Sponsors Link

5 Peranan Koperasi Simpan Pinjam Bagi Masyarakat

Koperasi simpan pinjam pertama kali terbentuk pada tahun 1844 di negara Inggris. Pada saat itu kegiatan yang dilakukan oleh koperasi adalah mengadakan pembelian dan penjualan barang, dimana keuntungan yang didapat akan disimpan dan dibagikan ke semua anggota. Kemudian pada tahun 1846 koperasi simpan pinjam mengalami modernisasi di negara Jerman, orang yang pertama kali melakukan pembaruan ini adalah Friederich W. Raiffeisen. Di  Kanada koperasi simpan pinjam baru mulai dikenalkan pada tahun 1901 dan akhirnya mulai dikenal oleh masyarakat Amerika di tahun 1908.

ads

Koperasi simpan pinjam atau sering juga disebut dengan istilah koperasi kredit merupakan sebuah lembaga keuangan selain bank yang dikelola dan dijalankan untuk memberikan bantuan pinjaman modal dan memberikan bunga kredit rendah. Tujuan awal dari koperasi simpan pinjam adalah memberikan solusi keuangan hanya untuk para anggota koperasi saja, namun seiring perkembangan kebutuhan yang ada di masyarakat, koperasi turut andil memberikan bantuan untuk kebutuhan usaha kecil dan menarik dana dari masyarakat umum.

Pada dasarnya antara bank dan kooperasi memiliki beberapa fungsi yang sama, yaitu seperti memberikan bantuan permodalan dan menarik dana dari masyarakat berupa tabungan atau deposito. Meski memiliki fungsi yang sama, namun koperasi memiliki beberapa kelebihan yang membuat ia lebih menarik dibanding bank, seperti bunga kredit rendah, pajak rendah, dan layanan yang lebih baik.

(baca juga : fungsi pajak dalam pembangunan)

Peranan Koperasi Simpan Pinjam

Pelayanan bank ada beberapa yang tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan terkadang tidak ramah dalam urusan permodalan usaha. Hadirnya koperasi simpan pinjam memberikan kelebihan yang akan mempermudah dan meringankan kebutuhan masyarakat dan tidak hanya sebatas permodalan saja.

Berikut adalah peranan koperasi simpan pinjam dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak bisa didapat jika dibanding dengan lembaga keuangan lainnya.

1. Memberikan permodalan usaha

Bank dan koperasi sama-sama memberikan pelayanan permodalan untuk kegiatan usaha. Perbedaan bank dan koperasi dalam hal permodalan adalah kemudahan dalam mendapatkan modal tersebut. Bank memberlakukan banyak syarat dan terkadang lebih rumit pengurusannya dalam pengajuan pinjaman dana, seperti data legalitas usaha dan jaminan. Sedangkan untuk memperoleh dana pinjaman modal dari koperasi bisa tanpa bermacam-macam syarat yang menyusahkan.

(baca juga : peran bank indonesia)

Dalam pemberian modal, bank juga melihat faktor besar kecilnya usaha yang dijalankan, apakah nantinya layak untuk mendapat pinjaman atau tidak, bank memiliki banyak kriteria yang harus terpenuhi. Umumnya bank hanya mudah untuk pengusaha-pengusaha kelas atas dimana memiliki kestabilan uang yang memadai. Sedangkan koperasi tidak melihat semua kriteria tersebut, bahkan untuk pengusaha kecil atau usahanya masih baru berjalan (mikro), koperasi akan tetap memberikan kemudahan dalam permodalan.

(baca juga : peran penting bank syariah)

2. Meningkatkan kesejahteraan sosial

Salah satu fungsi koperasi adalah menyalurkan dana kredit ke anggota dan masyarakat. Dimana dana ini bisa digunakan untuk kegiatan usaha yang produktif, seperti untuk kegiatan membuka usaha atau memperluas kegiatan usaha. Dengan mendukung adanya kegiatan yang produktif ini, di harapkan mampu menciptakan sebuah kegiatan yang menghasilkan peningkatan pendapatan ekonomi di masyarakat. Sehingga pada akhirnya akan tercapainya semua keinginan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata dan menurunkan angka kemiskinan di masyarakat. Inilah dampak positif dengan adanya pemerataan pendapatan ekonomi.

(baca juga : peran kebijakan fiskal)

Semakin produktif kegiatan koperasi maka akan memberikan kesejahteraan lebih untuk para anggota koperasi, yaitu dengan adanya pembagian sisa hasil usaha (SHU) di setiap akhir tahun. Ini merupakan manfaat lain yang akan dirasakan oleh semua elemen koperasi dengan adanya perputaran dana yang menghasilkan peningkatan perekonomian anggota dan masyarakat.


3. Menghalangi adanya praktik rentenir

Kebutuhan akan perluasan kegiatan usaha, maka akan mendorong para pengusaha untuk mencari tambahan modal usaha dengan secepat-cepatnya. Kendala pengajuan pinjaman modal ke bank yaitu memerlukan banyak persyaratan dan penilaian kelayakan, ditambah lagi dengan bunga yang tinggi yang nantinya bisa saja akan menambah beban keuangan hasil bisnis. Solusi yang tepat adalah dengan mengajukan pinjaman ke koperasi, selain karena prosesnya cepat bahkan bisa tanpa syarat. Kelebihan lainnya adalah bunga yang ditawarkan jauh lebih kecil dari Bank, sehingga akan lebih memberikan kemudahan dan kenyamanan apalagi bagi para usaha kecil dan menengah.

(baca juga : kelebihan dan kekurangan menabung di bank)

Dengan adanya koperasi di tengah-tengah masyarakat akan memberikan solusi keuangan yang lebih mudah. Namun faktanya hingga sekarang bahwa masih banyak praktik rentenir masih terjadi di masyarakat. Masalahnya ketika masyarakat belum cukup teredukasi tentang adanya koperasi adalah ketika kebutuhan modal ini menjadi sangat mendesak maka solusi yang cepat adalah dengan meminjam ke rentenir, rentenir umumnya memberlakukan bunga yang sangat tinggi, sehingga praktik ini lebih banyak kerugiannya dibanding manfaatnya. Mengenalkan koperasi kepada masyarakat dan apa saja yang layanan koperasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maka akan memberikan edukasi bahwa terdapat solusi yang lebih aman dan manusiawi, sehingga praktik rentenir tidak berlaku lagi di masyarakat.

4. Mempercepat pertumbuhan ekonomi

Negara-negara ASEAN saat ini telah membuka pasar bebas atau yang lebih dikenal dengan sebutan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dengan berlakunya MEA, maka hal ini merupakan media yang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu cara untuk menghadapi pasar bebas ini adalah menawarkan produk-produk yang berkualitas dan kreatif dari industri UKM-UKM nasional. Pemerintah harus mendorong terciptanya UKM-UKM baru baik itu dalam skala kecil, menengah, hingga atas, semua harus ikut terlibat dalam perluasan pasar internasional.

(baca juga : peran pasar dalam perekonomian)

Keberadaan koperasi merupakan langkah yang tepat dalam mendukung tumbuhnya sektor-sektor UKM, terlebih untuk skala kecil dan menegah. Dengan adanya tuntutan untuk menghasilkan produk-produk baru dan berkualitas, tentu bagi UKM sektor kecil dan menengah kendala utamanya adalah permodalan. Disinilah letak peran koperasi dalam memberikan bantuan kepada UKM-UKM yaitu dalam perihal permodalan, sehingga dampaknya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

(baca juga : peran bank syariah)

5. Solusi penyimpanan uang selain bank

Jika selama ini kita hanya mengetahui bahwa bank adalah satu-satunya lembaga yang berfungsi menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan atau deposito, ternyata masih ada lembaga lain yang memiliki peran yang sama dengan bank, yaitu koperasi simpan pinjam. Mungkin bagi beberapa orang, koperasi tidak lebih menarik dari Bank, namun jika mengetahui kelebihan koperasi dibanding bank, pasti kita akan berpikir dua kali untuk tidak menolak apa yang ditawarkan oleh koperasi.

(baca juga : kelebihan dan kekurangan menabung di bank)

2 kelebihan koperasi yang tidak pernah didapatkan di bank yaitu, yang pertama adalah bunga deposito di koperasi lebih tinggi dari bank, kemudian yang kedua adalah besarnya pajak bunga simpanan di koperasi jauh lebih kecil dibanding bank. Secara keuntungan, koperasi jelas memberikan benefit lebih dibanding dengan Bank dan ini menjadi solusi yang menarik untuk investasi.

(baca juga : instrumen investasi)

Jenis Simpanan Koperasi Simpan Pinjam

Jenis simpanan koperasi simpan pinjam dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu.

  1. Simpanan pokok, Merupakan sejumlah uang yang didapatkan dari anggota ketika pertama kali masuk dalam koperasi.
  1. Simpanan wajib, Merupakan sejumlah uang yang dihimpun dari anggota yang sifatnya wajib dan rutin dibayar dalam waktu tertentu. Dana ini dapat diambil dalam kurun waktu yang cukup lama dan biasanya dana ini digunakan untuk jaminan hari tua.
  1. Tabungan koperasi, Sejumlah uang yang disetorkan secara berangsur-angsur dan penarikan dananya hanya diperbolehkan khusus untuk anggota yang bersangkutan atau keluarga dengan syarat memiliki buku tabungan yang sah.
  1. Simpanan berjangka koperasi, Dana yang disetorkan sebanyak satu kali dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

Sumber Modal yang Dimiliki Koperasi Simpan Pinjam

Sumber permodalan koperasi bisa didapat dari 2 jenis modal, yaitu:

  1. Modal sendiri,Merupakan modal yang dihimpun dari sluruh anggota koperasi, bentuknya sendiri berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah.
  1. Modal pinjaman,Modal ini bisa didapat dari bank, koperasi lainnya, dan surat utang.

Bidang Usaha Koperasi

Koperasi simpan pinjam memiliki beberapa bidang usaha yang diprogramkan, antara lain.

  • Mengumpulkan dana tabungan dari seluruh anggota.
  • Mendorong agar masyarakat semakin teredukasi untuk menabung di koperasi.
  • Memberikan kredit pinjaman modal untuk tambahan modal usaha dalam rangka perluasan usaha.
  • Memberikan pelayanan kredit untuk pembelian dan penjualan barang.

Ada ketidakpuasan dari pelayan yang diberikan oleh bank dalam kegiatan usaha dan ekonomi. Ketika kegiatan usaha ingin lebih berkembang dan memperluas pasar, maka kebutuhan akan modal akan sangat penting sekali. Bank yang selama ini dikenal sebagai sumber pemodalan usaha ternyata memiliki beberapa kekurangan yang bisa dikatakan tidak ramah untuk beberapa pengusaha, terutama pengusaha kecil dan pemula. Namun hingga sekarang faktanya yang seperti ini masih terjadi, sehingga bagi pengusaha kecil harus memiliki solusi sumber keuangan lain yang lebih bisa diandalkan.

Munculnya koperasi simpan pinjam memberikan sebuah jawaban atas kesulitan yang dialami oleh pengusaha kecil dan menengah. Koperasi simpan pinjam menawarkan banyak kemudahan yang tidak didapatkan dari layanan perbankan pada umumnya. Selain terkait dengan permodalan, koperasi simpan pinjam juga memiliki kelebihan lain dibanding bank seperti bunga kredit yang rendah, bunga deposito lebih tinggi, dan pajak lebih ringan.

(baca juga : fungsi pajak dalam pembangunan)

, , ,
Oleh :
Kategori : Koperasi