Sponsors Link

5 Bidang Manajemen, Tugas dan Penjelasannya

Manajemen merupakan salah satu proses yang tidak pernah lepas dari 4 nhal ini yakni POAC, planning yang artinya perencanaan, organizing yang artinya pengorganisasian, actuating yang artinya pelaksanaan dan controling yang berarti pengendalian atau pengawasan. Sebuah pekerjaan tidak akan bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya 4 hal ini. Bisa kita bayangkan ketika sebuah kegiatan tidak direncanakan dengan matang pastiu hasilnya pun kurang maksimal, begitu juga tanpa sebuah pengawasan sebuah kegiatran tidak akan berjalan dengan maksimal. (Baca juga : tujuan ekonomi kreatif)

Demi merealisasikan terlaksananya POAC, perusahaan tidak melakukannya dengan membnetuk satu bagian besar, melainkan dengan membaginya ke dalam berbagai bidang dalam menjalankan kegiatan usahanya. Disini terbagilah bermacam – macam bidang guna memperlancar pencapaian tujuan diantaranya adalah bidang

  1. Manajemen Produksi
  2. Manajemen Pemasaran
  3. Manajemen Keuangan
  4. Manajemen sumber daya manusia
  5. Manajemen akuntansi

Alasan utama terbentuk berbagai macam bidang manajemen adalah untuk menciptakan sebuah atmospher yang baik dari sebuah proses pencapaian tujuan, dengan pembagian ini diharapkan semua pihak bisa fokus dan tujuannya masing-masing. Tidak bisa dipungkiri sebuah pekerjaan yang dikerjakan bersama-sama lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan kerja sendiri. Masing-masing bidang diberikan jobdisc masing-masing yang harus dilaksanakan dengan baik tanpa mengganggu jobdisc bidang lainnya.  (Baca juga : pengertian motif ekonomi)

Lima bidang diatas dipilih karena dalam proses atau segala bentuk kegiatan dalam perusahaan membutuhkan hal tersebut, dimana untuk mendapatkan sebuah keuntungan maka dibutuhkan proses produksi yang amat baik, bukan hanya itu produksi yang baik tidak akan menghasilkan sebuah hasil yang emmuaskan tanpa pemasaran yang baik pula.Begitu juga dengan manajemen keuangan dan akutansi dimana mereka bertanggung jawab atas keberadaan dan perjalanan uang yang ada, jika dua bidang ini lengah dalam mengelola dan melaksankan tugasnya dengan baik maka perusahaan akan menemui sebuah masalah yang kompleks. Dan terakhir keberadaan manajemen SDM juga sangat dibutuhkan SDM yang baik dan berkualitas akan menghasilkan sebuah produk dan hasil yang memuaskan. (Baca juga : ruang lingkup ekonomi manajerial)

Selanjutnya kita akan membahas secara detail mengenai lima bidang manajemen tersebut.

  1. Manajemen Produksi

Pertama yaitu manajemen produksi. Kita tahu sendiri bahwa manajemen adalah kegiatan untuk mengkoordinasi. Sedangkan produksi seneiri adalah proses menghasilkan suatu barang atau jasa. Sehingga manajemen produksi sini berperan sebagai bagaimana kita mengkoordinasi, mengatur atau memenajemen dari factor produksi itu sendiri mulai dari pembuatan dan proses produksi termasuk di dalamnya adalah factor – factor produksi nya seperti:

  • Bahan baku, bahan yang menjadi dasar pembuatan suatu bahan produksi
  • Bahan pembantu, bahan yang menjadi pelengkapa bahan baku
  • Tenaga kerja, mulai dari manajer hingga pekerja pengangkut barang
  • Penyusutan peralatan produksi, tidak selamanya peralatan produksi itu bisa digunakan selamanya maka suatu ketika akan rusak sehingga perlu diperbaikai ataupun diganti baru
  • Modal beserta bunga modalnya
  • Sewa (gedung atau peralatan lain), jika sekiranya ada yang tidak bisa kita miliki sendiri sehingga kita mmerlukan sewa
  • Transportasi (Baca juga : kebutuhan dasar manusia)
  • Administrasi
  • Biaya listrik, telepon dan air
  • Pemeliharaan perlatan produksi, hal ini dilakukan agar peralatan produksi ikita tidka cepat rusak ataupun apabila bermasalaha tidka menghambat pengerjaan produksi
  • Biaya keamanan
  • Asuransi bagi segala peralatan dan semua tenaga kerja
  • Pemasaran barang produksi (Baca juga : tindakan ekonomi rasional)
  • Pajak perusahaan

Kesemuanya adalah factor produksi meliputi factor sumber daya alam, sumber daya manusianya, dan sumber daya modal dan bagaimana menciptakan pekerjaannya agar mencapai tujuan yaitu lebh efisien dan lebih menambah nilai guna dari suatu barang tersebut. (Baca juga : faktor-pembangunan-ekonomi)

Artikel terkait produksi :

Manajeman produksi juga berperan penting dalam proses perencanaan dari proses produksi tersebut. Diantaranya yaitu merencanakan system produksi, yang digunakan sebagai acuan dalam kegiatan produksi mulai dari lokasi hingga sarana dan prasrananya penentuan jenis jumlah dan bahna baku desain hingga pengolahannya. Selanjutnya yaitu pengendalian produksi, dimana mengendalikan komponennya seperti bahna baku, tenaga kerjanya, prosesnya yang bertujuan untuk meminimalisir ongkos namun dapat memproduksi dnegan cepat. Dan yang terkahir yaitu pengawasan produksi. Pengawasan ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah proses produksi berjalan dengan baik, mungkin ada kendala atau maslaha yang diberikan solusi agar yang tidak sesuai dengan prosedur perencanaan bisa di cegah dan dapat ditanggulangi apabila terjadi masalah.


  1. Manejemen Pemasaran

Kedua, yaitu menejmen pemasaran. Manajemen pemasaran disini berperan penting dlama proses distribusi atau proses dari penyaluran barang samapi ke tangan konsumen. Bertujuan untuk meningkatkan penjialan dari produk yang dihasilkan. Hal- hal yang dilakukan diantaranya adlah dnegan meriset pasar, bertujuan untuk mengetahui apa keinginan konsumen, sesuai dengan selera yang diinginkan konsumen. (Baca juga : fungsi pasar)

Selanjutnya yaitu perencanaan yang meliputi menentukan bagian pasar yang mana yang akan di biddik, setelah itu di target kemungkinan yang akan di jual, metode yang digunakan. Setelah ita mneegtahui metode pemasaran yang mana yang akan kita pakai, maka kita akan mengetahui alat pemasaran mana yanag akan kita pakai. Setelah kita mengetahui dan kita akan terjun ke pasaran sebainya kita mengetahui peluang, serta tantangan yang dihadapi pasti nantinya produk kita bukan hanya satu melainkan banyak yanga akan memasarkan produk yang smaa sehingga kita harus mengetahui apa saja peluang, tantangan dan anceman dari lawan saing produk kita nanti. (Baca juga : peran pasar dalam perekonomian)

Setelah itu perlu adanya promosi produk, hal ini dilakukan agar nantinya masyarakat tertarik dengan produk yang akan dipasarkan nantinya, promosi bukan hanya melalui lisan namun  juga bisa scara tertulis seperti pamphlet, brosur atau selebaran, iklan dan lain – lain. Dari proosi produk ini nantinya diharapkan akan memberikan stimulus dan rangsangan kepada konsumen agar meningkatkan permintaan terhadap produk. (Baca juga : indikator pembangunan ekonomi)

  1. Manajemen Keuangan

Ketiga yaitu manajemen keuangan. Manajemen keunagna berarti, mengatur masuk dan keluarnya dana, berarti bersangkutan dengan pendapatan dan pengeluaran dalam suatu perusahaan atau organisasi. Bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir serendah rendahnya kerugian. Kegiatan yang dilakukan diantaranya, bekerjasaman dengan pihak – pihak pencari dana agar tidka terjadi kesalahpahaman, mengatur keuangan yang bersangkutan dengan investasi sumber dan investasi penggunaaan, mengatur dan menentukan pembagian dari laba perusahaan yang diperoleh, dan yang terkahir dan mesti ada dalam keuangan adlaah laporan keuangan yang rinci dan detail agar menegtahui masuk keluarnya dana yang digunakan. (Baca juga : cara mengaturkeuangan pribadi –  cara mengatur keuangan supaya tidak boros.)

Dengan manajemen keuangan yang ada diharapkan sebuah perusahaan atau organisasi mampu mrealisasikan tujuan yang telah mereka sepakati sebelumnya. Karena dengan manajemen dan pengolahan keuangan yang baik maka pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir bisa terlaksana dengan baik dan tujuan pun bisa tercapai dengan mudah. bisa kita bayangkan ketika manajemen keuangan amboradol maka perusahaanpun akan terkena imbasnya bahkan perusahaan tersebut akan mengalami kebangkrutan.

  1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Keempat adalah manajemna sumber daya manusia. Manusia juga perlu dikoordinasi dna diatur agar dalam mencapai tujuan perusahaan mereka dapat bekerja sama dan berada dibawah naungan dalam satu visi dan misi perusahaan. Dengan memanajemen sumber daya manusia nnatinya akan memperlancar proses tercapainya tujuan dari perusahaan itu sendiri dan tentunya akan mengahsilkan karyawan yang berkualitas dalam bekerja. Sehingga dnegan kualitas yang bagus dalam segala proses manajeman ini dalam perusahaan nnatinya akan berimbas pada konsumen. Konsumen akan meningkatkan permintaan akan barang dari hasil karyawan yang berkualitas ini sehingga menaikkan pula laba dari perusahaan. Apablia laba dari suatu perusahaan itu naik, maka akan beimbas kepada karyawan nya kembali yaitu pembagian laba perusahaan. (Baca juga : contoh tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari)

Kegiatan yang dilakukan dalam manajemen perusahaan diantaranya adalah pembukaan lapangan kerja , setelah melewati tahap ini dan sesuia dnegan persyaratan maka akan ada pengembangan mutu, pengembangan mutu ni diharapkan dapat meningkatkan kualitas karyawan agar dalam bekerja nantinya tidak menemui kendala yang berarti dan dapat di selsaikan secara mandiri. (Baca juga : faktor produksi tenaga kerja)

Dalam pengembangan mutu ini juga nantinya akan memberikan keuntungan bagi karyawan itu sendiri. Hal ini akan menaikkan upah pekerja juga apabila mutu yang diberikan pekerja mndapat progrees yang baik. Pemberian upah itu sendiri merupaan salah satu juag kegiatan dari manajemen sumber daya manusia. Selanjutnya yaitu penyatuan dari para pekerja secara vertical dan horizontal, karena mereka bekerja pada satu perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan maka mereka harus bekerja sama agar pekerjaan slesai secara efisien dan dapat meningkatkan laba.(Baca juga : alat pemuas kebutuhan)


Pemeliharaan terhadap sumber daya manusiaya juga begitu penting. Untuk mengahsilkan barang yang bagus dna mutu yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga kerja yan bagus pula. Hal ini bagus dalam hal hal upah, pemeliharaannya seperti asuransi kesehatan dalam bekerja dan pemeliharaan kesejahteraan dari karyawan. Karyawan yang memeiliki mutu yang berkualitas dihasilkan dari pemeliharaan simber daya manusianya yang berkualitas. (Baca juga : peran lembaga keuangan)

  1. Manajemen Akutansi dan Administrasi

Yang terakhir atau yang kelima adalah manajemen akutansi dan administrasi. Fokus dari manajemen akuntasi dan adminitrais adlaha pada informasi layanan dalam bidang administrasi dan akuntasi itu snediri hal ini bertujuan untuk menentukan menetapkan kebijakan dalam operasional. Data- data yang digunakan dirasa pentinh apabila ada yang memebutuhkan informasi, atau digunakan sebagai rangkuman adlama penentuan kebijakan. Kegiatan yang dilakukan dalam manajemen akuntasi atau adminitarsi disingkat menjadi 5P ( pengumpulan, pencatatn, pengelompokan, pelaporan, dan penafsiran ) hal ini dilakuakn pda data-data perusahaa. Agar data – data tersebut tetap ada maka hala ini dilakukan  dngan caa analisis laporan sebagai bahan pengambilan keputusan. Bukan hal mudah apabila kita mengambil keputusna untuk emnentukan kebijakan operasional tanpa menganalisis laporan akuntasi ini.

Sebenarnya akutansi dan administrasi hampir mirip dengan manajemen keuangan namun perbedaan utama terletak pada konten dari masing-masing. Bila manajemen keuangan hanya fokus pada perjalanan uang tersebut, maka manajemn akutansi ini lebih kompleks dan lengkap dimana mereka mengurusi dan mengelola keuangan, bagaimana keuangan itu didiapat, penggunaan uang tersebut serta berbagai macam strategi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Baca juga : contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari)

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwasannya ada 5 pokok bidang manajemen yakni meliputi manajemn produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, serta manajemen akutansi dan administrasi. Semuanya saling bersangkutan dan berhubungan satu sama lain demi menciptakan iklim perekonomian yang bagus dan lancar. Dengan keserasian lima bidang ini akan membentuk dan menciptakan sebuah manajemen yang baik dan kompleks. Tidak ada yang lebih penting, tidak ada satu yang lebih baik diantara bidang-biodang tersebut, namun kesemuanyan menjadi satu rangkaian yang utuh dimana saling mengisi dan membantu untuk mengasilkan sebuah hasil yang maksimal (Baca juga : faktor pembangunan ekonomifaktor pertumbuhan ekonomi)

, ,
Oleh :
Kategori : Manajemen