Sponsors Link

Pengertian Pengangguran Deflasioner, Contoh, dan Cara Mengatasinya

Mungkin pengangguran termasuk salah satu kata yang dapat dengan mudah kita mengerti apa maksudnya. Tidak hanya itu, bahkan kita pun sangat memahami betul apa saja akibat dari menganggur. Tapi tahukah anda apa itu pengangguran deflasioner?

A. Pengertian

Secara umum, pengangguran deflasioner tidak jauh berbeda dari jenis pengangguran yang lain. Yaitu tidak memiliki pekerjaan tetap. Hanya saja, pengangguran deflasioner memiliki pengertian tersendiri yang berbeda dari pengertian pengangguran voluntary, yaitu: pengangguran yang disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan.

Dari pengertian yang dijelaskan diatas, setidaknya kita bisa mengambil satu kesimpulan bahwa banyaknya jumlah penduduk suatu daerah bisa menjadi sebuah permasalahan ekonomi. Terlebih jika ini terjadi pada daerah-daerah terpencil atau berkembang dimana lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada. Itulah kenapa pengangguran deflasioner sangat berpengaruh terhadap perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain demi memenuhi kebutuhan ekonominya.

B. Contoh

Berikut beberapa contoh yang bisa anda gunakan untuk membantu memahami pengangguran deflasioner:

  1. Perusahaan Kurang Modal

Perusahaan kurang modal menjadi salah satu contoh pengangguran deflasioner karena mereka sudah pasti akan membatasi jumlah karyawan untuk mengurangi biaya pengeluaran perusahaan tersebut. Namun, walaupun seperti itu, hal ini tentu tidak akan menjadi permasalahan bagi mereka yang memilih menjadi pengangguran sukarela karena kebutuhan ekonominya sudah terpenuhi meskipun mereka tidak bekerja.

Perusahaan yang kurang modal biasanya dikarenakan penjualan perusahaan tersebut yang berada dibawah standart dan menjadikan mereka kekurangan dalam membiayai kebutuhan biaya produksi. Padahal, jika permasalahan biaya ini bisa diselesaikan, pekerjaan yang ada di perusahaan tersebut bisa menjadi salah satu cara mengatasi pengangguran musiman.

  1. Perusahaan Yang Tutup

Contoh dari pengangguran deflasioner juga bisa dilihat dari karyawan yang menjadi pengangguran ketika tempat mereka bekerja tidak beroperasi lagi atau tutup. Ada banyak penyebab dari tutupnya sebuah perusahaan dimana salah satunya adalah bangkrut karena pengeluaran perusahaan tersebut lebih besar dibanding pemasukan yang mereka dapatkan.

Selain itu, hal lain yang sering menjadi penyebab tutupnya perusahaan adalah karyawan yang tidak memiliki standart untuk menjadi karyawan seperti tidak adanya pengetahuan tentang IT. Kurangnya pengetahuan tentang IT ternyata memiliki dampak langsung kepada pengangguran teknologi yang disebabkan tidak terpakainya tenaga mereka sehingga segala pekerjaan yang biasa dilakukan digantikan oleh mesin atau teknologi.

C. Penyebab

Selain dari beberapa contoh diatas, kita juga bisa memahami lebih jauh tentang pengangguran deflasioner dari penyebabnya. Dan beberapa penyebab pengangguran deflasioner tersebut adalah:

  1. Penduduk Yang Banyak

Seperti yang sudah disinggung diawal, penduduk yang banyak menjadi salah satu penyebab terjadinya pengangguran deflasioner. Salah satu alasannya adalah karena jumlah angkatan kerja tersebut tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan yang tersedia. Namun, walaupun begitu, lowongan kerja yang terbatas sebenarnya bukan menjadi alasan karena terdapat banyak profesi yang bisa tekuni seperti contoh profesi tanaga kerja jasmani yang bisa membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi.


  1. Pendidikan Yang Rendah

Penyebab lain terjadinya pengangguran deflasioner adalah karena pendidikan yang rendah. Pengangguran deflasioner selain terjadi karena jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan, juga terjadi karena angkatan kerja yang melamar pekerjaan tidak memiliki standart pendidikan yang cukup. Standart pendidikan yang rendah menjadikan dia tereliminasi dari pekerjaan yang diinginkan. Padahal, jika syarat pendidikan minimal ini terpenuhi, atau setidaknya memiliki kemampuan, seseorang bisa bekerja apa saja bahkan seperti contoh tenaga kerja tidak langsung.

  1. Perusahaan Yang Mengejar Terget

Pengangguran deflasioner juga bisa terjadi karena perusahaan tempat mereka bekerja terlalu mengejar target sehingga perusahaan tersebut membuat kebijakan tersendiri tentang keuangan yang mereka miliki. Seperti misalnya mengurangi biaya pengeluaran dimana salah satu dampaknya adalah pengurangan jumlah jenis tenaga kerja yang mereka miliki.

  1. Ekonomi Yang Tidak Stabil

Penyebab pengangguran deflasioner selanjutnya adalah karena faktor eksternal, yaitu: ekonomi yang tidak stabil. Akibatnya, sebuah perusahaan harus melakukan penyeimbangan keuangan dengan cara memangkas habis segala pengeluaran mereka agar perusahaan tetap berdiri. Jika ini tidak dilakukan, dipastikan akan ada banyak perusahaan yang pada akhirnya menutup diri karena bangkrut.

Ekonomi yang tidak stabil selain menjadikan banyak perusahaan yang tutup dan lapangan kerja sulit didapatkan juga mempengaruhi fungsi produksi dalam perusahaan yang masih berjalan. Hanya saja, agar tetap berjalan, mereka melakukan berbagai macam manufer seperti hanya menggunakan tenaga kerja terdidik.

D.Cara Mengatasi

Walaupun pengangguran deflasioner termasuk jenis pengangguran yang cukup sering terjadi, bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Dan beberapa cara mengatasi pengangguran deflasioner ini adalah:

  1. Industri Kreatif

Industri kreatif merupakan salah satu contoh cara mengatasi pengangguran deflasioner yang bisa dicoba. Ini terjadi karena industri kreatif mampu menciptakan tenaga kerja terampil sehingga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa lolos seleksi dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Tidak hanya itu, industri kreatif juga ternyata mampu menumbuhkan keinginan seseorang untuk memulai usaha sendiri sehingga bisa memenuhi kebutuhan ekonominya dari usaha tersebut.

  1. Membangun Sebuah Usaha

Masih berkaitan dengan poin pertama, cara mengatasi pengangguran deflasioner adalah dengan membangun sebuah usaha. Walaupun akan banyak tantangan yang akan dihadapi dari membuka usaha seperti faktor produksi tenaga kerja, sejatinya hal tersebutlah yang akan membuat seseorang lebih pintar dan bijaksana dalam mengambil sebuah kebijakan untuk mengembangkan usahanya kearah yang lebih baik lagi.


  1. Menggalakkan Program Transmigrasi

Cara mengatasi pengangguran deflasioner selanjutnya adalah dengan membuat program transmigrasi. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah karena tujuan dari program ini adalah untuk membangun daerah lain.

Seperti dijelaskan diawal, pengangguran deflasioner terjadi karena jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lowongan pekerjaan. Itu artinya, ada daerah yang memiliki tenaga kerja yang lebih sedangkan ada daerah lain yang justru membutuhkan tenaga kerja untuk membangun daerahnya. Dan inilah tugas pemerintah: membuat program transmigrasi sehingga tenaga kerja yang ada didaerah yang padat penduduk bisa ditempatkan didaerah yang baru yang kekurangan tenaga kerja untuk membangun daerah tersebut.

Teori ekonomi makro secara singkat menjelaskan bahwa salah satu indikator perbaikan ekonomi suatu daerah adalah dengan meningkatnya pembangunan didaerah tersebut. Inilah kenapa program transmigrasi sangat penting dilakukan. Namun, program transmigrasi bukanlah sebuah program yang mudah dijalankan karena pada dasarnya pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan penduduk yang dipindahkan tersebut. Tapi jika ini berhasil dilakukan, tenaga kerja yang tersebar secara merata bisa mempercepat pembangunan di daerah-daerah sehingga tidak akan ada lagi daerah tertinggal di Indonesia.

 

Itulah penjelasan singkat tentang pengangguran deflasioner yang bisa anda jadikan bahan untuk memahami apa itu sebenarnya pengangguran deflasioner. Semoga bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : SDM