4 Teori Perdagangan Internasional Moderen Menurut Para Ahli

Teori perdagangan internasional modern ini merupakan sebuah produk evolusi dari pemikiran ekonomi. Perkembangan teori perdagangan sebenarnya dimulai sejak zaman merkantilisme kemudian sampai dengan teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith dan David Ricardo yang kemudian mempelopori munculnya teori perdagangan internasional modern sebagaimana juga contoh teori permintaan . Kemunculan teori perdagangan internasional moderen disebabkan karena adanya kritik tajam terhadap teori ekonomi klasik yang muncul pada saat terjadinya depresiasi di tahun 1930-an.

Teori perdagangan internasional moderen menjawab kelemahan yang dimiliki oleh teori klasik sebagaimana teori ekspor menurut para ahli . Secara garis besar, kemunculan teori moderen ini merupakan upaya pengembangan bidang keilmuan. Sebagaimana yang tidak bisa disangkal adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan membuat manusia berfikir untuk mendapatkan teori yang lebih relavan dan bisa digunakam sepanjang masa. Berikut 4 teori perdagangan internasional moderen menurut para ahli, simak selengkapnya.

1. Teori Hecker-Ohlin (Proportional Factor Theory)

Dalam teori ini Hecker-Ohlin (H-O) menjelaskan pola perdagangan dengan baik dimana setiap negara cenderung untuk melakukan perdagangan internasionalnya yakni dalam bentuk ekspor seperti juga dalam teori perdagangan intetnasional menurut para ahli . Dimana barang-barang yang diekspor menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah dan intensif. Menurut mereka bahwa sebuah negara akan melakukan perdagangan internasional dengan negara lain, disebabkan karena megara tersebut memiliki keunggulan komparatif. Yakni keunggulan dalam bidang teknologi dan juga faktor produksi.

Teori H-O moderen menggunakan dua kurva, yakni kurba isocost dan isoquan. Dimana kurva isocost mengambarkan total biaya produksi yang sama. Sedangkan kurva isoquant mengambarkan total kuantitas produk yang sama. Dalam teori ekonomi kurva isocost dan kurva isoquant akan bersinggungan pada satu titik yang sama simak juga faktor penyebab inftlasi . Titik optimal tersebut akan menunjukkan sejumlah biaya tertentu akan mendapatkan produk yang maksimal atau dengan biaya minimal akan menunjukkan berapa jumlah produk yang bisa diproduksi.

Berikut analisis dari teori Hecker-Ohlin sebagai teori perdagangan internasional mederen :

  • Harga atau biaya produksi sebuah produk akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara.
  • Comparative Advantage dari suatu produk yang dimiliki masing-masing negara akan ditentukan oleh struktur dan proporsi produk yang dimilikinya.
  • Setiap negara akan melalukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang melimpah serta biaya yang murah untuk memproduksinya.
  • Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki faktor produksi yang melimpah dan biaya yang mahal untuk memproduksi barang tersebut, maka negara tersebut akan mengambil keputusan untuk mengimpor barang.
  • Kelemahan teori H-O ini adalah dimana ketika ada negara yang memiliki faktor produksi sama dan maka harga barang yang diproduksi akan relatif sama sehingga perdagangan internasional tidak dapat terjadi simak juga dampak inflasi .

2. Paradoks Leontief (Teori Wassily Leontief)

Wassily Leontief merupakan seorang pelopor dalam Analis input-output matriks menemukan sebuah fakta melalui studi empirisnya pada tahun 1953 mengenai struktur perdagangan luar negeri (ekspor dan impor). Teori ini bertentangan dengan teori H-O yang dikemukakan oleh Hecker-Ohlin, sehingga hal ini membuat teori ini dikenal dengan nama Paradoks Leontief simak juga contoh tenaga kerja terampil .  Berdasarkan hal tersebut, maka beberapa ahli ekonomi perdagangan melakukan penelitian lanjutan dan mengemukakan bahwa paradoks leontief dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti di bawah ini :

  • Intensitas faktor produksi yang berkebalikan.
  • Tarrif dan Non Tarrif Barier.
  • Perbedaan dalam skill dan humam capital.
  • Perbedaan dalam faktor sumber daya alam.
  1. Disisi lain paradoks leontief ini juga memiliki kelebihan yakni jika suatu negara memiliki tenaga kerja  seperti contoh tenaga kerja terdidik yang melimpah maka ekspornya akan naik. Sebaliknya jika suatu negara memiliki jumlah tenaga kerja sedikit maka jumlah ekspornya akan lebih sedikit pula.

3. Teori Opportunity Cost

Teori Opportunity Cost digambarkan sebagai Production Possibility Curve (PPC) dimana menunjukkan kombinasi output yang dihasilkan suatu negara melalui sebuah faktor produksi secara Full Employment. PPC akan tergantung kepada Opportunity cost  yang digunakan yakno PPC Constant Cost dan PPC Increasing Cost. Simak juga indikator keberhasilan pembangunan desa .  

4. Teori Over Curve / Reciprocal Demand (OC/RD)

Teori ini diperkenalkan oleh ahli ekonomi inggris yakni Marshall dan Edgerworth, mereka mengambarkan teori ini dalam sebuah kurva yang menunjukkan kesediaan suatu negara untuk menawarkan atau menukarkan suatu produk barang atau jasa dengan barang atau jasa lainnya sesuai dengan segala kemungkinan, dan berbagai harga yang ditawarkan simak juga ciri-ciri ekonomi konvensional . Kelebihan dari offer curve ialah setiap negara akan memperoleh menfaat dari perdagangan imternasionalyang dilakukan. Yakni ditunjullan dengan pencapaian tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

Penentuan harga sebuah produk ditentukan oleh pengaruh dari faktor produksi terhadap permintaan dan penawaran serta faktor teknologi yang dipergunakan sebagaimana contoh sistem ekonomi liberal . Pada akhirnya hal tersebut akan menentukan Comparative Advantage dan pola perdagangan ( Trade Pattern) dari sebuah negara. Kualitas sunbetdaya manusia dan sumber daya teknologi yang digunakan merupakan dua faktor yang menentukan dalam persaingan perdagangan internasional. Teori ini merupakan teori yang paling baik untuk diterapkan dalam penggunaanya dalam perdagangan intrnasional moderen.

Pada prinsipnya teori perdangangan internasional mederen berlandaskan kepada dua faktor utama seperti juga kelebihan sistem ekonomi komando . Kedua faktor tersebut ialah permintaan dan penawaran dimana perbedaan antara kedua hal tersebutlah yang kemudian menjadikan terjadinya perdagangan internasional antara dua buah negara. Permintaan dapat terjadi karena adanya perbedaan dalm hal selera, bisa saja produksi barang dalam negeri tidak sesuai dengan selera pasar yang ada sehingga menyebabkan sebuah negara harus melakukan perdagangan internasional dengan negara lain. Atau bisa juga disebabkan karena adanya penawaran dari pihak negara lain yang menginginkan barang tersebut karena memiliki perbedaan jumlah dan kualitas.

Teori perdagangan internasional moderen yang dikemukakan oleh para ahli diatas merupakan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dibidang ekonomi. Hal ini menjadi tolak ukur bahwa perubahan zaman dapat menyebabkan perubahan pandangan dan teori yang dipegang. Karena itulah, agar dapat menyesuaikam dengan era perekonomian yang modern maka harus dikemukakan sebuah teori yang mampu mengakomodir pemikiran moderen. Sehingga kemudian teori ini tetap dapat digunakan hingga nanti.

Itulah tadi 4 teori perdagangan internasional moderen menurut para ahli. Tentu semakin membuka pemahaman anda tentang sistem perdagangan internasional yang digunakan dialam perekonomian dunia. Sepatutnya dengan penggunaan teori yang tepat maka diharapkan sebuah negara akan dapat mencapai swasembada ekspor yang melimpah. Sehingga tentunya akan sangat berpengaruh pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi global. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.