Sponsors Link

14 Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum di Indonesia

Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank memiliki pengertian sebagai berikut “bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan mengeluarkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat”.

Sistem perbankan di Indonesia meliputi Bank Indonesia sebagai bank sentral, bank umum, bank perkreditan rakyat, dan bank bagi hasil. Pada kesempatan kali ini, pembahasan akan difokuskan pada perbedaan bank sentral dan bank umum, seperti berikut :

  1. Ditinjau dari kepemilikan hak monopoli.

Pada bank sentral terdapat hak oktroi atau hak monopoli yang bertujuan untuk menciptakan alat pembayaran yaitu uang. Sedangkan pada bank umum tidak terdapat hak oktroi atau monopoli.

  1. Ditinjau dari jenis bank.

Bank sentral adalah lembaga keuangan yang independen dan tidak terdiri dari jenis bank-bank lain (berdiri sendiri). Sedangkan bank umum adalah lembaga keuangan yang terdiri dari bank pemerintah pusat, bank pemerintah daerah, bank swasta nasional, dan bank asing. Bank pemerintah pusat yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN).

  1. Ditinjau dari status kedudukan bank.

Bank sentral memiliki status sebagai instansi pemerintahan. Sedangkan bank umum memiliki status bisa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

  1. Ditinjau dari kegiatan pemberian kredit.

Salah satu jenis usaha bank sentral adalah memberikan kredit kepada bank-bank lain dan di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan salah satu jenis usaha bank umum adalah memberikan kredit dengan pilihan jenis-jenis kredit kepada masyarakat ataupun perusahaan-perusahaan di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  1. Ditinjau dari kegiatan penghimpunan dana.

Bank sentral tidak melakukan penghimpunan dana dari masyarakat. Sedangkan bank umum melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat pula.

  1. Ditinjau dari target pelayanan.

Bank sentral tidak melayani jasa terkait bidang perbankan pada masyarakat atau individu dan perusahaan yang bukan lembaga keuangan di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan bank umum melayani jasa terkait bidang perbankan pada masyarakat atau individu dan perusahaan-perusahaan yang ada di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  1. Ditinjau dari peraturan perundang-undangan.

Penjelasan terkait bank sentral diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Sedangkan penjelasan terkait bank umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

  1. Ditinjau dari tujuan lembaga keuangan.

Fungsi lembaga keuangan adalah membantu perekonomian suatu negara. Bank sentral sebagai lembaga keuangan memiliki tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mendukung dalam pencapaian tujuan tersebut, maka bank sentral memiliki tugas sebagai berikut:

  • Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
  • Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
  • Mengatur dan mengawasi bank.

Sedangkan bank umum memiliki tujuan yang lebih ke arah untuk mencari keuntungan (profit oriented) dengan cara menawarkan jasa perbankan yang ada kepada masyarakat luas, termasuk pada badan-badan usaha.

  1. Ditinjau dari segi pengawasan.

Bank sentral menjalankan fungsi tugas mengatur serta melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap bank-bank di negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan bank umum tidak mengawasi bank-bank lain, namun bank umum diatur, dibina, dan diawasi oleh bank sentral.

  1. Ditinjau dari segi penetapan kebijakan moneter.

Bank sentral memiliki wewenang untuk menetapkan target moneter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya, hal ini dilakukan untuk memanfaatkan peran kebijakan moneter pada suatu negara. Sedangkan bank umum tidak memiliki wewenang untuk menetapkan target moneter dengan memperhatikan laju inflasi, melainkan segala kegiatan operasional kegiatan bank umum dipengaruhi oleh target-target yang ditetapkan bank sentral.

  1. Ditinjau dari pengeluaran jenis uang.

Bank sentral merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan jenis uang kartal (uang kertas dan logam). Sedangkan bank umum memiliki wewenang untuk mengeluarkan jenis uang giral.

  1. Ditinjau dari keterkaitannya terhadap valuta asing.

Bank sentral memiliki kegiatan dalam pengelolaan cadangan devisa, sehingga bank sentral mampu melaksanakan berbagai jenis transaksi dan fungsi devisa, yang salah satunya adalah bank sentral bisa menerima pinjaman dari luar negeri. Sedangkan bank umum memiliki produk perbankan yang telah disetujui oleh bank sentral berupa jual beli valuta asing atau jual beli mata uang asing.

  1. Ditinjau dari persaingan antarbank.

Dalam mencari keuntungan, bank sentral tidak memiliki saingan dengan bank-bank lainnya, karena bank sentral hanya ada satu di setiap negara dan bersifat independen (berdiri sendiri). Sedangkan bank umum memiliki banyak saingan dengan bank-bank lainnya dalam mencari keuntungan.

  1. Ditinjau dari kepemilikkan rekening.

Bank sentral tidak diwajibkan untuk membuka rekening di bank-bank umum. Sedangkan bank umum memiliki kewajiban untuk membuka rekening di bank sentral.

, , , , , , , , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Perbankan