Sponsors Link

5 Manfaat Ekonomi Islam dalam Kehidupan

Tujuan pemberlakuan Ekonomi Syariah selaras dengan tujuan dari penegakkan syariat Islam itu sendiri (maqashid asy syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah), melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat (hayyah thayyibah). Karena Islam sendiri hadir sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.

Sebagai suatu sistem yang padu, ekonomi Islam harus memiliki prinsip yang mendasarinya. Prinsip-prinsip yang mendasari ekonomi islam adalah sebagai berikut:

  1. Tidak melakukan monopoli perdagangan

Memonopoli atau mengatur peredaran perdagangan dengan tujuan menaikkan harga barang tersebut adalah hal yang diharamkan dalam Islam, karena akan merugikan berbagai pihak.

2. Tidak menimbun barang dagangan (ikhtikar)

Ihtikar diartikan sebagai tindakan pembelian barang dagangan dalam jumlah banyak, dengan tujuan untuk menahan atau menyimpan barang tersebut dalam jangka waktu yang lama sehingga apabila barang tersebut mengalami kelangkaan, akan dapat dijual dengan harga mahal.

3. Menghindari jual beli yang diharamkan

Jual beli yang diharamkan termasuk diantaranya menjual barang atau jasa haram, atau menjual sesuatu yang halal dengan sistem yang diharamkan seperti riba, karena banyak sekali bahaya riba dalam ekonomi Islam.

Pengamalan sistem ekonomi Islam akan membawa banyak manfaat. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia. Sesuai dengan prinsip kemaslahatan dan maqashid syariah yang diungkapkan oleh Al Ghazali, inilah dia berbagai manfaat ekonomi Islam bagi masyarakat Indonesia.

  1. Terjaganya iman dan agama

Tujuan utama dari penerapan ekonomi Islam ini adalah untuk menjalankan syariat Islam sesuai dengan ketentuan yang ada di Al Qur’an dan Hadist. Dengan mematuhi segala prinsip ekonomi syariah, maka juga akan menunjukkan kepatuhan pada agama.

Dalam QS. Ath-Thalaq:2-3, Allah swt, berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Dalam ayat ini, sudah ditetapkan bahwa barang siapa yang mematuhi berbagai perintah agama, maka akan datang berbagai kemudahan baginya. Janji ini terutama berlaku bagi seluruh pelaku ekonomi, untuk menghindari berbagai kemungkinan yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri.

2. Terjaganya jiwa

Ekonomi Islam memiliki sistem yang sangat aman dan akan menghindarkan pelakunya dari setiap mudharat, apabila diterapkan sesuai ketentuannya. Karena itulah, ekonomi Islam menjamin keamanan jiwa bagi setiap pelakunya. Bukan hanya bagi diri sendiri, jaminan keamanan tersebut juga berlaku pada semua orang yang menjalin bisnis syariah.

3. Terjaganya akal pikiran

Meskipun memiliki konsep yang sederhana, ekonomi syariah tetap menuntut untuk dapat bepikir secara logika menggunakan akal sehat, bagaimana caranya dapat mengambil keuntungan tanpa perlu mengambil hak orang lain. Pada dasarnya, ekonomi Islam hanya sah apabila terjadi akad atau perjanjian antara kedua belah pihak pelaku ekonomi. Konsep ini adalah yang paling sesuai dengan logika perdagangan, karena bagaimana akan terjadi jual beli yang terjamin keamanannya dan keuntungannya apabila tidak ada perjanjian tersurat antara kedua belah pihak?

Pada proses peminjaman pun, selain harus adanya akad, peminjam tidak boleh mengambil keuntungan dari uang yang dipinjamnya. Hal ini tentu saja akan sangat memudahkan bagi orang yang membutuhkan, karena sebagai rahmat bagi seluruh alam, Islam menjamin kesejahteraan seluruh umatnya. Itulah nilai-nilai ekonomi syariah yang juga merupakan manfaat dari ekonomi syariah. 


4. Terjaganya kemurnian harta

Dengan menerapkan proses ekonomi Islam, harta akan bersih dari segala sumber yang tidak halal, karena tidak ada hak orang lain di dalamnya. Dengan begitu, kehidupan akan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang diambil.

5. Terjaganya keturunan

Harta yang dimiliki akan digunakan untuk menghidupi anak cucu, dan jika harta tersebut halal sumbernya dan bersih dari hak orang lain, maka keturunan dan siapapun yang merasakan manfaat dari harta tersebut akan turut merasakan berkah dari harta tersebut.

Meskipun Indonesia tidak termasuk negara yang menganut sistem ekonomi Islam secara menyeluruh, tapi manfaat dari ekonomi Islam dapat dirasakan bagi semua rakyat. Ekonomi syariah ini tidak hanya sebatas diterapkan bagi umat Islam, tapi dapat diterapkan secara universal bagi seluruh warga Indonesia, karena prinsip dasar ekonomi Islam sendiri bersifat umum, dan akan selalu memberikan manfaat yang besar bagi pelakunya.

, ,