Sponsors Link

14 Karakteristik Ekonomi Syariah Perlu Diketahui

Ekonomi syariah merupakan salah satu konsep perekonomian yang muncul dengan nilai-nilai islam yang dipegang teguh. Ekonomi syariah muncul sebagai jawaban dari keresahan umat islam yang menganggap sistem konvensional banyak yang melanggar aturan islam. Pada dasarnya perbedaan utama dari ekonomi syariah dan ekonomi konvensional adalah nilai-nilai yang digunakan jika ekonomi syariah mengutamakan nilai-nilai islam, namun ekonomi konvensional lebih bebas dan mencangkup semua agama bukan hanya islam saja. (Baca Juga: Contoh Tindakan Ekonomi Dalam Kehidupan Sehari hari , Contoh Prinsip Ekonomi Dalam Kehidupan Sehari-Hari)

Dalam artikel kali ini kita akan bersama membahas mengenai karakteristik yang dimiliki oleh ekonomi syariah.

  1. Menggunakan sistem bagi hasil

Dalam melaksanakan kegiatan atau aktivitasnya ekonomi syariah mengedepankan sebuah keadilan. Keadilan tersebut diwujudkan dalam bentuk sistem bagi hasil. Maksud dari sistem bagi hasil yakni hasil atau keuntungan dari sebuah aktivitas ekonomi dibagi menjadi dua jadi antara Bank dan nasabah sama-sama untung. Bagi hasil merupakan kebalikan dari bunga yang dianggap riba dalam islam. Pada dasarnya dalam islam memang praktek riba dalam bentuk sistem bunga telah dilarang yakni terdapat dalam Al- Qur’an surat Al-Baqarah ayat 278-279. Bisa dibilang sistem bagi hasil ini menjadi jawaban dari dilarangnya sistem bunga, dengan menggunakan sistem ini nasabah tetap mendapatkan sebuah keuntungan dari aktivitas menabungnya namun tetap dalam koridor islamiyah. (baca juga : teori perilaku konsumen , Aturan Koperasi Simpan Pinjam)

  1. Memadukan antara nilai spiritual dan material

Bukan berarti dalam ekonomi syariah para nasabahnya atau pelaku ekonomi tidak mendapatkan keuntungan. Kehadiran ekonomi syariah adalah untuk membantu para nasabah dalam mendapatkan keuntungan secara islami atau dalam koridor nilai-nilai islam. Berbeda dengan ekonomi konvensional yang hanya dihiasi dengan materialisme atau berfokus pada keuntungan saja tak peduli apa yang akan mereka terima. Namun di ekonomi syariah inilah terjadi keseimbangan antara material atau keuntungan dengan nilai-nilai spiritual. Maksud dari pernyataan ini adalah dalam ekonomi syariah ini para nasabah dan pelaku ekonomi diharapkan mampu mengamalkan sebuah aktivitas dimana mereka mengesampingkan sebagian hartanya untuk yang membutuhkan baik untuk zakat, infaq maupun shodaqah. (baca juga : peran penting bank syariah , Keuntungan Usaha Bisnis Laundry)

  1. Memberikan kebebasan sesuai dengan nilai islami

Mungkin banyak dari kita menganggap dengan adanya landasan nilai-nilai islam kita sebagai pelaku ekonomi dibatasi dalam praktek atau kegiatan kita, hal ini kurang benar. Karena pada dasarnya dalam ekonomi syariah setiap individu diberikan kebebasan dalam bertindak dan berperilaku dalam perekonomian mereka diberikan hak dan kewajiban sesuai apa yang mereka kerjakan. Jai setiap individu akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi perekonomian. Namun kebebasan yang dimaksud di sini bukan kebebasan yang menyeluruh dan seenaknya sendiri, setiap individu memang diberikan kebebasan namun dibatasai dengan landasan atau nilai-nilai islam, jadi mereka hrus mempertanggungjawabkan segala apa yang mereka kerjakan.

Artikel terkait kebijakan : kebijakan ekonomi mikro – kebijakan ekonomi makro

  1. Mengakui kepemilikan multijenis

Yang dimaksud dengan kepemilikan multijenis yakni kepemilikan dana atau semua harta dalam perekonomian adalah mutlak milik Allah, kepemilikan manusia sebenarnya adalah hanya titipan dari Allah. Manusia diberikan dana atau harta untuk diolahnya dengan baik sehingga mampu menghasilkan sebuah hasil yang bermanfaat bagi semua pihak atau kemaslahatan umum. dengan adanya kesadaran akan hal ini maka dipastikan manusia akan lebih mudah dalam menjalankan kegiatan perekonomiannya dan hasilnyapun akan memuaskan karena mereka sadar bahwa semua harta atau kepemilikan hanya titipan dari Allah dan sewaktu-waktu akan diambil. Dengan kesadaran ini manusia tidak akan terobsesi mencari keuntungan berlebih namun lebih menuju ke ridho Allah. Inilah yang membedakan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional yang mengakui kepemilikan tunggal yakni harta adalah milik manusia. (Baca juga : tujuan mempelajari ilmu ekonomi ,  kebutuhan dasar manusia)

  1. Memperhatikan kemaslahatan umat

Dalam ekonomi syariah tidak ada perbedaan atau strata sosial yang terbentuk, dalam ekonomi syariah semua sama tergantung pada apa yang mereka lakukan. Yang menjadi fokus dari segala bentuk aktivitas ditujukan untuk kemaslahatan umat, jadi semua lapisan masyarakat bisa merasakan keuntungan dan manfaat dari aktivitas ekonomi yang dilaksanakan. Selain itu dalam ekonomi syariah tidak adanya dikotomi antara satu pihak dengan yang lainnya. Hal ini berarti ekonomi syariah berusaha untuk menciptakan keseimbangan hidup antara diri sendiri dan kepentingan umum, tidak ada yang lebih penting namun saling melengkapi. (Baca juga : faktor pembangunan ekonomi ,  Peran Pemerintah Sebagai Pelaku Ekonomi)

  1. Segala kegiatan terikat pada akidah, syariah dan moral

Dalam prakteknya ekonomi syariah melarang segala bentuk aktivitas atau kegiatan yang merugikan baik untuk diri sendiri atau orang lain, seperti pemborosan, menimbun perak dan emas, mencegah peredaran uang, dan lain sebagainya itu dilarang dalam ekonomi syariah. Karena pada dasarnya ekonomi syariah menyandarkan segala bentuk kegiatan perekonomian disandarkan pada akidah, syariah maupun moral. Bisa dibilang ekonomi syariah ini memiliki sebuah kesempurnaan atau kelengkapan dimana adanya sinergitas antara akidah, syariah dan moral, karena memang dalam hidup manusia tiga aspek ini menjadi penting dalam kehidupan karena bisa menjadi penyeimbang dalam kegiatan ekonominya. (Baca juga : prinsip-prinsip ekonomi syariah ,  Bisnis Rumahan Modal Kecil Yang Menguntungkan)

  1. Menjaga keseimbangan rohani dan jasmani

Islam merupakan agama yang sempurna dimana mampu memadukan antara unsur keagamaan serta unsur sekularitas atau keduniaan. Konsep inilah yang menjadi landasan bagi ekonomi syariah, dimana segala bentuk kebijakannya ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani. Hal ini berarti segala bentuk aktivitas ekonomi diharapkan mampu memberikan keuntungan serta ketenangan dalam hidup. Berbeda dengan konvensional dimana segala bentuk aktivitas perekonomian diarahkan pada pencarian keuntungan hanya jasmani saja yang dipenuhi. (Baca Juga: penyebab kegagalan usaha ,  investasi reksadan syariah)

  1. Memberikan ruang bagi negara dan pemerintah

Dalam ekonomi syariah peran pemerintah dibutuhkan dan diakui. Dalam segala bentuk kegiatan atau aktivitas yang bersangkutan dengan perekonomian pasti di situ ada pemerintah yang bertindak sebagai pengawas dan pengambilan keputusan tertinggi. Ekonomi syariah menyadari bahwasannya manusia memiliki sifat lahiriyah yang selalu ingin lebih baik daripada yang lainnya, dengan hal ini maka resiko timbul sebuah problem atau permasalahan besar maka dari itulah pemerintah diberikan ruang untuk menyelesaikan masalah yang ada atau bisa dibilang menjadi pihak penengah. Dalam islam pun kita diwajibkan untuk taat kepada pimpinankita yang disini berarti negara atau pemrintah. Hal ini terjadi karena memang yang mengathui seluk beluk suatu negara mulai dari hal terkecil hingga terbesar adalah pemerintah, jadi memang peran pemerintah dibutuhkan dalam mengatasi sebuah problema perekonomian yang ada. Salah satu contohnya ketika terjadi inflasi, maka pemerintah akan bertindak untuk mengatsi hal ini dengan menerapkan sebuah kebijakan agar harga kembali stabil dan masyarakatpun kembali sejahtera. (Baca juga : pengertian motif ekonomi ,  produk-produk bank syariah)

  1. Memberikan bimbingan konsumsi

Konsumsi dalam perekonomian merupakan kegiatan inti dan juga menjadi aspek peling menentukan kemajuan atau perkembangan perekonomian suatu negara. Kegiatan konsumsi pada dasarnya berisi tentang pembelian produk, penggunaan produk, dan pemanfaatan produk. Dimana semua proses tersebut harus memiliki sebuah dasar yang baik, konsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan yang memang benar-benar dibutuhkan. Namun sering kali dalam hal seperti ini masih banyak masyarakat yang tidak mempedulikan dasar atau aturan dalam melakukan konsumsi. Selama ada uang mereka akan terus melakukan kegiatan konsumsi tanpa memperhatikan kegunaan produk tersebut, mereka hanya fokus pada sebuah keinginan. Dari sinilah ekonomi syariah hadir sebagai jalan bagaimana melakukan konsumsi yang baik atau secara islami. Tidak mudah memahami sebuah konsep konsumsi yang islami perlu keteguhan dan kesungguhan dalam malaksanakannya. Dalam islam segala bentuk konsumsi harus berguna dan bermanfaat bagi individu maupun kemaslahatan umat. Dimana setiap muslim tetap melakukan sebuah konsumsi dengan sewajarnya dan secukupnya selain itu juga berfikir untuk berkontribusi kepada pihak-pihak yang benar-benar membutuhkan. (Baca juga : teori perilaku konsumen dan produsen)

  1. Melarang paraktek riba

Bekonomi yang islami merupakan  wujud atau produk yang dihasilkan oleh ekonomi syariah. Dalam ekonomi islami tentunya tidak ada kegiatan atau bentuk aktivitas yang melanggar ajaran islam. Kita tahu sendiri bahwasannya akhir-akhir ini praktek riba sering dilakukan oleh siapa saja demi memperoleh keuntungan baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disadari. Maka dari itu dalam islam praktek riba haram dilakukan karena memang akan mengganggu jasmani dan rohani sang pelaku. Riba membuat harta yang kita miliki akan menjadi terkontaminasi dengan hal yang negatif tentu hal ini akan tetap terbawa dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Bayangkan saja ketika riba terus menerus kita lakukan secara sengaja atau tidak maka kan memupuk dan mengendap pada diri kita dan tentunya itu akan berdampak buruk bagi kita. oleh karena itu ekonomi syariah hadir dengan tujuan merubah kebiasaan buruk itu menjadi lebih baik dengan cara menerapkan beberapa kebijakan atau alternatif yang bisa membuat kita aman dan terhindar dari segala bentuk penyelewengan. (Baca juga : prinsip ekonomi syariah dan penjelasannya)

  1. Memberikan petunjuk investasi

Ketika kita terjunn ke dunia perekonomian pasti tak lepas dari yang namanya investasi. Dalam islampun telah diatur bagaimana investasi yang benar dan baik. Setidaknya ada lima kriteria yang harus dipenuhi dalam berinvestasi yakni :

  • Proyek yang baik menurut islam

Segala bentuk proyek investasi harus didasarkan atas nilai-nilai kesilaman dimana mampu menguntungkan bagi segala pihak. Perlu diketahui bahwasannya dalam menyusun sebuah proyek harus mempertimbangkan segala aspek bukan hanya pada satu sisi. Kita tahu bahwasannya dengan masuknya nilai-nilai keislaman dalam sebuah proyek investasi maka akan menghasilkan keuntungan yang luar biasa, bukan hanya dunia namun juga akhirat. Dan tak kalah pentingnya investasi merupakan sebuah aktivitas jangka panjang jadi harus difikirkan dan dipersiapkan dengan baik sehingga hasilnya pun juga akan berdampak baik bagi kehidupan masyarakat. (Baca juga: Sumber Dana Bank Syariah)

  • Bermanfaat bagi masyarakat luas

Investasi yang diberlakukan dalam ekonomi syariah difokuskan pada kemaslahatan umat atau bermanfaat bagi semua warga. Pada dasarnya dalam islam memang diajarkan untuk bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Jika kegiatan tersebut lebih banyak mengandung mudharat daripada manfaatnya maka kegiatan tersebut harus dinonaktifkan. (Baca juga : tujuan kebiajkan ekonomi moneter)

  • Memperbaiki pendapatan atau kekayaan

Kita tahu sendiri bahwasannya pengangguran dan pendapatan masyarakat di negara kita tidak merata. Untuk itu ekonomi syariah akan menumpas masalah tersebut. Investasi yang dilakukan harus berfokus pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. (Baca juga : tujuan ekonomi kreatif)

  • Memelihara dan mengembangkan harta

Investasi dalam ekonomi syraiah tidak seperti di ekonomi konvensional yang besar kemungkinan bisa rugi atau yang lainnya karena hanya fokus pada pencarian keuntungan. Inilah yang membedakan ekonomi syariah dengan yang lainnya karena yang difokuskan adalah bukan hanya pengembangan harta namun juga pemeliharaannya.

  • Melindungi kepentingan masyarakat

Kepentingan masyarakat harus dijunjung dan dijaga karena masyarakat merupakan sumber terbesar dari perekonomian. Jika masyarakat kesejahteraannya terjamin maka perkembangan ekonomipun juga akan meningkat. (Baca juga : pengertian masyarakat ekonomi asean)

  1. Menghindari transaksi yang beresiko

Konsep utama yang diterapkan oleh ekonomi syariah adalah menyedikitkan resiko. Dimana segala bentuk transaksi yang berlandaskan pada spekulasi atau memiliki resiko tinggi dihindari karena hal tersebut akan membawa dampak negatif bagi perekonomian suatu negara. Jika kita menengok krisis finansial yang terjadi di Asia tahun 90 an disebabkan oleh transaksi yang spekulatif sehingga banyak terjadi sebuah kesalahan. Berlandaskan atas beberapa masalah tersebut maka dalam ekonomi syariah menghindari yang namanya transaksi yang deretive atau beresiko. (Baca juga : sebab-sebab kelangkaan , fungsi lembaga pembiayaan)

  1. Pemberlakuan zakat

Perlu anda ketahui bahwasannya semakin kita pelit untuk berbagi maka rezeki juga akan sulit didapat. Dalam islam penumpukan harta merupakan penyebab utama harta tidak berkah. Selain itu penumpukan harta ini juga salah satu penyebab terjadinya ketidakmerataan pendapatan antara satu dengan yang lainnya. Poin penting disini yakni penumpukan harta menjadikan kemiskinan dan pengangguran dalam kehidupan masyarakat. sebenarnya banyak rumusan yang dilakukan oleh para ahli untuk mengatasi permsalahan ini. (baca juga : manfaat ekonomi kreatif , ekonomi syariah)

Namun sebenarnya ada satu cara yang mudah dan efektif untuk mengatasi masalah ini, yakni dengan menerapkan konsep zakat. Dimana pihak yang memiliki dana atau harta yang lebih memberikan sebagian hartanya kepada pihak yang membutuhkan dalam bentuk pembukaan lapang kerja atau pemberian modal. Dengan cara ini harta dari pihak yang berkuasa dan memiliki akan bersih dan bermanfaat, dan di sisi lain pihak yang membutuhkan bisa memperbaiki taraf kehidupannya. Bisa kita lihat permasalahan ketidak merataan, kemiskinan dan pengangguran akan mampu teratasi. Inilah merupakan prinsip atau konsep yang diterapkan dalam ekonomi syariah.

  1. Menerapkan konsep ekonomi wasathi

Mungkin kita semua masih asing mendengar istilah ekonomi wasathi. Ekonomi wasathi merupakan sebuah sistem perekonomian yang bersifat dan bercirikhas sebagai sistem yang moderat atau netral. Hal ini berarti dalam ekonomi syariah tidak hanya mengakui kepemilikan individu seperti sistem ekonomi kapitalis, maupun hanya mnegakui kepemilikan publik tanpa memperhatikan kepemilikan pribadi seperti yang ada di sistem ekonomi komunis. Namun yang ada di sistem ekonomi syariah adalah mengakui segala kepemilikan baik individu maupun kepemilikan publik. Tentu hal ini akan membuahkan hasil yang baik bagi pertumbuhan perekonomian suatu negara. Dengan adanya sistem terbuka ini maka semua pihak memiliki kesempatan untuk maju dan berkembang sehingga ada banyak inovasi dan kreatifitas yang tercipta dalam sebuah persaingan sehat. (baca juga : prinsip ekonomi syariah , Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional)

Itulah beberapa karakteristik yang dimiliki oleh ekonomi syariah. Dimana ekonomi syariah ini mementingkan kemaslahatan umat tidak terpaku pada konsep yang kaku atau kolot tapi dinamis dan mengikuti perkembangan zaman namun juga selalu mempertimbangkan dan mengutamakan nilai-nilai keislaman yang ada. Artikel terkait : dasar hukum Bank syariah

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Syariah