Sponsors Link

7 Ciri-Ciri Perusahaan Jasa yang Harus Diketahui

Kebutuhan masyarakat yang beraneka ragam memicu munculnya berbagai jenis usaha guna memenuhi kebutuhan tersebut. Biasanya peluang usaha semacam itu mudah ditangkap oleh pelaku usaha yang kreatif, inovatif serta visioner. Terkait kebutuhan tersebut, bisa berupa kebutuhan dalam bentuk barang maupun jasa. Pelaku usaha yang memenuhi kebutuhan barang bisa sebuah perusahaan produsen produk-produk barang. Atau mungkin juga seorang distributor atau agen sebagai pihak penyalur barang dari produsen ke masyarakat pengguna barang yang disebut sebagai konsumen. (Baca juga : Fungsi Pajak Bagi Negara dan Masyarakat , Teori Perilaku Konsumen dan Produsen)

ads

Sebuah perusahaan tidak hanya menghasilkan produk barang. Karena perkembangan jaman, ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat, perusahaan juga menawarkan produk jasa. Ada pun pelaku usaha yang memenuhi kebutuhan jasa dari masyarakat adalah perusahaan yang memiliki ciri menyediakan jasa untuk masyarakat. Seperti perusahaan jasa konsultan, laundry, perusahaan outsourcing, penyedia jasa cleaning service, dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan jasa seperti itu sudah semakin berkembang beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dipengaruhi adanya kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang dan beragam. Misal penyedia layanan laundry. Di awal abad 20, pengusaha laundry tidak terlalu banyak. Selain karena biaya yang cenderung mahal (dulu) jadi hanya masyarakat menengah ke atas yang menggunakan jasa laundry. Budaya masyarakat masih nyaman untuk mencuci baju mereka sendiri karena memiliki waktu luang yang cukup. (Baca juga : Manfaat Ekonomi Perikanan Bagi Masyarakat)

Namun beberapa tahun terakhir, pengusaha laundry seolah menjamur. Di setiap kota bahkan pedesaan pasti ada pengusaha laundry, baik yang masih skala kecil atau pun sudah berkembang dan menjadi perusahaan besar. Hal ini bisa terjadi karena pergeseran budaya masyarakat yang lebih memilih menggunakan jasa cuci baju laundry ketimbang mencuci sendiri di rumah. Selain itu, banyaknya perusahaan yang menyerap tidak sedikit tenaga kerja mengakibatkan sempitnya waktu pekerja tersebut untuk melakukan pekerjaan rumah tangga mencuci baju. Karena itu laundry adalah solusi yang tepat untuk mereka. (Baca Juga:  Keuntungan Usaha Bisnis Laundry)

Di atas salah satu contoh perusahaan jasa yang berpeluang bagus saat ini. Lalu seperti apa jenis perusahaan jasa yang lain? bagaimana mengetahui ciri dari perusahaan jasa? Berikut akan kita bahas tentang ciri-ciri perusahaan jasa. (Baca juga : Fungsi Produksi dalam Perusahaan)

Pengertian Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah entitas atau pelaku usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Perusahaan ini tetap disebut sebagai penjual seperti perusahaan penyedia barang. Bedanya hanya terletak pada produk yang dijual yaitu produk jasa. Meski beroperasi untuk kepentingan kebutuhan masyarakat, perusahaan jasa juga mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan dari aktifitas usahanya seperti pengusaha pada umumnya. (Baca Juga: Fungsi Produksi dalam Perusahaan , Cara Mendapatkan Modal Usaha)

Karena yang dijual adalah jasa yaitu produk yang tidak berwujud, jadi perusahaan ini tidak memiliki persediaan. Meski tidak berwujud atau abstrak, jasa yang dihasilkan perusahaan jasa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atau konsumen. Oleh karena itu operasional utama perusahaan ini adalah memberikan pelayanan, kemudahan serta kenyamanan bagi konsumen guna memperlancar kegiatan produksi maupun konsumsi masyarakat selaku konsumen. (Baca juga : Ciri-Ciri BUMN , Teori Perilaku Konsumen)

Sponsors Link

Ciri-Ciri Perusahaan Jasa

Sebelum menyinggung tentang ciri dari perusahaan jasa, terlebih dahulu perlu kita ketahui karakteristik yang melekat pada produk jasa, yaitu :

  • Tidak berwujud atau abstrak atau tidak dapat dilihat
  • Tidak dapat disimpan karena tidak berwujud
  • Tidak dapat dipisahkan antara produk yang dihasilkan dengan kegiatan konsumsinya harus dilakukan secara bersama-sama
  • Produk yang dihasilkan atas jasa bervariasi (heterogen)

(Baca juga : Bentuk Kepemilikan Bisnis di Indonesia , Teori Biaya Produksi)

Dari karakteristik di atas, maka terbentuklah ciri-ciri perusahaan jasa sebagai berikut :

  1. Kegiatan operasional utamanya adalah menjual jasa.

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menghasilkan dan menjual jasa. Jelas sekali bahwa kegiatan operasional utama perusahaan ini adalah menjual jasa. Maka pendapatan utama perusahaan ini diperoleh dari penjualan produk jasa yang dihasilkannya. (Baca Juga: Syarat Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) , Pendekatan Marginal Utility)

  1. Tidak memiliki persediaan produk secara fisik.

Karena produk yang dijual merupakan barang tidak berwujud (jasa), maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan produk secara fisik. Jadi produk yang dihasilkan perusahaan ini tidak dapat disimpan dan tidak dapat dilihat oleh mata. Namun manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat selaku konsumen. (Baca juga : Peran BUMS , Faktor Produksi Tenaga Kerja)

  1. Bisa membutuhkan atau tidak membutuhkan produk barang yang berwujud dalam proses produksi jasanya.

Produk yang dijual adalah jasa, jadi perusahaan tidak memerlukan produk barang dalam proses produksinya. Namun sebuah perusahaan jasa bisa saja membutuhkan produk barang berwujud untuk memperlancar operasional atau pun proses produksinya. Sebagai contoh perusahaan jasa transportasi umum. Untuk dapat melakukan aktifitas usahanya, tentu saja perusahaan membutuhkan kendaraan sebagai alat transportasi. Misal sepeda motor (tukang ojek), bus, taksi, mobil angkutan desa, kapal, dan sebagainya. Karena tanpa alat-alat transportasi tersebut, perusahaan jasa transportasi tidak mungkin dapat berjalan. (Baca Juga: Teori Biaya Produksi)

Sponsors Link

  1. Jasa yang diberikan kepada tiap-tiap konsumen tidak persis sama.

Karena produk yang tidak berwujud, jasa yang dihasilkan dan diberikan kepada tiap-tiap konsumen tidak dapat diketahui apakah persis sama antara konsumen satu dengan yang lain. Meski begitu, perusahaan jasa biasanya memiliki standar pelayanan jasa tertentu agar produk yang mereka hasilkan memiliki kualitas yang hampir sama. Terkait kualitas jasa yang dijual tersebut ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti skill atau kemampuan tenaga kerja, peralatan yang mendukung, dan sebagainya. (Baca juga : Fungsi Ekonomi Pembangunan)

  1. Tingkatan harga jual produk jasanya mempunyai sifat yang tidak dapat digeneralisasi.

Jasa yang dihasilkan perusahaan ini tergantung dari tingkat kebutuhan masing-masing konsumen. Oleh sebab itu, tingkatan harga apakah mahal atau murah dari produk jasa perusahaan ini tidak dapat dipatok secara general atau disama ratakan pada semua konsumen. (Baca Juga: Metode Perhitungan Pendapatan Nasional)

  1. Tidak terdapat Harga Pokok Produksi maupun Harga Pokok Penjualan pada perhitungan Laporan keuangan Laba-Rugi.

Harga Pokok Produksi maupun Harga Pokok Penjualan adalah perhitungan atas penggunaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi. Di mana produk barang tersebut biasanya terdapat pada perusahaan yang mengolah dan menjual produk barang seperti perusahaan manufaktur. Karena itulah pada perusahaan jasa tidak terdapat perhitungan Harga Pokok Produksi atau pun Harga Pokok Penjualan pada pelaporan keuangan. Dalam perusahaan jasa hanya menjual produk jasa. (Baca juga : Konsep Pendapatan Nasional di Indonesia)

  1. Hanya ada unsur Pendapatan dan Biaya-Biaya pada perhitungan Laporan Laba-Rugi

Karena perusahaan jasa adalah entitas yang menjual produk jasa, jadi yang terdapat pada perhitungan Laporan Laba-Rugi adalah hal-hal yang berkaitan dengan Pendapatan Jasa dan Biaya-Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. (Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Bisnis Franchise)

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Bisnis