Sponsors Link

Patut Anda Ketahui, 5 Cara Berjualan ala Dropshipper

Perkembangan teknologi yang demikian pesat membawa berbagai dampak bagi masyarakat, baik positif maupun negatif. Salah satunya dalam hal berbisnis. Kemajuan teknologi yang ditandai maraknya penggunaan internet menciptakan berbagai peluang bisnis sekaligus pesaing baru. Dropship merupakan salah satu dari sekian banyak peluang bisnis yang mulai banyak diminati seiring kemajuan teknologi. Minimnya jumlah modal yang diperlukan seringkali dijadikan alasan utama para pemula memilih dropship sebagai langkah awal memulai bisnis.

Apa yang dimaksud dengan dropshipDropship adalah kegiatan bisnis yang dilakukan oleh dropshipper dengan cara menjadi perantara bagi pembeli dan supplier. Dropshipper menawarkan barang yang dijual oleh supplier kepada pembeli. Pembeli harus melakukan pemesanan dan pembayaran sebelum akhirnya pesanan tersebut akan diteruskan oleh dropshipper kepada supplier.

Terakhir, barang akan dikirimkan oleh supplier kepada pembeli atas nama dropshipper. Agar dapat memahami lebih lanjut mengenai bagaimana cara berjualan yang dilakukan oleh dropshipper, mari kita simak pembahasan berikut.

  1. Dropshipper adalah Perantara

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, dropshipper merupakan perantara dalam hubungan antara supplier dan pembeli. Dropship tercipta sebagai wujud strategi pemasaran perusahaan agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itulah, biasanya perusahaan memberikan perjanjian yang memuat tentang harga beli barang dari supplier dan pembagian komisi penjualan sebagai fasilitas.

Perbedaan antara dropshipper dan reseller dalam perannya sebagai perantara terletak pada perlu tidaknya memiliki stok barang. Reseller wajib memiliki stok barang yang ia beli dari supplier, sedangkan dropshipper tidak wajib memiliki stok barang karena pengiriman akan dilakukan oleh supplier langsung kepada pembeli. Akan tetapi, dropshipper dapat membuat konfirmasi transaksi kepada supplier agar pada saat pengiriman, nama toko dropship-lah yang tertulis sebagai pengirim. Hal ini dapat dilakukan sebagai strategi mengurangi persaingan antar sesama dropshipper.

  1. Dropshipper sebagai Bisnis Minim Modal yang Menguntungkan

Terdapat beberapa keuntungan yang dapat anda raih sebagai dropshipper. Pertama, anda tidak membutuhkan banyak modal. Karena dropshipper pada dasarnya baru melakukan transaksi setelah pembeli melakukan pembayaran atas pesanan yang ia buat. Sistem dropship memungkinkan anda tetap dapat menjalankan bisnis walau tanpa modal sepeserpun.

Kedua, anda tidak memerlukan ruangan kosong untuk menyimpan stok barang. Karena jika anda memilih menjadi dropshipper maka anda tidak diwajibkan untuk memiliki stok atas barang yang anda jual. Hal ini sekaligus akan meminimalisir jumlah modal yang anda keluarkan.

Ketiga, anda memperoleh untung (profit) dari selisih antara harga beli dari supplier dan harga jual kepada konsumen. Meskipun besar profit margin yang kita harapkan biasanya sudah ditentukan terlebih dahulu oleh perusahaan, yakni sekitar 10 hingga 20 persen, akan tetapi nantinya anda juga masih memperoleh tambahan berupa komisi penjualan. Mudah dan minim modal, inilah yang membuat dropship cocok dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa.

  1. Klasifikasi Target Pasar dan Pemilihan Jenis Produk

Ini merupakan langkah penting yang menentukan perjalanan bisnis anda sebagai dropshipper. Anda perlu mengklasifikasikan target pasar untuk menentukan jenis konsumen mana yang ingin anda layani serta bagaimana anda menyusun strategi pemasaran. Selain itu, penentuan target pasar juga akan membantu anda dalam menganalisa kebutuhan mereka.

Dengan demikian anda dapat lebih mudah menentukan jenis produk yang akan anda jual untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Penting bagi anda untuk memahami bahwa setiap produk akan mudah terjual pada pasarnya masing-masing. Apabila anda mengharapkan persaingan yang tidak terlalu ketat, maka anda harus menjual produk yang unik namun tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

  1. Seleksi Supplier

Sebagai seorang pebisnis, tentunya anda tidak dapat bekerjasama dengan sembarang orang. Konsep yang sama perlu anda terapkan sebagai dropshipper. Anda tidak boleh mudah percaya dengan sembarang supplier karena supplier merupakan kunci kesuksesan bisnis anda. Jika anda salah menentukan supplier maka jangan harap anda memperoleh reputasi baik di mata konsumen. Oleh sebab itu, penting bagi anda untuk memastikan bahwa supplier yang anda pilih menyediakan produk berkualitas, serta memiliki kredibilitas dan komitmen dalam berbisnis.

  1. Pemanfaatan Teknologi

Kemajuan teknologi sudah seharusnya membantu memudahkan bisnis yang anda jalankan. Anda dapat memanfaatkan internet untuk mendaftar sebagai dropshipper dengan cara mencari supplier melalui berbagai situs online marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain. Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan internet untuk meminimalkan biaya pemasaran yang anda keluarkan dengan cara membuat akun sosial media guna mengupload konten-konten terkait produk anda, misalnya review pelanggan maupun deskripsi produk dan cara penggunaannya.

Itulah lima cara berjualan ala dropshipper, yaitu menjadi perantara antara supplier dan pembeli, minim modal dan menguntungkan, klasifikasi target pasar dan pemilihan jenis produk, seleksi supplier, dan pemanfaatan teknologi. Apakah anda tertarik memulai bisnis dropship? Jika ya, semoga artikel ini membantu memberi informasi untuk menambah referensi anda.

, , , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Tips Bisnis