Sponsors Link

Inilah 3 Kekurangan Menabung di Bank Syariah

Bank merupakan lembaga penghimpun dana masyarakat untuk kemudian digunakan sebagai alat pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam sistem perbankan Indonesia, kita mengenal ada dua macam sistem operasional perbankan, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Sesuai namanya, bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai dengan ketentuan dan prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Adapun prinsip-prinsip yang terdapat dalam perbankan syariah antara lain:

  • Prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun)
  • Prinsip kemaslahatan (maslahah)
  • Prinsip universalisme (alamiyah)
  • Prinsip tidak mengandung gharar, masyir, riba, zalim, dan objek yang haram

Selain menghimpun dana dari masyarakat, bank syariah juga melakukan fungsi sosial dengan menerima dana yang berasal dari zakat, infaq, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya untuk kemudian disalurkan kepada para pengelola wakaf sesuai kehendak pemberi wakaf. Namun jangan khawatir, pelaksanaan kegiatan usaha perbankan syariah tetap diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terdapat beberapa kelebihan yang dapat dijadikan alasan nasabah memilih buka rekening bank syariah:

  • Bank syariah, sesuai namanya, mendukung penerapan syariat Islam dalam kegiatan usahanya. Hal tersebut dibuktikan dengan tersedianya berbagai fasilitas yang mendukung berlangsungnya transaksi yang bahkan tidak dimiliki oleh bank konvensional, yakni transaksi gadai (rahn), sewa (ijarah), jual-beli (murahabah), dan kredit tanpa bunga (qardh).
  • Bank syariah menghasilkan ikatan emosional keagamaan yang kuat antara pemegang saham, pengelola bank, dan nasabah yang melakukan transaksi. Seluruh pihak yang terkait berusaha sebaik mungkin menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan sebagaimana telah diajarkan dalam agama Islam dengan harapan hasil yang diperoleh mampu membawa berkah bagi seluruh pihak.
  • Bank syariah memiliki fasilitas pembiayaan (al-mudharabah dan al-musyarakah) yang tidak membebani nasabah karena besar angsurannya tetap dan tidak mengenal adanya sistem bunga
  • Bank Syariah menerapkan sistem bagi hasil sehingga dinilai lebih mandiri dari pengaruh gejolak moneter baik dari dalam maupun luar negeri.

Kendati demikian, nasabah juga perlu mempertimbangkan kekurangan menabung di bank syariah, yaitu sebagai berikut:

  1. Sistem Penghitungan yang Rumit

Sebagaimana kita ketahui, bank syariah menganut syariat Islam dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perbedaan ekonomi syariah dan konvensional memicu terjadinya perbedaan prinsip yang dianut oleh bank syariah dan konvensional. Salah satunya ialah tentang pemberian bunga kepada nasabah yang menabung di bank. Pada bank konvensional, bunga diberikan bank kepada nasabah  sebagai imbal jasa atas pinjaman uang. Namun pada prinsip Islam, bunga dianggap sebagai riba, sehingga bank syariah tidak membagikan bunga kepada nasabah. Sebagai gantinya, bank syariah melakukan sistem bagi hasil alias membagi pendapatan yang diperoleh bank kepada para nasabah.

Sistem penghitungan ini dinilai cukup rumit oleh sebagian besar masyarakat. Apalagi terdapat berbagai jenis usaha yang dilakukan oleh bank syariah, dan semuanya  dihitung dan dilakukan berdasarkan prinsip Islam yang masih awam di mata masyarakat. Hal ini mengakibatkan bank syariah kurang diminati oleh kebanyakan orang.

  1. Inovasi dalam Penawaran Produk

Seiring berjalannya waktu, persaingan antar bank semakin ketat. Pesaing bank syariah bukan hanya bank syariah lainnya, melainkan juga bank konvensional. Maka sebagaimana layaknya suatu perusahaan, bank syariah pun perlu melakukan beberapa inovasi khususnya terhadap produk-produk yang ditawarkan. Inovasi tersebut bisa berbagai macam, seperti menghentikan produk tertentu atau menambah jenis produk yang ditawarkan.

Menambah jenis produk yang ditawarkan bisa jadi hal rumit bagi bank syariah. Karena selain harus memikirkan hal-hal apa yang dapat dijadikan nilai tambah produk baru dibanding produk lama, bank syariah juga harus memperhatikan kebutuhan nasabah sehingga produk baru yang ditawarkan mampu diterima secara luas dan dapat menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat. Sayangnya, perbankan syariah di Indonesia didominasi oleh pelaku perbankan konvensional. Atau dengan kata lain, sebagian besar bank syariah hanyalah lini produk dari bank konvensional. Akibatnya, jarang dilakukan inovasi terhadap penawaran produk dan kalaupun ada, pasti produk tersebut dikhususkan bagi orang-orang yang memahami prinsip syariah.

  1. Memerlukan Tenaga Perbankan Profesional

Terakhir, kekurangan menabung di bank syariah ialah perlunya tenaga perbankan profesional dalam membantu kegiatan usaha, terutama saat menjelaskan produk yang ditawarkan kepada calon nasabah. Untuk menarik perhatian calon nasabah, maka bank syariah memerlukan orang-orang yang paham betul prinsip perbankan secara konvensional maupun syariah agar dapat memberikan perbandingan antara produk-produk yang ditawarkan.

Sayangnya, prinsip-prinsip perbankan syariah jarang diajarkan secara umum. Sehingga jumlah orang yang memahami prinsip perbankan syariah tergolong minim. Hal ini pula yang menyebabkan banyak orang enggan menabung di bank syariah. Selain karena penghitungannya rumit, juga minimnya tenaga profesional yang dapat menjelaskan secara umum mengenai prinsip-prinsip perbankan syariah.

Nah, itulah tiga kekurangan menabung di bank syariah yang perlu anda pahami. Semoga bermanfaat!

, ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Syariah