Sponsors Link

Hukum Permintaan dan Penawaran : Pengertian dan Faktor Faktornya

Sponsors Link

Dalam dunia ekonomi pasti kita mengenal tentang istilah permintaan dan penawaran. Dimana istilah ini selalu ada ketika kita melakukan kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan ekonomi mulai dari yang berskala kecil, seperti transaksi jual beli yang ada di pasar maupun yang berskala besar, seperti ekspor dan impor. Penawaran dan permintaan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa berdiri sendiri, misalkan di suatu tempat ada sebuah kegiatan yaitu permintaan, pasti disitu juga terjadi penawaran hingga menemukan satu titik yang sama antara kedua pihak yang sedang melakukan transaksi. (Baca juga : fungsi ilmu ekonomi)

ads

Pada dasarnya permintaan dan penawaran memiliki definisi sendiri, definisi dari permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang akan dibeli atau diminta dengan harga dan waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan, contoh dari permintaan adalah anda membeli 1 dus kue lebaran di pasar. Permintaan bisa dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Permintaan absolut

Permintaan ini diartikan sebagai keseluruhan permintaan terhadap barang ataupun jasa, baik yang memiliki tenaga beli, kemampuan beli maupun yang tidak memiliki sma sekali.

  • Permintaan efektif

Permintaan ini didefinisikan sebagai permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai dengan adanhya kemampuan daya beli.

  • Permintaan potensial

Hal ini hampir sama dengan permintaan efektif, permintaan ini diikuti dengan adanya kemampuan daya beli, namun masih belum ada sebuah keinginan untuk membeli dari konsumen.

  • Permintaan individu

Permintaan individu merupakan permintaan yang dilakukan oleh seorang individu atau satu konsumen saja.

  • Permintaan pasar

Permintaan ini lawan dari permintaan individu, dimana yang hanya dilakukan oleh satu konsumen saja, namun perminmtaan pasar ini dilakukan oleh banyak konsumen yang berada di pasar.

Sedangkan penawaran bisa diartikan sebagai kesediaan seorang penjual untuk menjual atau melepaskan produk atau barang yang diminta oleh pembeli tentunya dengan harga sesuai dan waktu yang tertentu. Ada beberapa jenis penawaran, antara lain :

  • Penawaran marginal

Penawaran marginal adalah sebuah penawaran yang dilakukan oleh penjual dengan syarat mampu menjual suatu produk dengan harga pasaran.

  • Penawaran super marginal

Hhampi sama dengan penawaran marginal, penawaran super marginal in i adalah sebuah penawaran yang dilakukan oleh seorang penjual yang bisa menjual produknya di atas harga pasar.

  • Penawaran individu

Sesuai dengan namanya berarti penawaran ini merupakan suatu penawaran yang dilakukan oleh individu, seperti penjual sepatu yang melakukan penawaran.

  • Penawaran pasar

Berbeda dengan penawaran individu yang hanya dilakukan oleh satu orang individu namun penawaran ini dilakukan oleh banyak penjual yang ada di pasar.

Contoh dari penawaran adalah ketika penjual memberitahukan harga suatu produk dan si pembeli memberi respon untuk mendapat harga yang lebih murah sehingga terjadilah tawar menawar. Pada intinya permintaan dilakukan oleh pembeli atau konsumen, sedangkan penawaran dilakukan oleh penjual atau produsen.

Sebelum beranjak ke pembahasan selanjutnya, ada pembagian atau jenis-jenis dari pembeli dan penjual. Untuk pembeli ada beberapa jenis, yaitu :

  • Pembeli super marginal, suatu kelompok yang memiliki daya beli diatas harga pasar. Yang tergolong jenis ini adalah kalangan yang memiliki perekonomian tingkat atas, seperti bos, pemiliki usaha, PNS dan lainnya.
  • Pembeli marginal, suatu kelompok yang memiliki daya beli sesuai dengan harga pasaran. Golongan ini termasuk orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi tingkat menengah.
  • Pembeli sub marginal, suatu kelompok atau golongan yang memiliki daya beli di bawah harga pasar. Golongan ini termasuk pada golongan ekonomi bawah.

Sedangkan untuk penjual juga dibagi menjadi 3 golongan, yaitun :

  • Penjual super marginal, kelompok atau golongan penjual yang memiliki perhitungan atau startegi harga pokok di bawah harga pasar.
  • Penjual marginal, kelompok atau golongan penjual yang memiliki perhitungan atau prediksi harga pokok sama dengan harga pasar yang berlaku.
  • Penjual sub marginal, kelompok atau golongan penjual yang memiliki prediksi atau perhitungan harga pokok di atas harga pasar.

Adanya permintaan dan penawaran pasti ada faktor pendukungnya, tidak mungkin sesuatu terjadi dengan sendirinya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, yaitu :

  • Harga barang tersebut

Harga suatu barang atau yang akan dibeli konsumen sangat mempengaruhi permintaan. Masyarakat cenderung memilih barang-barang yang murah dengan demikian jika harga barang yang akan dibeli mengalami kenaikan maka permintaan konsumenpun cenderung turun. Begitu juga sebaliknya jika harga barang itu sendiri turun, maka permintaan dari konsumenpun cenderung naik. Jadi harga barang yang akan dibeli snagat mempengaruhi permintaan dari konsumen bahkan kualitaspun bisa tersampingkan dengan harga yang murah.

  • Harga barang lain

Harga barang lain pun bisa mempengaruhi permintaan konsumen, mengapa hal ini bisa terjadi. Karena sering kali harga barang lain atau komoditas lain bisa mempengaruhi harga barang yang akan diminta konsumen. Contohnya ketika harga gula naik, maka biasanya harga beras, daging, telur juga akan naik. Jadi permintaan konsumen akan berkurang jika barang atau produk yang mereka inginkan ikut naik. Hal ini mau tidak mau harus konsumen harus melaksanakan permintaan ini jika memang itu jalan satu-satunya untuk memnuhi kebutuhan hidupnya.

  • Pendapatan masyarakat

Selain harga barang, pendapatan masyarakatpun menentukan besar kecilnya permintaan. Jika pada waktu itu pendapatan masyarakatnya besar maka frekuensi permintaanpun banyak, dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun atau kurang maka mereka enggan melakukan permintaan. Hal ini juga akan berdampak pada tingkat atau frekuensi permintaan yang ada. Contohnya gaji pak Ganteng bulan ini Rp 300.000 cukup untuk beli beras 2kg dan gula 2 kg, namun jika penghasilan pak Gantneg bulan berikutnya bertambah hingga Rp 600.000 maka permintaan akan beras dan gulanya akan meningkat sebanyak 4kg masing-masing.

  • Selera dan keinginan masyarakat

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi permintaan akan barang atau produk, salah satu hal yang penting adalah selera masyarakat, meskipun terbilang kecil hal ini sangat berpengaruh terhadap banyak sedikitnya permintaan yang terjadi. Ketika suatu produk atau barang sesuai dengan selera konsumen, maka akan terjadi sebuah permintaan, begitu juga sebaliknya ketika barang atau produk tidak sesuai dengan selera, maka mereka tidak akan melakukan sebuah permintaan. Contohnya adalah saat ini celana pensil sedang tren dan banyak permintaan akan celana ini, namun lama-kelamaan celana pensil dianggap biasa dan ketinggalan zaman karena telah digeser oleh mode-mode baru yang memmbuat selera masyarakat berubah.

  • Intensitas kebutuhan

Jumlah atau intensitas kebutuhan masyarakat akan berpengaruh pada tingkat permintaan. Ketika masyarakat dalam suatu kondisi yang memang memerlukan produk itu, maka semuanya akan melakukan permintaan barang tersebut, sehingga permintaan barang akan meningkat. Salah satu contohnya, ketika saat itu ada hujan abu, pasti semua masyarakat butuh akan masker, sehingga permintaan akan masker akan meningkat dibanding hari biasanya. Misalkan saat ini musim kemarau suhunya panas sekali, mau tidak mau permintaan konsumen akan kipas angin atau Ac akan meningkat meskipun harganya lebih mahal daripada biasanya.

  • Jumlah penduduk suatu negara

Jumlah penduduk suatu negara ternyata mempengaruhi berjalannya ekonomi, terutama pada permintaan, semakin banyak jumlah penduduk di suatu negara maka permintaan cenderung meningkat, sedangkan bila di suatu negara hanya ada sedikit jumlah penduduknya, maka otomatis permintaan akan produk juga menurun atau rendah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, yaitu :

  • Tujuan perusahaan atau pemilik usaha

sponsored links
Tujuan perusahaan memiliki pengaruh besar pada penawaran suatu produk. Apabila suatu perusahaan memiliki tujuan untuk meraih omset atau keuntungan sebesar-besarnya, maka mereka akan menawarkan dan menjual barang atu produk dengan harga tinggi, dengan tujuan memperoleh untung besar. Sedangkan perusahaan yang memiliki tujuan menarik minat konsumen sebanyak-banyaknya, maka mereka akan menawarkan dan menjaul barang-barangnya dengan jumlah banyak dan harga yang terjangkau.

  • Biaya produksi dan teknologi

Produk atau barang tentunya dibuat melalui proses produksi, yang dimana aktivitas ini membutuhkan biaya. Apabila biaya produksi sangat mahal, maka produsen hanya akan membuat produk dalam jumlah sedikit karena takut tidak laku di pasar, kalah dengan produk yang sama hanya berbeda biaya yang harus dikeluarkan. Semakin besar biaya produksi maka penawaran akan  menurun dan semakin sedikit biaya produksi yang dibutuhkan maka penawaran akan semakin banyak penawaran yang dilakukan. Tidak hanya fokus kepada biaya produksi, teknologi yang digunakan oleh produsen juga berpengaruh terhdapa tingkat penawaran, jika teknologi yang digunakan canggih maka proses produksi cepat dan mampu menciptakan banyak produk sehingga penawaranpun semakin tinggi, begitu juga sebaliknya jika teknologi yang dipakai kurang mendukung otomatis proses produksi lambat, maka penawaranpun menurun.

  • Tanggungan pajak

Pajak adalah salah satu kewajiban perusahaan ketika melakukan sebuah produksi. Besar kecilnya pajak yang diterima akan mempengaruhi penawaran yang dilakukan. Besarnya pajak kan membuat harga produk atau barang semakin mahal, jadi produsen mengurangi penawarannya. Dan sebaliknya ketika pajaknya sedikit maka penawaran yang dilakukan tinggi.

  • Ketersediaan barang pengganti

Barang pengganti atau pelengkap bisa mempengaruhi penawaran pada barang utama. ketika produk pesaing memiliki harga yang lebih murah dan kualitasnya baik maka konsumen akan beralih ke produk tersebut, dengan demikian penawaran terhadap barang utama akan mengalami penurunan.

  • Prediksi masa depan

Prediksi atau perkiraan masa yang akan datang sangat berpengaruh di dunia ekonomi. Begitu juga pada penawaran, ketika produsen atau perusahaan tahu bahwa harga barang tertentu akan naik di masa datang, maka produsen akan memproduksi dan menyiapkan barang tersebut banyak sehingga ada stok yang banyak untuk di tawarkan.

(Artikel terkait starategi atau perhitungan : cara lolos interview kerja dan peluang bisnis air isi ulang)

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran, semuanya berhubungan erat dan bisa disimpulkan bahwa permintaan dan penawaran memang tidak bisa berdiri sendiri, dua kompenen ini bertemu menjadi satu untuk mencapai suatu tujuan bersama. Permintaan dan penawaran bukan sesuatu yang kecil, karena dua hal ini memiliki pengaruh penting bagi dunia ekonomi. Tentunya membutuhkan sebuah dasar atau landasan yang mampu mengarahkan keduanya ke arah yang baik, yaitu hukum permintaan dan hukum penawaran.

Hukum permintaan dan hukum penawaran merupakan keselarasan atau ketetapan antara jumlah barang yang ada dan permintaan dari konsumen serta penawaran dari produsen. Hukum permintaan adalah suatu hukum yang menjelaskan serta memaparkan tentang adanya hubungan yang bertolak belakang antara harga berang dengan jumlah barang yang ada, jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun, namun jika harga suatu barang turun maka permintaan akan barang tersebut akan naik atau bertambah.sehingga bunyi dari hukum permintaan sebagai berikut :

“Semakin tinggi harga barang atau jasa maka jumlah barnag atau jasa yang kan diminta akan turun, sedangkan jika hraga barang atau jasa turun, maka permintaan akan barang atau jasapun akan meningkat”.

Hukum permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Dari hukum tersebut bisa kita simpulkan bahwa tingkat harga suatu barang atau jasa akan mempengaruhi tingkat permintaan konsumen. Jika harga naik maka konsumen enggan melakukan permintaan dan hal yang mungkin akan terjadi konsumen akan mencari bahan pengganti yang tentunya lebih murah. Hukum permintaan ini berlaku selama faktor-faktor selain harga barang atau jasa tetap dan tidak berubah (cateris paribus). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya cateris paribus, antara lain :

  • Teknologi yang digunakan tetap
  • Penjual tidak memerlukan harga tunai
  • Penjual tidak kahwatir atau takut jika suatua saat adanya kenaikan harga.
  • Jumlah pedagang atau produsen tetap

Apabila ada faktor selain harga berubah, maka hukum permintaan ini tidak akan berlaku. Contohnya ketika hari raya ini, harga pakian cenderung naik, namun permintaan akan pakian tersebut tetap naik, karena pada saat itu pakaian memang kebutuhan yang penting bagi masyarakat. Selain itu ada satu contoh lagi terkait kondisi yang tidak sesuai dengan hukum permintaa, yaitu permintaan akan pulsa, meskipun harga pulsa selalu naik, namun permintaan masyarakat akan pulsa tetap naik, hal ini dikarenakan memang pulsa merupakan hal yang vital di kehidupan manusia, untuk internet, komunikasi, kerja dan lainnya.

Sponsors Link

Ada beberapa pertimbangan untuk hukum permintaan ini, antara lain :

  • Harga sebagai penentu konsumsi
  • Penyusutan pada marginal
  • Pengaruh perubahan pendapatan yang didapat dan perubahan penggantian barang (brang substantif).

Itulah beberapa informasi tentang hukum permintaan, pada intinya dalam hukum ini menjelaskan hubungan yang bertolak belakang antara harga dan jumlah produk yang diminta oleh konsumen. Ada beberapa contoh seputar hukum permintaan ini :

  1. Pada kurun waktu tertentu harga cabai naik di pasaran, sehingga permintaan akan cabai akan menurun, dan para konsumen mencari barang pengganti yang memiliki fungsi sama dengan cabai, yaitu sambal sasetan.
  2. Pada suatu waktu ada promo kue lebaran yaitu diskon 50%, hal ini menyebabkan permintaan akan kue lebaran ini akan meningkat.
  3. Dua bulan yang akan datang premium akan dihapuskan untuk pembeli eceran, untuk itu permintaan akan premium akan meningkat, karena para penjual premium akan membeli sebanyak-banyaknya untuk ditimbun dan dijadikan stok cadangan.
  4. Hari itu ada beras sembako dengan harga murah, maka permintaan akan beras tersebut akan naik dibanding dengan beras yang ada di pasaran atau di toko (beras merk), karena harga beras sembako lebih murah dibanding beras yang lainnya.
  5. Permintaan konsumen akan daging sapi berturun karena harga daging sapi yang melonjak, masalah ini diatasi dengan pemerintahan menyediakan daging sapi lokal untuk dijual di pasaran agar permintaan akan daging sapi konstan.

Hukum penawaran

Jika dalam hukum permintaan mambahas tentang hubungan yang bertolak belakang antara harga dan jumlah permintaan, di dalam hukum penawaran ini akan membahas tentang hubungan linear dan selaras antara harga dan jumlah penawaran yang terjadi. Sehingga hukum penawaran berbunyi sebagai berikut :

“Semakin tinggi harga suatu barang atau jasa, maka semakin tinggi pula frekuensi penawaran akan barnag atau jasa yang terjadi, dan jika harga barang atau jasa turun maka, intensitas penawaran akan barang dan jasapun akan menurun”.

Dalam penawaranpun juga ada yang namanya kondisi cateris paribus, dimana hukum penawaran akan berlaku jika tidak ada faktor-faktor lain yang berubah. Jika ada salah satu faktor lain yang berubah, maka akan terjadi ketimpangan dalam hukum penawaran, yang awalnya jika harga naik maka penawaran pun ikut naik. Di sini bisa terjadi penawaran yang menurun meskipun harga barang atau jasa tinggi. Contohnya penawaran terhdap tiket sepak bola akan menurun meskipun harganya naik, hal ini dikarenakan kuota terbatas atau sudah penuh. Selain itu bisa juga penawaran sepatu roda akan turun meskipun harganya tinggi dan minat konsumen tinggi, hal ini dikarenakan biaya produksi yang sangat mahal untuk produksi sepatu roda sehingga hanya mampu memproduksi sepatu roda sedikit. (Baca juga : penyebab kegagalan usaha)

Pada intinya hukum penawaran ini membicarakan tentang hubungan yang selaras antara harga suatu barang atau jasa dengan jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran ini adalah lawan dari hukum permintaan. Ada beberapa contoh tentang hukum penawaran :

  1. Ketika harga gas LPG naik, maka produsen menawarkan lebih banyak jumlah LPG dengan tujuan meraih keuntungan yang besar.
  2. Minat akan Hp android semakin meningkat, harganyapun juga tinggi. Dengan demikian produsen akan meningkatkan intensitas penawarannya agar bisa meraih omset yang besar.
  3. Setelah lebaran minat akan sirup menurun dan harganyapun turun, maka produsen mengurangi penawaran terhadap sirup ini, agar tidak menyebabkan kerugian.
  4. Jika musim hujan telah lewat maka kebutuhan akan jas hujan akan berkuurang, hal ini menyebabkan harga jas hujan turun, untuk itulah produsen mengurangi intensitas penawaran jas hujan untuk menghindari kerugian.
  5. Minat masyarakat terhadap kurma meningkat di bulan ramadhan ini, otomatis harga kurmapun juga tinggi, hal ini menyebabkan para produsen meningkatkan penawarannya terhadap kurma dengan tujuan memperoleh keuntungan yang besar.

Namun seringkali ada beberapa situasi yang akan merugikan konsumen dalam hal penawaran ini, bisa jadi kelangkaan bahan baku, terjadinya inflasi, pajak yang tinggi dan lainnya, produsen bisa seenaknya saja menetapkan harga untuk kepentingannya sendiri maka dalam hal ini pemerintah memiliki kebijakan yang mampu melindungi konsumen agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya  tanpa harus adanya kerugian yang berlebih ataupun kesulitan, yaitu dengan menetapkan suatu harga. Ada beberapa harga yang ditetapkan oleh pemerintah, antara lain :

  • Harga minimum, harga ini batasan terendah yang diberikan pada suatu barang, agar tidak terjadi kerugian di salah satu pihak. Produsen tetap mendapatkan untung dan konsumenpun puas.
  • Harga maksimum, harga ini merupakan batsan tertinggi yang diberlakukan pada suatu barang atau jasa, hal ini dimaksudkan agar konsumen bisa terlindungi dari kenakalan produsen yang menginginkan untung sebesar-besarnya. Contohnya ketika bulan suci ramadhan tiba pasti kebutuhan akan kurma meningkat, biasanya para produsen melihat ini sebagi sebuah peluang dan mereka meninggikan harga kurma secara tidak wajar untuk memperoleh keuntungan. Dalam hal ini harga maksimum bisa melindungi konsumen dari kerugian.
  • Harga patokan setempat, harga ini merupakan patokan yang digunakan atau diberlakukan di suatu daerah tertentu. Tentunya harga patokan disetiap tempat berbeda-beda sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada di tempat tersebut. Misalkan harga beras 1 kg di Malang hanya Rp 9.500, sedangkan di Jakarta harga 1kg beras bisa mencapai Rp 20.000 rupiah.

Itulah beberapa informasi singkat tentang hukum permintaan dan hukum penawaran. sebenarnya keberadaan hukum permintaan dan hukum penawaran ini merupakan titik temu antara harapan dari konsumen yang melakukan permintaan dan harapan produsen yang melakukan penawaran. Titik temu ini bisa disebut dengan harga keseimbangan, yaitu tinggi rendahnya harga kesepakatan harga yang diminta oleh konsumen dan harga yang diberikan oleh produsen.

Advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Ekonomi