Sponsors Link

5 Kelemahan Menabung di Bank Yang Perlu Anda Pahami

Apa yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar kata menabung?

Sebagian besar orang tentu akan dengan bangga hati menyebutkan berbagai jenis bank yang ada di Indonesia. Tidak salah memang, karena bank memang dikenal identik dengan kegiatan menabung. Perbankan pada umumnya memiliki berbagai jenis layanan, seperti tabungan, deposito, dan kredit atau peminjaman. Namun jenis layanan yang paling populer di kalangan masyarakat tentu saja tabungan. Rasanya sudah hal lumrah apabila semua orang menyimpan dana lebih yang mereka miliki dalam akun rekening bank. Bahkan tak jarang ada nasabah yang memiliki lebih dari satu akun rekening pada bank yang berbeda, disesuaikan dengan tujuan yang berbeda.

Bank dipercaya dapat menyimpan dana lebih yang dimiliki para nasabah secara aman sekaligus menguntungkan. Akan tetapi, benarkah demikian? Berikut ini adalah kelemahan menabung di bank yang perlu anda ketahui:

  1. Tingkat Suku Bunga Rendah

Salah satu aspek yang membuat menabung di bank terlihat menguntungkan ialah adanya bunga yang diperoleh nasabah. Sayangnya, apabila dibandingkan besar tingkat suku bunga ini tidak seberapa. Bahkan, tingkat suku bunga bank tidak lebih tinggi dari angka inflasi. Sehingga alih-alih menjadi lebih tinggi, nilai uang yang anda tabung justru sebenarnya lebih rendah.

Meskipun perbankan menyiasati hal tersebut dengan menawarkan beberapa produk tabungan dengan tingkat suku bunga yang tergolong tinggi, namun tetap saja tingkat suku bunga yang ditawarkan tidak pernah melebihi angka inflasi. Karena itu, para pakar investasi sangat menolak gagasan bahwa menabung di bank akan menjadikan anda kaya.

  1. Biaya Administrasi

Kelemahan bank lainnya ialah biaya administrasi yang tergolong besar. Bahkan tak jarang, biaya administrasi yang harus anda keluarkan untuk setiap kali transaksi jauh lebih besar dibanding tingkat suku bunga yang diberikan. Akibatnya, jumlah dana yang anda tabung di akun rekening bank akan semakin mengalami penurunan secara nominal.

Sebagai strategi pemasaran, biasanya perbankan menawarkan produk tabungan yang memiliki biaya administrasi rendah. Akan tetapi hal ini juga berdampak pada berkurangnya fasilitas yang seharusnya dapat anda nikmati, misalnya anda hanya dapat melakukan transaksi melalui teller pada jam operasional bank.

  1. Kemudahan Transaksi

Sektor perbankan semakin memperlengkapi diri untuk memudahkan para nasabah dalam bertransaksi, misalnya dengan layanan ATM atau M-banking. Hadirnya dua fasilitas tersebut sungguh memungkinkan para nasabah melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun. Namun sadarkah anda jika semakin mudah anda bertransaksi maka akan semakin sulit anda memfokuskan diri untuk menabung? Karena dengan banyaknya fasilitas yang memberikan anda kemudahan untuk bertransaksi, maka anda akan semakin mudah tergoda melakukan transaksi, terutama transaksi pembelian. Hal ini tentu berdampak pada kehilangan motivasi menabung.

  1. Fasilitas Kartu Kredit

Apakah anda pernah menerima tawaran untuk membuat kartu kredit dari bank tempat anda menabung? Apakah anda menerima tawaran tersebut?

Kartu kredit merupakan salah satu penawaran yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah dengan alasan mempermudah transaksi namun di sisi lain sebenarnya membiarkan kita melakukan pinjaman kepada bank. Kartu kredit merupakan media perbankan untuk meningkatkan penerimaan mereka dari sektor pinjaman. Sebagai bank yang sehat, sektor pinjaman dan tabungan harus berjalan dengan baik. Itulah sebabnya apabila suatu bank mengalami kekurangan pertumbuhan pinjaman, maka mereka tak akan segan menawarkan kartu kredit pada para nasabah.

Bagi para nasabah, tentu saja kartu kredit memudahkan transaksi. Walau nyatanya tidak demikian karena adanya kartu kredit justru menambah hutang nasabah kepada pihak bank. Kemudahan ini dapat menghilangkan kebiasaan nasabah untuk menabung karena terlalu fokus memikirkan cara menyelesaikan tagihan kartu kredit.

  1. Saldo Minimum Transaksi

Anda yang selalu bertransaksi di bank tentunya paham bahwa akun rekening memiliki batas saldo minimum atau saldo minimum transaksi. Besarnya saldo minimum ini berbeda pada masing-masing bank, namun prinsipnya tetap sama. Anda tidak akan dapat melakukan penarikan apabila saldo anda berada pada batas minimum. Sebaliknya, justru saldo tabungan anda justru akan dipotong biaya administrasi yang lebih besar.

Meskipun di satu sisi hal ini memberikan motivasi kepada anda untuk lebih sering menabung ketimbang menarik dana tabungan, namun adanya saldo minimum transaksi juga membuat anda tidak dapat melakukan transaksi di saat darurat. Karena anda perlu mengisi tabungan anda hingga melebihi saldo minimum agar dapat melakukan transaksi.

Nah, itulah lima kelemahan menabung di bank. Setelah membacanya, apakah anda masih tertarik untuk menabung di bank? Adakah jenis tabungan lain yang menarik minat anda? Semoga informasi ini bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : Perbankan