Sponsors Link

13 Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis Terbesar

Ekonomi adalah hal yang sangat penting yang harus dijalankan oleh sebuah negara. Hanya saja, ada banyak sistem ekonomi yang diberlakukan sehingga sistem ekonomi negara yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Salah satu sistem tersebut adalah kapital atau yang biasa dikenal dengan sistem ekonomi kapitalis. Apa sebenarnya penjelasan dari sistem ekonomi kapitalis itu? Mana saja negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis?

ads

Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis memiliki kebiasaan berbeda dari negara yang menganut sistem ekonomi sosialis. Perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi tersebut. Pemerintah negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis tidak turut campur atas kegiatan ekonomi yang dilakukan warga negaranya berbeda dengan negara yang menganut sistem ekonomi sosialis dimana pemerintah berperan aktif dalam mengawasi kegiatan ekonomi warga-warganya.

Selain terdapat negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis dan sosialis ternyata ada beberapa negara yang menganut sistem ekonomi campuran antara sosialis dan liberal seperti India dan Filipina. Perbedaan yang mendasar dari ekonomi campuran dibanding sistem ekonomi kapitalis dan sosialis adalah regulasi atau aturan yang diberikan oleh pemerintah kepada setiap warga negaranya dalam menjalankan kegiatan perekonomian.

Secara umum, sistem perekonomian kapitalis adalah sistem perekonomian dimana industri, perdagangan, sampai dengan produksi dan distribusi dilakukan sepenuhnya oleh individu atau pihak swasta. Seperti sudah disinggung diawal, pemerintah negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis tidak bisa turut campur dalam setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan warga negaranya.

Selain seluruh kegiatan perekonomian dikuasai oleh swasta, sistem perekonomian kapitalis ini selalu berorientasi terhadap hasil atau keuntungan. Bahkan tidak jarang, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, terkadang mereka harus mempekerjakan pekerja dibawah usia produktif agar bisa dibayar dibawah standart. Inilah yang menjadikan kapitalis berbeda dari sistem-sistem ekonomi lain seperti ekonomi syariah. Perbedaan inilah yang menjadikan karakteristik sistem ekonomi kapitalis biasanya hanya digunakan oleh negara-negara kapitalis yang enggan menggunakan karakteristik ekonomi syariah dimana mereka harus melakukan bagi hasil dan menjalankan perekonomian sesuai tuntunan agama.

Selain beberapa karakteristik diatas, ciri-ciri lain dari sistem ekonomi kapitalis lain yang harus diketahui adalah:

  1. Sistem ekonomi kapitalis mengakui secara luas hak-hak pribadi yang dimiliki oleh setiap individu. Hal ini terjadi karena hampir seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan dijalankan oleh pihak swasta
  2. Harga produk diatur oleh mekanisme yang berlaku didalam pasar.
  3. Pemerintah tidak turut campur dalam setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh warga negaranya.
  4. Sarana dan prasarana kegiatan ekonomi dimiliki oleh swasta sehingga kemungkinan terjadi pasar monopoli bisa saja terjadi dalam prakteknya.

Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

  1. Kelebihan

Walaupun sistem ekonomi kapitalis hampir seluruhnya dikuasai oleh pihak swasta, namun sistem ekonomi kapitalis memiliki kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh sistem ekonomi lainnya. Beberapa kelebihan tersebut adalah:

  • Setiap individu yang terlibat didalamnya diberikan kesempatan yang sama dan rata untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
  • Sangat menghargai kerja keras setiap pihak yang terlibat.
  • Memiliki pasar dengan daya saing yang ketat sehingga mampu mendorong daya kreatif untuk berkreasi dan berinovasi agar tetap mendapatkan perhatian dari pasar.
  • Setiap orang akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kebebasan finansial.

2. Kekurangan

Beberapa kelebihan dari sistem ekonomi kapitalis pada poin diatas menjelaskan bahwa ternyata sistem ini termasuk salah satu sistem yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Namun, lembaga ekonomi internasional juga menemukan beberapa kekurangan dari sistem ekonomi ini. Beberapa kekurangan tersebut adalah:

Sponsors Link

  • Jika permintaan pasar sedang tinggi dan ketersediaan bahan baku menipis, kemungkinan dilakukannya eksploitasi sumber daya alam bisa saja terjadi.
  • Untuk menekan modal biaya produksi, terkadang sistem ekonomi kapitalis menggunakan tenaga kerja dengan upah bayaran yang sangat kecil.
  • Mendapatkan profit dalam jumlah yang besar merupakan tujuan utama dari sistem ekonomi ini.

Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis

Walaupun dinilai memiliki banyak kekurangan dibandingkan sistem ekonomi yang lainnya, namun ternyata ada beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi ini dan berhasil meningkatkan pertumbuhan perekonomiannya. Salah satu alasannya adalah karena sistem ekonomi kapitalis dinilai mampu memberikan keuntungan bagi negara dan paling sesuai bagi mereka karena sesuai dengan budaya dan latar belakang dari negara tersebut. Beberapa contoh negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis tersebut adalah:

  1. Amerika Serikat

Amerika Serikat termasuk salah satu negara yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis campuran yang ciri-cirinya tidak jauh brbeda dari ciri-ciri sistem ekonomi konvensional. Dengan sistem ekonomi seperti ini, Amerika Serikat (AS) termasuk negara importir terbesar dan eksportir nomer dua terbesar yang ada didunia dimana sektor manufakturnya di dominasi oleh produk-produk kimia.

Secara umum, ada beberapa faktor yang menjadikan AS menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Seperti misalnya memiliki sumber daya alam yang melimpah, pengembangan infrastruktur yang dilakukan dengan sangat baik, serta memiliki produktifitas yang tinggi.

Contoh tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh AS adalah memproduksi energi nuklir dan listrik. Tidak hanya itu, AS juga dikenal sebagai salah satu produsen terbesar gas alam liquid, sulfur, garam, dan fosfat di dunia.

  1. Jerman

Ciri-ciri yang dimiliki oleh sistem ekonomi kapitalis termasuk kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam pasar persaingan tidak sempurna, yaitu jumlah penjual dan pembeli berbeda cukup jauh atau pasar monopoli. Namun, walaupun banyak kekurangan yang dimiliki oleh sistem ekonomi kapitalis, Jerman membuktikan diri sebagai negara dengan ekonomi terbesar dan terkuat di eropa.

Ada beberapa hal yang dimiliki oleh Jerman sehingga mendapat predikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di eropa. Beberapa faktor tersebut adalah:

  • Tingkat korupsi yang kecil,
  • Kapitalisasi pasar besar,
  • Memiliki tingkat inovasi yang tinggi, dan
  • Memiliki tenaga kerja dengan kemampuan yang tinggi.
Sponsors Link

  1. Inggris

Inggris adalah negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis yang lainnya setelah Amerika Serikat adan Jerman. Bahkan, perekonomian Inggris termasuk perekonomian terbesar yang ada di dunia. Salah satu hal yang dilakukan oleh Inggris hingga mendapatkan predikat seperti itu adalah menerapkan sistem ekonomi campuran. Sistem ini adalah salah satu sistem yang menggunakan sebagian besar prinsip yang digunakan pasar bebas untuk menghindari berbagai macam faktor penyebab ekonomi lesu. Namun, walaupun seperti itu, Inggris tetap mempertahankan infrastruktur kesejahteraan sosial yang dimiliki olehnya. Dengan sistem ini Inggris termasuk negara yang memiliki kondisi pajak yang kompetitif jika dibandingkan negara eropa yang lainnya.

Itulah tiga contoh negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis dalam menjalankan roda perekonomiannya yang ada didunia. Dari negara-negara tersebut kita bisa belajar banyak tentang seluk beluk kapitalis ataupun kelebihan dan kekurangan pasar persaingan tidak sempurna. Hanya saja, walaupun seperti itu, sistem perekonomian kapitalis sejatinya tidak akan berjalan tanpa adanya peran pasar dalam perekonomian tempat dimana sistem tersebut diberlakukan. Semoga bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro