Sponsors Link

Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi Secara Sederhana Melalui Rumus dan Kualitatif

Sebagai aspek penting yang menentukan status maju atau berkembangnya suatu negara, pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang sangat krusial. Ciri-ciri negara maju yang paling menonjol adalah pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Negara yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi pasti memiliki cadangan devisa yang melimpah dan mata uang yang kuat, penduduk yang sejahtera dengan angka harapan hidup yang tinggi, dan penggunaan teknologi yang sudah meluas dalam kehidupan masyarakat.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi, namun faktor utama yang paling berpengaruh adalah Produk Domestik Bruto (PDB), yang juga dikenal sebagai Gross Domestic Product (GDP). PDB merupakan gambaran total produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu periode. Produk Domestik Bruto inilah yang kemudian akan dijadikan tolak ukur dalam perhitungan laju pertumbuhan ekonomi. Satu diantara penyebab ekonomi menurun adalah total produksi yang menurun dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan ekonomi per tahunnya dapat dihitung sebagai gambaran perkembangan laju pertumbuhan, dan juga sebagai gambaran untuk melihat seberapa kuat suatu negara dari segi pertumuhan ekonominya. Cara menghitung pertumbuhan ekonomi secara sederhana juga wajib diketahui oleh semua orang yang bergelut dalam dunia usaha, untuk dapat memetakan perkembangan usaha dalam satu periode.

Tingkat pertumbuhan perekonomian ditunjukkan dalam bentuk persen, dan periode yang digunakan untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi adalah satu tahun. Rumus sederhana yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi adalah:

Adapun keterangan simbol dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

  • R = laju pertumbuhan ekonomi dalam satuan persen
  • PDBrt = Produk Domestik Bruto pada tahun tertentu (rt)
  • PDBrt-1 = Produk Domestik Bruto pada tahun sebelumnya (rt-1)

Namun, pengukuran pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara juga dapat dilakukan secara kualitatif. Pengamatan pertumbuhan ekonomi dapat menggunakan pendekatan dari tiga aspek berikut:

  1. Tingkat kesejahteraan masyarakat

Masyarakat yang sejahtera dan memiliki taraf hidup yang baik cenderung dapat menjadi konsumen potensial, sehingga berpotensi menjadi sumber konsumsi produk di suatu negara. Peningkatan konsumsi produk, baik itu hasil barang, jasa, maupun industri dari dalam negeri adalah satu diantara tolak ukur untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak hasil produksi yang dikonsumsi menunjukkan masyarakat mampu untuk menunjang kehidupannya.

2. Sumber produksi

Banyaknya konsumsi hasil produksi lokal juga harus diimbangi dengan banyaknya penawaran dari produk lokal itu sendiri. Tingkat konsumsi yang tinggi tidak ada apa-apanya apabila produk yang dikonsumsi tersebut adalah produk impor. Oleh karena itulah, inovasi juga harus seringkali dilakukan untuk mempertahankan produk dalam negeri agar tidak terasing di negeri sendiri.

Bukan hanya inovasi, penggunaan teknologi juga dinilai sebagai satu diantara kesuksesan dari suatu negara untuk mengembangkan sektor produksinya. Penggunaan teknologi dalam produksi jasa dan industri menunjukkan bahwa tenaga kerja dan pengembangan produk dari negara tersebut sudah memiliki kapabilitas yang mencukupi untuk melibatkan hal-hal baru dari segi industrinya.

3. Pendapatan per kapita nasional

Sebagai faktor utama yang dihitung dalam rumus, harus ada bukti konkret bahwa pendapatan nasional lebih tinggi daripada pendapatan pada periode sebelumnya. Jika disinyalir adanya kemunduran dalam aspek produksi dan penghasilan, maka sudah jelas bahwa laju pertumbuhan ekonomi menurun.

Selain tiga aspek tersebut, faktor lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi juga harus diperhatikan. Adapun faktor pertumbuhan ekonomi tersebut yakni sebagai berikut:

  1. Modal dan investasi

Modal adalah suatu hal yang sangat penting dalam dunia usaha. Tanpa modal, suatu badan usaha tidak akan bisa bergerak atau beroperasi. Termasuk pula diantaranya investasi yang berwujud tanah, peralatan fisik, dan sumber daya manusia. Pabrik, peralatan, dan berbagai modal berupa investasi barang yang dirawat dan diperbaharui juga akan mempermudah dalam prses produksi. Investasi-investasi lainnya meliputi infrastruktur sosial dan ekonomi juga turut mempermudah kegiatan ekonomi.

2. Sumber daya alam

Indonesia dianugerahi oleh sumber daya alam yang melimpah, dan anugerah tersebut harusnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber utama yang dapat diolah untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun, tersedianya sumber daya alam juga harus diimbangi dengan adanya sarana dan teknologi agar bisa diolah dengan maksimal. Dengan berbagai inovasi lainnya, manfaat ekonomi kreatif melalui pengolahan sumber daya alam juga akan semakin maksimal

3. Kemajuan teknologi

Bangsa dengan tingkat melek teknologi tinggi pastinya akan lebih merasakan manfaat internet untuk ekonomi. Kemajuan teknologi juga dapat membantu perkembangan produksi, jka diimbangi dengan tenaga kerja yang menguasainya.

4. Skala produksi

Semakin besar skala produksi suatu produk, maka keuntungannya juga akan semakin besar. Dalam suatu negara, cara memperbesar skala produksi adalah ekspor. Tingkat ekspor yang tinggi akan meningkatkan modal devisa negara dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Itulah cara mudah untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi secara sederhana. Perlu diingat lagi, urusan pertumbuhan ekonomi tidak saja menjadi perhatian pemerintah atau segelintir orang yang terlibat dalam sistem usaha, namun seluruh masyarakat Indonesia, agar dapat turut mengantarkan bangsa kita semakin maju ke depannya.

, ,