Sponsors Link

6 Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli Dalam Negeri

Sponsors Link

Dalam dunia perekonomian, kita sering mendengar istilah inflasi. Bagi orang awam, istilah ini mempersulit pemahaman berita atau informasi yang diterima. Secara umum, inflasi adalah suatu keadaan Negara yang mengalami kenaikan harga barang-barang pokok secara terus menerus. Kenaikan ini akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat dan berpengaruh pula pada barang-barang lain yang tidak pokok. Pengaruh luasnya penurunan daya beli akan membuat kerusuhan di beberapa daerah. Tak heran, inflasi menjadi keadaan yang sangat dihindari pemerintahan manapun.

Untuk dapat menjadi tesis atau pun landasan teori, kita tidak bias mendefinisikan sesuatu semau dan sebisa kita sendiri. Oleh karena itulah, diperlukan pendapat-pendapat dari para ahli ekonomi untuk dapat dijadikan referensi yang kuat. Selain itu, pendapat atau hasil pemikiran dari para ahli dinilai lebih akurat keabsahannya dibandingkan orang biasa yang masih dalam taraf awal belajar.

(Baca juga : Instrumen Investasi)

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Untuk dapat membantu anda dalam pengambilan landasan berpikir, saya telah menyajikan beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Perbedaan yang timbul dari pemikiran beberapa ahli bisa dijadikan bahan memperkaya pengetahuan. Selain itu, penggunaan teori yang berbeda dapat menyesuaikan dengan beberpa keadaan ekonomi yang mungkin saja mengganggu pikiran anda.

  1. Menurut Bank Indonesia

Bank Indonesia merupakan induk bank di Negara ini. Sehingga setiap kebijakan yang diambil dijadikan jalur bagi unit-unit perekonomian lain. Begitu pun dengan teori-teori yang dikemukakan. Bank Indonesia (BI) mendefinisikan inflasi dalam Inflation Targeting Framework

“Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus”.

  1. Menurut Boediono

Beliau adalah salah satu gawang ekonomi di Bank Indonesia yang kemudian naik menjadi Wakil Presiden Indonesia bersama Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono pada periodenya yang kedua.

“Inflasi merupakan suatu kecenderungan mengenai harga-harga agar naik pada umumnya dan juga secara terus-menerus. Keadaan ketika harga dari satu atau beberapa barang naik, maka itu bukanlah dapat dikatakan sebagai inflasi. Namun, jika harga barang yang naik tersebut meluas dan menyebabkan naiknya sebagian besar dari barang-barang lainnya itulah yang dinamakan dengan inflasi.” Baca juga 4 Peran Lembaga Keuangan dan Jenisnya

  1. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)

Lembaga ini mengemukakan bahwa pengertian dari inflasi adalah sebuah nilai ketika tingkat dari harga yang berlaku di dalam suatu bidang ekonomi. Sebagai salah satu dari indikator di dalam melihat kestabilitasian perekonomian satu wilayah tertentu, perkembangan harga jasa dan barang pada umumnya dapat dihitung melalui indeks harga dari para konsumen. Dengan demikian, angka inflasi amatlah mempengaruhi besar kecilnya produksi suatu barang.

  1. Winardi

Inflasi merupakan suatu periode pada masa tertentu, terjadi ketika kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Pengertian Inflasi tersebut dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

(Baca juga : Jenis Pajak Penghasilan)

  1. Dwi Eko Waluyo

Inflasi merupakan salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus. Teori ini dikemukakan dalam buku beliau yang berjudul Teori Ekonomi Makro terbitan tahun 2002.

Sponsors Link

  1. Sadono Sukirno

Beliau adalah salah satu ekonom terkenal Indonesia. Sadono Sukirno menyebut inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Pernyataan ini dinyatakan pada tahun 2002 dalam bukunya yang berjudul makro ekonomi di halaman 15.

Asal Mula Inflasi

Dari beberapa pengertian inflasi yang sudah dikemukakan oleh para ahli dalam negeri, kita dapat membenarkan definisi umum inflasi seperti pernyataan di awal pembahasan. Selanjutnya, marilah kita mengenal lebih jauh mengenai asal mula inflasi. Darimana inflasi ini berasal dan kemudian mewabah ke seluruh negeri.

(Baca juga : Jenis Pajak Daerah)

  1. Inflasi Dalam Negeri

Inflasi dalam negeri biasa disebut domestic inflation, Menurut ahli ekonomi Indonesia, Dwi Eko Waluyo dalam sebuah bukunya yang terbit tahun 2003 menyebutkan bahwa inflasi yang terjadi karena kenaikan harga akibat adanya kondisi “shock” (kejutan) dari dalam negeri baik karena perilaku masyarakat maupun pemerintah yang mengakibatkan kenaikan harga”.

  1. Inflasi Luar Negeri

Dalam bahasa internasional, inflasi jenis ini dikenal dengan imported inflation. Yaitu inflasi yang terjadi akibat naiknya harga barang-barang impor. Jika dikaitkan dengan pengertian inflasi menurut beberapa ahli, tentu saja barang-barang yang dimaksud masih tergolong barang yang dibutuhkan rakyat secara meluas. Bukan karena naiknya harga minyak wangi eure de toilette maka akan terjadi inflasi.

Jenis-jenis Inflasi

Setelah mengenal definisi inflasi dari sumber terpercaya dan memahami asal mula terjadinya inflasi, maka sudah sewajarnya kita mengenal pula beberapa jenis inflasi. Penggolongan jenis inflasi ini dilakukan oleh Dwi Eko Waluyo berdasarkan tingkat keparahannya.

  1. Inflasi ringan à <10 % / tahun. Inflasi jenis ini biasanya dapat ditoleransi.
  2. Inflasi sedang à 10-30% / tahun. Inflasi ini sudah mulai mendapat perhatian para pemerhati ekonomi.
  3. Inflasi berat à 30-100 % / tahun. Pada fase ke-3 ini, inflasi sudah sangat menyengsarakan rakyat.
  4. Hyper Inflasi à >100 % / tahun.

Meskipun sangat mengerikan, ternyata hyper inflasi pernah dialami Indonesia pada masa Presiden Soekarno. Coba tanyakan pada orangtua atau kakek yang pernah mengalami kondisi hyper inflasi ini. Rakyat bagian mana yang paling menderita atas peristiwa tersebut. Dalam pembelajaran di sekolah menengah, disebutkan bahwa pihak yang paling disengsarakan atas hyper inflasi pada masa itu adalah rakyat yang menyimpan mata uang Jepang. Karena dalam periode peralihan dari kolonialisme ke kedaulatan menyebabkan mata uang yang diberlakukan di pasaran ada tiga jenis. Hal ini tentunya memperparah kondisi ekonomi Negara yang masih semrawut akibat berbagai perang dan modal awal pendirian NKRI.

Sponsors Link

Selain yang telah dipaparkan di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi. Perlu diketahui, terbukanya kesempatan kerja yang luas dan perekonomian yang berkembang pesat akan mengakibatkan pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat meningkat. Sedangkan produksi barang dan jasa belum bisa memenuhi permintaan pasar. Teori ini dikemukakan oleh Sadono Sukirno dan dikenal sebagai inflasi akibat tarikan permintaan.

Tentang Stagflasi

“Stagflasi yaitu menggambarkan keadaan dimana kegiatan ekonomi semakin menurun, pengangguran semakin tinggi dan pada waktu yang sama proses kenaikan harga-harga semakin bertambah cepat”. (Sadono Sukirno, 2004;336)

Stagflasi berkaitan erat dengan inflasi yang diakibatkan oleh naiknya harga barang-barang impor. Terutama minyak dunia yang menjadi poros dari berbagai bidang pekerjaan manusia. Tidak heran bahwa penggalakan pemakaian sumber daya dalam negeri dan membiasakan berdikari ekonomi yang dikumandangkan sejak era Presiden Soekarno menjadi manfaat besar bila diterapkan.

(Baca juga : Keuntungan dan Kerugian Bisnis Franchise)

Beralih ke dalam negeri. Terdesaknya biaya ekonomi Negara pada masa Negara masih berkembang juga dapat menyebabkan inflasi. Inflasi desakan biaya terjadi dalam masa perekonomian berkembang dengan pesat ketika tingkat pengangguran adalah sangat rendah. (Sadono Sukirno, 2004; 334)

Semoga artikel ini dapat mempertajam pengetahuan kita semua mengenai inflasi menurut para ahli. Jika bermanfaat, silahkan membagikan artikel ini kepada sahabat-sahabat anda untuk memperluas kemanfaatannya.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro