Sponsors Link

3 Contoh Industri Non Ekstraktif

Ada banyak industrri yang bisa dikelompokan dalam beragam jenis yang bisa membagi jenis-jenis industri tersebut seperti contoh industri fasilitatif di Indonesia. Berikut Pembagian dari Industri tersebut:

ads

Berdasarkan Bahan Baku

  • Industri Ekstraktif yaitu industri yang mengelola bahan langsung dari sumber daya alam, misalnya industri hasil pertanian, perkebunan, perikanan atau kehutanan.
  • Industri non ekstraktif yaitu industri yang menggunakan bahan bakunya dari tempat lain, baik hasil olahan maupun masih berupa bahan mentah

industri non ekstraktif ini terdiri dari 2 bentuk yaitu :

  • Industri reproduktif yaitu industri yang bahan bakunya bisa diperbahari ketika sudah habis, terutama melalui kegiatan seperti dalam industri ekstraktif
  • Industri Manufaktur yaituyang mengolah bahan baku dimana baku tersebut.
  • Hasilnya digunakan untuk keperluan industri yang lain. Contoh industri kayu lapis, industri pemintalan kapas benang, penyadapan dan pengolahan karet.
  • Industri fasilitatif ini merupakan salah satu industri yang kegiatan industri akan menghasilkan dan juga menjual jasa yang akan digunakan demi keperluan orang lain contoh : angkutan, konsultan, asuransi, perbankan dan pariwisata.

Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

Pembagian Industri berdasarkan jumlah tenaga kerja seperti contoh industri menengah yaitu:

  • Industri rumah tangga adalah industri yang memilki tenaga kerja 1-4 orang
  • Industri kecil adalah  industri yang hanya akan mempekerjakan 5-19 orang
  • Industri sedang yaitu industri yang memiliki tenaga kerja 20 -99 orang
  • Industri besar yaitu industri yang memiliki tenaga kerja > 100 orang.

Berdasarkan Hasil Produksinya

  • Industri primer yaitu industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut, contohnya penggilingan padi.
  • Industri sekunder yaitu industri yang menghasilkan barang serta masih memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum dikonsumsi. Contoh industri garmen
  • Industri tersier yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang tetapi bergerak dalam bidang jasa. Contoh industri angkutan.

Berdasarkan Bahan Mentah Yang Diolah

  • Industri agraris yaitu industri yang bahan mentahnya didapat dari hasil pertanian, perkebunan atau kehutanan. Contoh industry minyak goreng seperti contoh perusahaan industri.
  • Industri non agraris yaitu industri yang mengelola bahan mentah dari kegiatan pertambangan. Contoh industri semen, industri baja dan industri lainnya.

Berdasarkan Tahapan Produksinya

Industri hulu yaitu industri yang tahapan produksinya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi pada umumnya ciri-ciri :

  • memanfaatkan peralatan dengan teknologi maju
  • memanfaatkan banyak tenaga kerja dan tenaga akhli
  • mengolah bahan mentah yang diproduksi menjadi bahan baku.

Secara umum kegiatan yang termasuk pada industri hulu adalah industri logam dasar, industri elektronik dan industri kimia dasar.

Industri hilir yaitu kegiatan industri yang tahapan produksinya mengolah bahas setengah jadi menjadi bahan jadi meliputi pengolahan pangan, mebel, dan konveksi.

Berdasarkan Perolehan Modal

  • PMDN (penanaman modal dalam negeri )
  • PMA ( penanaman modal asing)
  • Industri patungan ( join venture)

Cara untuk meningkatkan daya saing industri di Indonesia yaitu dengan upaya seperti melakukan pameran produk buatan indonesia dengan berskala nasional merupakan salah satu untuk menumbuhkan rasa cinta kepada produk produk Indonesia. Agar masyarakat sadar akan kualitas produk Indonesia tidak buruk dapat bersaing baik dengan produk luar negeri. Seperti yang sudah saya ketahui bahwa pemerintah sudah melakukan langkah – langkah yang pertama adala rekstukturisasi indusri yang memiliki tujuan pemanfaatan teknologi yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan melalui restrukturisasi permesinan atau peralatan produksi yang lebih eco-friendly.

Yang kedua menjamin kecukupan bahan baku yang terkait dengan pengembangan industri. Yang ketiga merupakan salah satu peningkatan dari kualitas SDM atau sumber daya manusia  dari industri yang disalurkan melalui fasilitasi pembangunan dari UPT yang merupakan unit pelayanan teknis . Keempat, perbaikan pelayanan publik melalui birokrasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Dan dalam bidang perdagangan pemerintah Indonesia yaitu adanya kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk setiap produk – produk yang dibuat di Indonesia agar penggunaanya dapat aman dan masyarakat tidak bingung dengan keamanan konsumen.

Sponsors Link

Dan ada kebijakan lain seperti kebijakan Tata Niaga seperti penerapan Importir Produsen (IP) maupun Importir Terdaftar (IT), penerapan trade defends seperti safeguard, anti dumping, dan countervailing duties, serta optimalisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di semua lini kehidupan dan kegiatan perekonomian. Dimana nantinya akan mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ketahun yang akan bisa di lihat berdasarkan beberapa fakta dilapangan.

jika tercatat pertumbuhan industri di atas pertumbuhan ekonomi, itu menjadi salah satu indikator pergerakan dan pertumbuhan industri dalam negeri ke arah yang positif. Peranan dari sektor industri di dalam sebuah pembangunan ekonomi di Negara Indonesia sangatlah penting. Keunggulan-keunggulan sektor industri tersebut diantaranya memberikan kontribusi bagi penyerapan tenaga kerja dan mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi pada berbagai komoditas yang dihasilkan.

Contoh Industri Non Ekstraktif

Industri ini adalah industri yang memerlukan bahan baku utama pada pihak atau di tempat lain. baik berupa hasil mentah maupun berupa hasil olahan jadi. Ini merupakan salah satu industri yang telah banyak dikembangkan, bahkan juga terdapat banyak perkembangannya di Indonesia, karena industri ini memiliki beberapa tujuan seperti :

  • Membantu membuka lapangan kerja
  • Menaikan keuntungan
  • Sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia
  • Persediaan bagi bahan baku industri lainnya

Nah, demikianlah tujuan dari industri ini di dalam sebuah negara. Karena tersedianya keuntungan untuk beragam pihak yang bisa menikmati hasil dari industri tersebut.

Nah itulah beberapa tujuan diadakannya industri non ekstraktif di suatu negara. Industri non ekstraktif tidak hanya bermanfaat bagi produsen saja, namun juga bagi berbagai pihak.  Beberapa contoh industri non ekstraktif antara lain sebagai berikut:

1. Industri Kayu Lapis

Salah satu contoh industri non ekstraktif adalah industri kayu lapis. Industri kayu lapis merupakan industri pengolahan dari kayu pohon yang kemudian dipotong- potong menjadi kayu. Hasil dari industri kayu lapis ini nantinya bisa dipakai oleh berbagai industri lain, seperti halnya pembuatan mebel.

2. Industri Pemintalan Kapas

Ini merupakan industri yang akan mengolah kapas hingga berubah menjadi benang, hasil dari industri ini nantinya kemudian akan berubah menjadi bahan baku yang digunakan untuk membuat kain.

3. Industri Pengolahan Logam

Industri pengolahan logam ini merupakan salah satu jenis industri non ekstraktif. Hasil dari industri ini diolah menjadi barang- barang rumah tangga.

Itulah beberapa contoh dari industri non ekstraktif yang berada di sekitar kita. Selain ketiga industri di atas, masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Sponsors Link

Manfaat Industri Non Ekstraktif 

Industri memiliki banyak manfaat bagi negara, termasuk juga industri non ekstraktif ini. Industri ekstraktif ini memiliki banyak manfaat bagi negara antara lain sebagai berikut:

  • Menambah devisa negara
  • Memajukan potensi pengusaha dalam negeri
  • Menambah keuntungan negara
  • Membuka lapangan pekerjaan
  • Mengurangi jumlah pengangguran

Nah itulah beberapa manfaat industri non ekstraktif bagi negara. Manfaat yang telah disebutkan diatas hanya sebagian kecil, masih ada banyak manfaat yang bisa dihasilkan industri non ekstraktif untuk negara ini.

, ,
Oleh :
Kategori : Industri