Sponsors Link

5 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Adam Smith adalah tokoh yang pertama kali mengemukakan tentang teori dasar ideologi terbentuknya sistem ekonomi liberal ini. Menurut pandangan Smith, bahwa dengan minimnya peran dari pemerintah dalam kegiatan pasar ekonomi dan bersedia memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada masyarakat atau perorangan untuk menjalankan kegiatan perekonomian, maka akan berdampak pada kemakmuran masyarakat sehingga terwujud kehidupan yang sejahtera dan adanya pengakuan kesamaan sosial.

ads

(baca juga : kebutuhan dasar manusia)

Ekonomi liberal adalah paham ekonomi yang memberikan kebebasan kepada perorangan atau individu untuk mengatur dan menyelenggarakan seluruh kegiatan perekonomian tanpa ada campur tangan dan kendali dari organisasi atau institusi pemerintah di dalamnya. Batasan peran pemerintah dalam sistem ekonomi liberal adalah hanya sebagai pengawas kegiatan perekonomian negara, salah satunya menangani isu monopoli. Karena adanya kebebasan individu dalam menjalankan perekonomian, inilah yang memungkinkan akan menimbulkan potensi adanya monopoli yang merugikan individu lainnya, sehingga membutuhkan peran pemerintah untuk mengatasinya

Dibentuknya paham ekonomi liberal karena ada dua tujuan, yaitu

  1. Adanya keinginan menuju tatanan sistem ekonomi baru dimana akan terbukanya perdagangan bebas di seluruh dunia.
  2. Menghilangkan kebijakan sistem ekonomi proteksionisme.

Sistem ekonomi proteksionisme di dalamnya memiliki fungsi mengatur pembatasan kuota import, memberlakukan jumlah tarif atau pajak tertentu untuk beberapa jenis barang-barang impor, dan beberapa peraturan pemerintah lainnya dalam perdagangan internasional. Dengan adanya sistem ini memungkinkan terciptanya keseimbangan antara import dengan kemampuan dalam negeri untuk menghasilkan barang dan jasa. Jika dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal maka tujuannya sangat bertolak belakang, dimana ekonomi liberal berusaha menekan batas-batas yang menjadi kendala utama dalam melakukan perdagangan bebas.

(baca juga : manfaat kerjasama ekonomi antar negara)

Perkembangan sistem ekonomi liberal akan menciptakan landasan ideologi sistem ekonomi baru yaitu lahirnya sistem ekonomi kapitalis, atau lebih sering terdengar dengan istilah kapitalisme. Sistem ekonomi ini memiliki banyak kesamaan dengan sistem ekonomi liberal yaitu dalam hal kepemilikan sumber-sumber daya produksi oleh individu dan memiliki kekuasaan dalam menentukan keputusan perekonomian. Sehingga tidak heran jika saat ini kita mendengar negara-negara penganut ekonomi liberal, maka kita lebih sering menyebut mereka sebagai negara kapitalis.

(baca juga : ekonomi syariah)


Kelebihan dan Kekurangan

Tidak bisa dipungkiri jika kehadiran sistem ekonomi liberal ini membawa banyak perubahan bagi kemajuan dunia, seperti di bidang komputer, telekomunikasi, dan otomotif. Semua kecanggihan yang kita rasakan saat ini adalah hasil dari adanya sistem ekonomi liberal. Namun selain kelebihan dari efek global tersebut, sistem ini memiliki beberapa kekurangan.

(baca juga : peran penting bank syariah)

Berikut Kelebihan dan kekurangan dari terciptanya sistem ekonomi liberal.

Kelebihan

  1. Karena tanpa adanya campur tangan dari pemerintah, kondisi ini akan memicu terciptanya masyarakat yang lebih kreatif dan mandiri dalam menggerakkan kegiatan perekonomian.
  2. Masyarakat memiliki kebebasan memiliki sumber-sumber daya produksi, sehingga mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan perekonomian
  3. Menciptakan lingkungan masyarakat yang memiliki daya saing tinggi, sehingga akan berperan lebih aktif dalam perekonomian.
  4. Persaingan yang tinggi akan memicu terciptanya produk-produk yang semakin berkualitas tinggi dan memunculkan banyak inovasi-inovasi baru.
  5. Masyarakat akan lebih termotivasi untuk menemukan kondisi yang paling efektif dan efisien demi mendapat keuntungan yang signifikan.

Kekurangan

  1. Memicu terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena tidak kendali dari pemerintah.
  2. Terjadinya ketimpangan sosial, dimana yang kaya semakin berkuasa dan yang miskin semakin terbebani.
  3. Menimbulkan adanya potensi monopoli dalam masyarakat.
  4. Menimbulkan bahaya potensi penyalahgunaan sumber-sumber daya produksi oleh individu-individu yang tidak bertanggung jawab.
  5. Pemerataan pendapatan sulit terwujud akibat tingginya tingkat persaingan.

(baca juga : peran bank syariah)

Negara-Negara Penganut Paham Ekonomi Liberal

Meskipun banyak negara yang sama-sama menganut paham ekonomi liberal, namun pada kenyataannya penerapannya memiliki banyak perbedaan, hal ini terjadi karena adanya penyesuaian dengan kondisi dan pasar di negara tersebut.

Berikut negara yang menganut paham ekonomi liberal.

Negara Amerika

  • Amerika Serikat
  • Brazil
  • Argentina
  • Kanada
  • Meksiko
  • Chili
  • Kuba

 Negara Eropa

  • Inggris
  • Perancis
  • Jerman
  • Austria
  • Yunani
  • Rusia
  • Italia

Negara Asia

  • India
  • Jepang
  • Korea
  • Hong Kong
  • Taiwan
  • Iran
  • Israel

Negara Afrika

  • Mesir
  • Senegal
  • Afrika selatan
  • Kongo

Ciri-ciri Paham Ekonomi Liberal

Tidak semua negara setuju dan menerapkan sistem ekonomi liberal. Di satu sisi memang belum siap untuk membuka perdagangan bebas dengan dunia internasional dan di satu sisi lain mereka masih menerapkan kebijakan ekonomi untuk mempercepat kemajuan negara dan manusia-nya agar tidak terlalu bergantung dengan luar negeri.

Kenali ciri-ciri berikut ini untuk mengetahui apakah negara tersebut penganut paham ekonomi liberal atau bukan.

  • Minimnya peran dan intervensi dari pemerintah.
  • Adanya persaingan dalam memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
  • Memungkinkan individu untuk memiliki semua sumber-sumber produksi.
  • Adanya dua kelompok di masyarakat yaitu pemilik sumber daya dan kelompok buruh.
  • Produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan kaya akan inovasi.
  • Tidak ada batasan bagi masyarakat atau perorangan untuk menggunakan sumber daya produksi.
  • Sangat tergantung pada tren pasar.

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem ekonomi liberal mendorong terciptanya perdagangan bebas di dunia internasional. Jika sistem perdagangan bebas ini disepakati maka akan semakin tipisnya hambatan-hambatan yang selama ini menjadi kendala utama dalam mewujudkan kegiatan perdagangan dunia, seperti ekspor impor. Seperti halnya Indonesia yang telah membuka pasar bebas ini dengan beberapa negara di dunia. Dampak dari pembukaan pasar bebas ini kita bisa melihat banyak sekali kemudahan dalam persyaratan-persyaratan ketika kesepakatan pasar bebas ini terbentuk, salah satunya penurunan tarif bea cukai yang cukup signifikan.

(baca juga : fungsi pajak dalam pembangunan)

Ketika sebuah negara memutuskan untuk membuka pasar bebas akibat efek globalisasi sistem ekonomi liberal ini maka konsekuensinya adalah negara tersebut akan menjadi tujuan atau target market untuk negara-negara penganut ekonomi liberal, dengan kemajuan dan inovasi mereka dalam menghasilkan barang yang berkualitas tinggi, maka sudah menjadi hal pasti produk-produk tersebut bisa menggeser produk-produk lokal. Bayangkan ketika produk kita kalah bersaing dengan produk dari luar, maka bagaimana nasib para UKM yang selama ini diproyeksikan akan memberikan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi negara.

Negara tentu harus mengambil sikap sebelum memutuskan untuk membuka pasar bebas, misalnya dengan mempercepat perkembangan dan pertumbuhan UKM agar semakin lebih berani ber-inovasi dalam menciptakan produk-produk yang berkualitas, sehingga ketika pasar bebas terbuka produk dalam negeri bisa bersaing di domestik atau kita bisa melakukan ekspansi pasar ke luar negeri.

(baca juga : peran pasar dalam perekonomian)

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro