliki passion dan wawasan yang luas tentang bisnis ini. Dengan kata lain, anda harus betul-betul paham seluk beluk bisnis bengkel motor. Hal tersebut akan anda perlukan terutama dalam mendata apa saja yang harus anda siapkan sebelum membuka bengkel motor. Tanpa passion dan wawasan yang luas, maka bisnis anda dipastikan memiliki kemungkinan kecil untuk berkembang.

2. Perhitungkan Estimasi Biaya Yang Diperlukan

Membuka usaha bengkel motor membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya yang anda butuhkan meliputi biaya sewa lokasi, biaya renovasi, biaya pengadaan barang, biaya gaji untuk montir dan admin, dan biaya operasional seperti listrik, air, dan koneksi internet (jika diperlukan).

Apalagi jika anda memutuskan untuk berafiliasi dengan merek motor tertentu, maka anda perlu membayar sejumlah dana sebagai investasi awal. Karena jumlah modal yang dikeluarkan tidak sedikit, maka sebaiknya anda memperhitungkan serinci mungkin estimasi biaya yang anda perlukan. Perincian estimasi biaya ini akan membantu anda menentukan tarif layanan dan harga jual suku cadang.

3. Memilih Lokasi

Sebagaimana layaknya bisnis, anda harus memilih lokasi dengan akses terbaik agar bisnis anda mudah ditemukan oleh para pelanggan saat dibutuhkan. Jika anda memilih untuk bergabung sebagai bengkel motor resmi merek tertentu, maka ada persyaratan mengenai lokasi bisnis. Untuk membuka bengkel Ahass milik Honda, misalnya, anda diminta menyiapkan lokasi bisnis yang strategis dengan luas sekitar 5 x 13 meter persegi, boleh berupa ruko.

4. Merekrut Montir Yang Dapat Diandalkan

Selanjutnya, pada saat membuka bengkel, tentunya anda tidak mungkin dapat mengatasi seluruh pekerjaan sendirian, terlebih jika bengkel anda tergolong ramai pelanggan. Anda perlu merekrut beberapa montir yang akan membantu anda melayani pelanggan. Montir merupakan contoh tenaga kerja terampil yang mencerminkan kualitas layanan bengkel anda. Karena itulah, penting bagi anda untuk bersikap selektif dan teliti dalam merekrut montir. Pastikan montir yang anda rekrut dapat mengikuti instruksi dengan baik, berpengalaman, dan memiliki karakter yang baik.

5. Survey Harga Suku Cadang

Membuka bisnis bengkel motor memerlukan modal yang tidak sedikit. Salah satu biaya yang jumlahnya dapat anda minimalisir ialah biaya pengadaan suku cadang. Caranya mudah, anda hanya perlu melakukan survey terhadap harga-harga suku cadang yang ditawarkan oleh para pemasok dan membuat perbandingan kualitas produk. Anda dapat membandingkan harga suku cadang di supplier dengan reseller online di Bukalapak. Dengan demikian, anda akan mampu membuat keputusan pembelian barang yang lebih rasional sekaligus meminimalkan modal yang anda keluarkan.

6. Menyiapkan Strategi Promosi

Kebanyakan pemilik bisnis bengkel motor merasa enggan melakukan promosi karena merasa bahwa usahanya pasti dibutuhkan orang. Ini adalah anggapan yang salah, padahal justru dengan melakukan promosi, bisnis anda akan mampu mempertahankan keuntungan yang diperoleh melalui hadirnya pelanggan-pelanggan baru serta munculnya loyalitas dari pelanggan tetap. Tidak adanya strategi promosi yang dipersiapkan oleh perusahaan merupakan salah satu penyebab kegagalan usaha kecil atau besar yang perlu diwaspadai.

7. Menguasai Teknik Mekanik

Terakhir, sebagai pemilik bisnis bengkel motor, anda perlu menguasai teknik mekanik. Sebagai pemilik, passion dan wawasan luas saja tidak cukup menjadi bekal bagi anda. Anda perlu menguasai sendiri teknik mekanik. Tujuannya ialah agar anda dapat melakukan pengawasan terhadap hasil kerja montir atau karyawan anda. Pengawasan merupakan salah satu manfaat audit internal yang perlu anda lakukan sebagai strategi mempertahankan kualitas layanan. Selain itu, jika anda menguasai teknik mekanik, anda juga dapat memberikan saran kepada pelanggan terkait hal-hal yang membutuhkan perbaikan.

Itulah tujuh tips sukses peluang bisnis bengkel motor yang perlu anda pahami. Semoga bermanfaat!