10 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat

Setiap negara atau setiap daerah di dunia ini memiliki sistem perekonomian yang berbeda, tentu hal ini dikarenakan oleh bebrapa faktor. Penentuan sistem ekonomi bisa disebabkan oleh keadaan dan kondisi masyarakat di daerah tersebut, bisa terjadi juga karena kebijakan pemerintahan dan lain sebagainya. Adanya sistem ekonomi inilah yang menjadi ciri khas perekonomian suatu negara namun bukan itu poin pentingnya, dengan adanya sistem ekonomi ini perjalanan perekonomian negara akan menjadi terarah dan mampu mencapai tujuan dengan berbagai aturan yang ada dari sistem tersebut. Ada beberapa sistem ekonomi yang ada di seluruh dunia ini, ada sistem ekonomi syariah, ekonomi liberal, ekonomi campuran, ekonomi sosialis dan lain sebagainya. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang sistem ekonomi komando.

Artikel Terkait:

Sistem ekonomi komando mungkin masih asing di telinga kita namun sebenarnya sistem ekonomi komanda sering disebut dengan ekonomi sentral atau terpusat. Sistem ekonomi komanda adalah sebuah sistem perekonomian dimana pemerintah menjadi pusat pelaku ekonomi, maksudnya semua kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, konsumsi dan distribusi semua ini dilaksanakan oleh pemerintah. Jadi bisa dibilang keputusan dan kekuasaan ekonomi di tangan pemerintah, lebih ekstrim lagi semua yang ada hubungannya dengan ekonomi baik sumber daya manusia atau sumber daya alam semua menjadi miliki atau hak dari pemerintah. (Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal , Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran)

Untuk lebih memperjelas tentang ekonomi komando seperti apa, maka dalam artikel ini juga akan dipaparkan beberapa ciri yang dimiliki oleh sistem ekonomi komanda, dengan itu anda bisa membedakan dan menentukan mana yang termasuk ke dalam sistem ekonomi komando. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi komando, antara lain :

  1. Kebijakan ekonomi dipegang penuh oleh pemerintah.

Dalam sistem ekonomi komando atau sosialis kebijakan dipegang oleh pemerintah, dimana segala keputusan ketika ada sebuah permasalahan atau dalam kondisi normal dan stabil diambil oleh pemerintah tanpa adanya pengaruh dari pihak lain. Bisa dibilang maju mundurnya perekonomian suatu negara disebabkan oleh pemerintah, ketika kebijakan baik dan inovasi sering dilakukan pemerintah maka kondisi perekonomian akan menjadi maju dan terus berkembang begitu pula sebaliknya.

Artikel terkait :

  1. Semua jenis dan bentuk sumber daya atau barang ekonomi menjadi kepemilikan pemerintah.

Dalam ekonomi terpusat atau komanda ini pemerintah memiliki kepemilikan penuh terhadap segala sumber dan alat produksi di negara tersebut, mulai dari sumber daya manusia, sumber daya alam dan segala bentuk peralatan untuk produksi dan lainnya menjadi miliki negara atau pemerintah. Sehingga yang menentukan untuk produksi atau penciptaan produk baru dipengarauhi oleh izin dari pemerintah. Dalam sistem ini penggunaaan sumber daya dan alat produksi memiliki prosedur dan peraturan yang ketat hal ini dilakukan untuk menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Artikel Terkait:

  1. Pengawasan dan pengontrolan penuh dilaksanakan oleh pemerintah

Salah satu keunggulan dari ekonomi komanda adalah pengawasan dan kontrol mudah dilaksanakan oleh pemerintah. Dengan begini pihak-pihak yang ingin untung sendiri atau pihak-pihak yang ingin memonopoli pasar tidak akan terjadi. Karena pergerakan sedikitpun pasti pemerintah akan segera tahu dan ketika ada hal yang kurang benar atau menyimpang maka pemerintah tidak segan-segan untuk memberikan sanksi pada pihak yang bersalah. Dengan hal ini maka perekonomian negara akan menjadi perhatian utama bagi pemerintah sehingga tidak akan ada satupun pihak yang berani berbuat penyelewengan. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Internasional , Manfaat Kerjasama Ekonomi Antar Negara)

  1. Hak perorangan tidak diakui

Dalam ekonomi komanda individu tidak akan pernah diakui, hal ini diberlakukan oleh pemerintah agar tidak ada yang namnya kerancauan dalam perekonomian negara. Jadi segala aktivitas atau keinginan perorangan dalam hal ekonomi harus mendapatkan izin dari pemerintah dan di sistem ekonomi ini individu hanya dijadikan sebagai aktor produksi buakn pemilik produksi. Intinya disini individu hanya bisa sebagai pembuat dan penikmat bukan pemilik, karena semua yang ada di negara yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi menjadi kepemilikan mutlak bagi pemerintah atau negara. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Mikro , Peran Ekonomi Mikro Bagi Suatu Perusahaan)

  1. Pihak swasta tidak bisa bergerak bebas

Di sini pihak swasta tidak bisa bergerak bebas bahkan tidak akan bisa berjalan ketika tidak mendapatkan restu dari pemerintah, tidak seperti di Indonesia pihak swasta bebas untuk menanamkan modal dan menggunakan sumber daya yang ada untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Namun berbeda sekali dengan kebijakan yang melarang keras pihak swasta untuk berkecimpung atau mengambil alih bahkan bergerak bebas dalam kegiatan perekonomian dalam negara. (Baca Juga: Peran BUMN , Jenis Instrumen Investasi)

  1. Kesenjangan sosial tidak akan terjadi

Dalam ekonomi komando atau sosialis ini kesenjangan sosial tidak akan  pernah terjadi, yang kaya tidak akan menjadi makin kaya dan yang miskin tidak akan menjadi makin miskin tapi di sistem ini semua seimbang. Hal ini bisa terjadi karena pemerintah sangat bijak dalam hal pemerataan pendapatan masyarakatnya sehingga kesejahteraan masyarakatnya sangat diperhatikan. Ini menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ekonomi komando. (Baca juga : prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari , Manfaat Internet Untuk Ekonomi)

  1. Kondisi ekonomi cenderung stabil

Kondisi perekonomian dalam sistem ekonomi komando memiliki kestabilan yang bagus hal ini bisa terjadi karena kontribusi penuh dari pemerintah yang selalu teliti dan detail dalam melihat situasi dan kondisi yang ada seputar perekonomian. Pemerintah memiliki taktik dan strategi dalam menghadapi segal bentuki gangguan dan problem perekonomian seperti halnya inflasi dan deflasi. Dengan adanya peranan penuh dari pemerintah maka tindakan cepat dan siaga akan selalu ada dalam kegiatan perekonomian di negara tersebut.(Baca juga : pengertian deflasi – akibat inflasi)

  1. Kebebasan individu untuk berwirausaha dilarang

Salah satu kelemahan dari ekonomi komando adalah kreatifitas masyarakat kurang dan tidak pernah muncul hal ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah yang melarang setiap warganya untuk melakukan kegiatan ekonomi sendiri atau ekonomi kreatif, mereka dilarang untuk membuka wirausaha, dan hanya boleh menjadi tenaga kerja baik ahli maupun tidak. Tentu hal ini menjadi pengekang dari kreatifitas yang dimiliki oleh maysrakat, dalam sistem ini seolah-olah rakyat tidak memiliki sumbangsih dalam kemajuan perekonomian suatu negara. (Baca juga : manfaat ekonomi kreatif , Cara Mendapatkan Modal Usaha)

  1. Kepentingan masyarakat diutamakan

Di sisi lain ekonomi komando juga memperhatikan betul hak-hak rakyatnya dimana setiap kegiatan produksi difokuskan untuk melayani masyarakat di semua kalangan dan setiap golongan. Biasanya juga terjadi produksi besar-besaran yang tujuannya untuk melayani dan membantu masyarakat dalam memnuhi kebutuhan hidupnya. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Perikanan , Peran Pasar dalam Perekonomian)

  1. Keadilan diperhatikan

Salah satu aspek penting dalam ekonomi komando yakni keadilan sangatlah diperhatikan. Pemerintah mampu menempatkan setiap individu pada posisi yang semestinya mereka tempati dan tentunya mereka memiliki keahlian khusus dibidang tersebut, selain itu tidak ada pihak luar yang mempengaruhi dan ikut campur dalam hal perekonomian sehingga keadilan benar-benar diutamakan dalam sistem ekonomi komando ini. (Baca Juga: Penyebab Kegagalan Usaha , Ruang Lingkup Ekonomi Moneter)

Itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh sistem ekonomi komando, pada dasarnya yang menjadi ciri khas dari perekonomian jenis ini adalah seluruh kegiatan dan keberadaaan sumber daya serta alat produksi merupakan kepemilikan resmi dari pemerintah.