Sponsors Link

3 Bahaya Ekonomi Digital Yang Perlu Dipahami Sebagai Langkah Strategis

Era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi memunculkan beragam peluang sekaligus tantangan baru dalam berbagai sektor, khususnya ekonomi. Kebutuhan akan teknologi bahkan seolah menjelma menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus ada dan terpenuhi. Salah satu dampak yang lahir dari perkembangan era revolusi industri ialah lahirnya ekonomi digital.

Sesuai namanya, ekonomi digital merupakan serangkaian aktivitas ekonomi yang dilakukan dengan memanfaatkan platform digital, baik jaringan (networking), internet, maupun perangkat seluler. Melalui ekonomi digital, setiap data dan berbagai informasi yang tersedia diharapkan dapat menjadi akses sekaligus alat penyusun strategi untuk menghasilkan keuntungan bagi setiap pelaku bisnis dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Ke depan, ekonomi digital juga diharapkan dapat mendorong perubahan yang positif terhadap pola pikir masyarakat sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Indonesia merupakan salah satu pasar potensial bagi perkembangan ekonomi digital. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan internet, khususnya melalui ponsel seluler. Sebagaimana kita ketahui, banyak orang Indonesia yang sudah memiliki ponsel pribadi, setidaknya satu, terlepas dari jenis pekerjaan dan usia pengguna ponsel. Ponsel merupakan salah satu kebutuhan yang saat ini bukan hanya menjadi media komunikasi melainkan juga alat mencari dan berbagi informasi. Bahkan, hasil riset Google dan Temasek pada tahun 2018 menyebutkan bahwa Market Size Ekonomi Digital Indonesia diperkirakan mencapai USD 100 Miliar pada tahun 2025.

Besarnya peluang pasar bagi ekonomi digital menciptakan berbagai peluang bisnis berbasis platform digital yang saat ini tengah menjamur di Indonesia. Akan tetapi selain peluang, ekonomi digital juga memiliki tantangan yang harus siap dihadapi baik oleh pelaku bisnis pada platform digital maupun oleh konsumen. Berikut ini adalah bahaya ekonomi digital yang perlu dipahami sebagai langkah persiapan:

  • Pengurangan Tenaga Kerja

Bahaya pertama yang perlu diwaspadai ialah pengurangan jumlah tenaga kerja secara besar-besaran. Hal ini dilakukan karena perkembangan teknologi berupa artificial intelligence atau kecerdasan buatan memungkinkan bagi pebisnis menggunakan robot atau sistem untuk mempermudah kegiatan operasional. Sehingga dengan demikian meminimalkan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan berdampak pada peningkatan angka pengangguran.

Untuk menyiasati bahaya ini, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia terhadap perkembangan teknologi sekaligus mengurangi kemungkinan meningkatnya angka pengangguran.

  • Tingkat Persaingan

Era digital yang didukung dengan perkembangan internet membuka banyak peluang bisnis baru berbasis platform digital yang mudah dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, serta dengan modal seminimal mungkin. Terbukanya berbagai peluang bisnis ini sekaligus menambah ketatnya persaingan di dunia bisnis.

Semakin ketatnya persaingan tentu akan berimbas pada tertinggalnya sistem perdagangan konvensional, seperti pertokoan yang semakin sepi pembeli. Hal ini mau tidak mau memaksa para pedagang untuk menyusun strategi pemasaran yang baru dengan melibatkan teknologi agar tetap dapat mempertahankan bisnis yang dijalankan. Para pedagang yang bersedia melakukan upgrade strategi juga dapat menciptakan peluang pasar baru.

  • Penyalahgunaan Data

Bahaya lain yang muncul dari ekonomi digital ialah penyalahgunaan data, khususnya data pribadi konsumen. Penggunaan big data sebagai salah satu fitur teknologi memudahkan para penjual untuk saling berbagi data konsumen, baik antar sesama penjual maupun kepada pihak lain. Adapun isu-isu yang terkait dengan penyalahgunaan data meliputi minimnya penghargaan terhadap privasi individu yang ditunjukkan dengan adanya jual-beli data pribadi konsumen hingga maraknya pencurian data untuk digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab. Isu penyalahgunaan data juga meliputi kasus seperti penipuan yang mengatasnamakan seseorang untuk memberi testimoni atas suatu produk yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya atau bahkan melakukan manipulasi seperti pengajuan kredit atas nama orang lain dengan memanfaatkan jual beli data.

Sebagai alternatif solusi untuk masalah tersebut diperlukan peran Pemerintah dan dukungan masyarakat. Pemerintah berperan menerapkan peraturan terkait perlindungan konsumen, termasuk perlindungan atas data pribadi konsumen, serta menindaktegas seluruh pihak yang melanggar peraturan tersebut. Sedangkan di sisi lain, masyarakat dapat memberikan dukungan dengan cara melaporkan agen jual beli data dan kasus penipuan digital kepada pihak kepolisian agar penegakan hukum dapat dilakukan. Selain itu, ada baiknya jika masyarakat sebagai konsumen sebaiknya teliti dalam membaca kolom kebijakan privasi yang biasanya disediakan oleh beberapa platform digital sebelum memberikan data pribadi.

Itulah bahaya ekonomi digital yang perlu diwaspadai sebagai langkah persiapan menyambut era revolusi industri baru. Mewaspadai berbagai ancaman perlu dipikirkan sebagai tindakan pencegahan yang nantinya harus dijalankan bersamaan dengan usaha memfokuskan diri pada peluang bisnis yang terbuka lebar di era ekonomi digital.

, ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro