Sponsors Link

8 Perbedaan PT dan Koperasi Ditinjau dari Berbagai Bidang

Apakah anda pernah bingung mengenai perbedaan dari beberapa bentuk badan usaha, karena memang ada banyak bentuk dari badan usaha. Mulai dari Perseroan Terbatas, Koperasi, Firma dan sebagainya. Kali ini kita akan mengulas mengenai perbedaan dari PT (perseroan terbatas) dan koperasi. Kedua badan usaha ini memiliki banyak perbedaan mulai dari tujuan, jenis keanggotan, prinsip hingga modal yang digunakan. Berikut ini perbedaan PT dan koperasi :

  1. Prinsip dasar

Terdapat perbedaan pada prinsip dasar antara Perseroan Terbatas dan koperasi. Perseroan terbatas (PT) mempunyai badan hukum resmi dan minimal dimiliki oleh dua orang tanpa melibatkan harta pribadi dari perseorangan yang terlibat di dalamnya. Sementara koperasi merupakan badan usaha yang memiliki anggota perorangan atau badan hukum. Kegiatan koperasi berlandaskan pada prinsip koperasi seperti keanggotaan yang sukarela dan terbuka, pengendalian secara demokratis, partisipasi ekonomi, kerjasama, peduli terhadap komunitas, otonomi serta pendidikan dan pelatihan. Koperasi juga memiliki ciri khas yang berbeda dari badan usaha lain yaitu adanya asas kekeluargaan dan asas gotong royong sehingga keanggotaan menjadi hal yang sangat penting bagi koperasi. (baca juga : ciri-ciri usaha yang potensial cara meminjam uang di koperasi dasar hukum bank konvensional)

  1. Tujuan didirikannya PT dan koperasi

PT atau perseroan terbatas dibentuk untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan menggunakan modal tertentu dimana modal tersebut terbagi atas saham, dimana pemegang saham akan membuat tindakan bersama untuk membuat keputusan dan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Koperasi tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan namun juga mensejahterakan anggotanya. Itulah perbedaan yang mendasar antara tujuan PT dan koperasi. PT bertujuan terutama untuk

  1. Jenis PT dan koperasi

Baik perseroan terbatas maupun koperasi  memiliki beberapa jenis. Jenis koperasi dapat dibedakan dengan didasarkan pada beberapa hal seperti kegiatan, kepentingan ekonomi dan keanggotaan. Berdasarkan kepentingan ekonomi dan aktivitasnya, koperasi dibagi menjadi tiga yaitu koperasi konsumsi, koperasi jasa dan koperasi produksi. Koperasi konsumsi bergerak pada aktivitas penjualan barang konsumsi khususnya barang kebutuhan, contoh dari koperasi konsumsi antara lain koperasi karyawan, koperasi mahasiswa, koperasi siswa, koperasi pegawai dan sebagainya.

Koperasi jasa merupakan koperasi yang memberikan jasa atau pelayanan sebagai bentuk kegiatan usahanya, dimana jasa tersebut ditujukan untuk anggota maupun masyarakat sekitar. Contoh dari koperasi jasa antara lain koperasi simpan pinjam dan koperasi perkreditan. Koperasi produksi Koperasi produksi merupakan jenis koperasi yang kegiatan usahanya berfokus pada penjualan barang produksi contohnya koperasi kerajinan, koperasi ternak, koperasi nelayan, koperasi petani dan sebagainya.

Jenis koperasi lainnya adalah koperasi yang didasarkan jenis aktivitas usaha yang terdiri dari koperasi single purpose dan koperasi multipurpose. Koperasi single purpose bergerak hanya pada satu bidang usaha, berbeda dengan koperasi multipurpose yang mengelola lebih dari satu bidang. Koperasi multipurpose memiliki modal yang lebih besar dalam pengembangan kapasitas. Koperasi unit desa menjadi salah satu contoh koperasi multi purpose. Sementara jenis koperasi yang didasarkan pada keanggotaannya yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder. Koperasi primer merupakan koperasi dengan anggota perorangan sedangkan koperasi sekunder adalah koperasi yang anggotanya adalah badan hukum koperasi.

Jenis PT (Perseroan Terbatas) dibedakan menjadi Perseroan Terbatas terbuka, Perseroan Terbatas tertutup dan PT kosong. Perseroan terbatas terbuka adalah PT yang modalnya dapat berasal dari penanaman modal yang dilakukan masyarakat luas. PT ini disebut juga PT go-public, masyarakat dapat menanam modal dengan membeli saham yang ditawarkan oleh perseroan terbatas ini. Perseroan terbatas go-public perlu memenuhi beberapa kriteria tertentu terutama menyangkut jumlah pemegang saham dan modal. Perseroan terbatas tertutup didirikan dengan tidak menjual saham ke masyarakat luas sehingga tidak setiap orang dapat ikut menanam modal.

Biasanya PT tertutup hanya dimiliki oleh kalangan tertentu atau keluarga. PT kosong merupakan suatu perseroan terbatas yang telah mendapat izin usaha serta izin lainnya namun tidak ada kegiatan di dalamnya. Disamping PT terbuka dan PT tertutup, di Indonesia anda bisa menemukan jenis PT lainnya seperti PT Domestik, PT Perseorangan serta PT Asing. Perseroan terbatas (PT) domestik merupakan perseroan terbatas yang didirikan di dalam negeri dan mematuhi aturan yang berlaku di negara Indonesia. Perseroan terbatas perseorangan hanya dimiliki oleh satu orang sehingga saham yang dikeluarkan hanya dari satu pemilik. Biasanya orang yang memiliki saham juga menjabat sebagai direktur perusahaan. Pemilik saham tersebut menguasai wewenang sebagai direktur dan Rapat Umum Pemegang Saham. Perseroan terbatas asing adalah suatu perseroan terbatas yang dibentuk di negara lain dan mematuhi peraturan yang berlaku di negara tempat ia berdiri. (baca juga : firma ciri, syarat dan proses pendirian fungsi koperasifungsi lembaga pembiayaan)

  1. Keanggotaan dan pengelolaan

Keanggotan koperasi didasarkan pada prinsip sukarela. Baik karyawan atau orang luas bisa menjadi anggota koperasi dengan mudah namun tetap mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh koperasi tersebut. Sementara pengelolaan dari koperasi dilakukan secara demokratis. Dalam perseroan terbatas, mencari tenaga kerja mudah untuk dilakukan namun juga sangat sulit untuk dibubarkan. Pemilik modal atau penanam modal dari perseroan terbatas tidak harus menjadi pemimpin perusahaan dan bisa menunjuk orang yang berada di luar kepemilikan modal untuk menjadi pemimpin. (baca juga : cara bisnis forexpengertian inflasi)

  1. Kelebihan

Baik perseroan terbatas maupun koperasi memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan dari perseroan terbatas antara lain memiliki jaminan berlangsung secara kontinyu, adanya pemisahan antara pengurus perusahaan dan pemilik perusahaan, pemegang saham mempunyai tanggungjawab yang terbatas, mudah dalam pengalihan kepemilikan serta modal perusahaan mudah untuk diperoleh dari obligasi ataupun penjualan saham. Sementara kelebihan koperasi antara lain kepentingan anggota diutamakan, anggota bisa berperan sebagai produsen dan konsumen, memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggota, didasari sukarela dan simpanan pokok ataupun simpanan wajib besarnya tidak memberatkan kepala. (baca juga : cara bisnis online shop bagi pemulapenyebab kegagalan usahacara bisnis aki bekas)

  1. Kelemahan

Disamping kelebihan yang dimiliki, PT dan koperasi memiliki kelemahan. Kelemahan PT antara lain membutuhkan biaya organisasi yang besar, sulit melakukan pengorganisasian, syarat pendirian yang cukup sulit, adanya pembatasan hukum dan sebagainya. Kelemahan dari koperasi adalah memiliki daya saing yang rendah, modal terbatas sehingga sulit berkembang, memiliki manajemen yang kurang baik dan berpotensi memunculkan konflik kepentingan. (baca juga : karakteristik ekonomi syariah hukum permintaan dan penawaranteori ekonomi mikro)

  1. Modal dalam PT dan koperasi

Modal dari koperasi digunakan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dari anggota. Keuntungan yang akan didapatkan dari seorang anggota didasarkan pada jasa yang diberikan sehingga besar kecilnya modal dari anggota tidak akan mempengaruhi peran seorang anggota. Semakin besar peran anggota dalam koperasi maka ia bisa mengambil keuntungan yang lebih besar dari keikutsertaannya. Dalam Perseroan Terbatas, modal adalah kebutuhan primer, sementara anggota atau orang didalamnya adalah sekunder. Jumlah modal yang diberikan akan menentukan hak suara serta keuntungan yang didapatkan. Seseorang akan memiliki peran dan hak suara yang makin besar jika ia menanamkan semakin banyak modal. (baca juga : fungsi lembaga keuangan bukan bankperan bank Indonesia aturan koperasi simpan pinjam)

  1. Pembagian keuntungan

Pembagian keuntungan dari koperasi diberikan pada anggota. Pembagian keuntungan ini diistilahkan sebagai SHU atau sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha (SHU) diberikan secara adil sesuai dengan besarnya peran dari masing-masing anggota. Sementara keuntungan dari perseroan terbatas kepada pemilik modal dibagikan dalam bentuk dividen.

, ,
Oleh :
Kategori : Badan Usaha