Sponsors Link

Contoh Pengangguran Deflasioner

Pengangguran deflasioner merupakan salah satu jenis pengangguran harus dikenali. Pasalnya, pengangguran deflasioner termasuk jenis pengangguran yang banyak terjadi disekitar tempat kita hidup. Lalu, seperti apa contoh pengangguran deflasioner tersebut?

ads

Berbeda dari pengangguran voluntary yang merupakan contoh dari pengangguran sukarela, pengangguran deflasioner merupakan jenis pengangguran yang terjadi karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang ada. Inilah kenapa pengangguran deflasioner termasuk jenis pengangguran yang terjadi atas dasar keterpaksaan dan lebih sering menimbulkan duka dan kesedihan orang yang mengalaminya.

Terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab terjadinya pengangguran paling sering di dunia. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk dunia yang semakin tidak terkendali di beberapa daerah dan menjadikan lapangan pekerjaan semakin sulit untuk didapatkan.

Semakin banyak penganguran sudah pasti akan menjadi awal dari banyak masalah sosial yang akan terjadi. Salah satu hal yang akan sangat mungkin terjadi adalah menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga akan semakin banyak masyarakat miskin. Jika keadaan tidak diperbaiki, sudah pasti permasalahan baru akan muncul seperti munculnya tindak kejahatan.

Sebenarnya, menyelesaikan permasalahan pengangguran deflasioner tidak jauh berbeda dari cara mengatasi pengangguran musiman ataupun cara mengatasi pengangguran teknologi. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Dan untuk lebih memahami apa itu penganguran deflasioner, berikut beberapa contoh pengangguran deflasioner yang bisa anda pelajari:

  1. Perusahaan Kurang Modal

Perusahaan yang kurang modal merupakan contoh pengangguran deflasioner yang pertama karena biasanya mereka akan mengurangi biaya pengeluaran perusahaannya. Tidak hanya itu, perusahaan yang kurang modal biasanya juga akan mengurangi jumlah tenaga kerja mereka sehingga biaya ongkos produksi mereka akan semakin kecil.

Kekurangan modal merupakan hal yang paling ditakutkan oleh perusahaan-perusahaan. Terlebih jika pada saat penjualan produk mereka sedang sepi. Karena jika itu sampai mereka alami, sudah pasti mereka juga akan akan mengurangi fungsi produksi dalam perusahaan.

  1. Perusahaan Yang Tutup

Contoh pengangguran deflasioner yang kedua bisa dilihat pada saat ada satu perusahaan yang tutup. Masih berkaitan dengan poin pertama, karena jika poin pertama tidak segera ditangani, sudah pasti perusahaan tersebut akan kehabisan modal hingga akhirnya tutup. Perusahaan yang tutup sudah pasti akan mengurangi jumlah lapangan pekerjaan yang ada sehingga para pencari kerja akan semakin kesulitan dalam mencari kerja. Tidak hanya itu, hanya berdampak pada para pencari kerja, karyawan yang sudah bekerja sejak lama diperusahaan itupun diberhentikan secara paksa karena perusahaan mereka sudah tidak lagi beroperasi.


Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah mengatasi atau setidaknya mengurangi jumlah pengangguran deflasioner. Beberapa hal tersebut adalah:

  1. Industri Kreatif

Seperti kita tahu, industri kreatif mampu menciptakan tenaga kerja terampil sehingga memiliki nilai lebih dimata perusahaan karena seorang tenaga terampil sudah pasti memiliki daya saing yang kompetitif sehingga bisa menjadi sebuah pertimbangan bagi perusahaan untuk merekrutnya sebagai pekerjanya.

Walaupun jumlah lapangan kerja semakin sedikit jumlahnya, namun tenaga terampil selalu memiliki tempat disetiap perusahaan. Ini karena mereka memiliki daya kreatif yang tinggi yang diharapkan bisa membuat karyawan yang lain ikut menjadi kreatif. Semakin banyaknya tenaga kreatif yang dimiliki mampu membuat perusahaan memproduksi produk-produk kreatif yang dapat menarik perhatian pasar.

  1. Membangun Sebuah Usaha

Seseorang yang menjadi pengangguran deflasioner bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Mereka hanya belum memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal, bisa saja sebenarnya seseorang yang menjadi pengangguran deflasioner memiliki kemampuan lain seperti dalam membangun sebuah usaha.

Ada beberapa jenis usaha yang bisa dilakukan oleh seorang pengangguran deflasioner seperti memulai profesi tenaga kerja jasmani seperti petani dan peternak atau sebagai tenaga kerja tidak langsung. Namun, walaupun seperti itu, pada dasarnya hanya mereka yang memiliki kemampuan atau skill saja yang dapat melakukannya.

Salah satu hal yang harus dimengerti oleh para wirausahawan adalah teori ekonomi makro yang akan membuat mereka bijaksana dalam mengambil dan menetapkan sebuah kebijakan usaha yang mereka jalani. Jadi, membuka usaha haruslah dilakukan oleh orang yang sudah terlatih dan terdidik sehingga manajeman usaha yang mereka jalani dapat berjalan sebagaimana mestinya.

  1. Menggalakkan Program Transmigrasi

Menggalakkan program transmigrasi merupakan hal yang biasa dilakukan oleh pemerintah untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk atau pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Program transmigrasi merupakan salah satu program yang penting untuk dilakukan karena dengannya pembangunan daerah dapat berjalan secara merata.

Selain dapat mengurangi dampak dari pengangguran deflasioner, transmigrasi merupakan cara yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi daerah-daerah yang tertinggal seperti yang terjadi pada daerah pelosok. Hanya saja, agar dapat berjalan dengan baik, pemerintah harus mendukung secara penuh program transmigrasi ini. Seperti misalnya mengadakan pelatihan pada para calon transmigran agar menjadi tenaga terampil yang memiliki daya saing yang tinggi dalam pembangunan daerah.


Pada dasarnya, pengangguran deflasioner merupakan pengangguran yang sangat tergantung pada keadaan ekonomi sebuah daerah. Manakala keadaan ekonomi berjalan normal, pengangguran deflasioner dapat diminimalisir keberadaannya. Tapi jika keadaan ekonomi sedang anjok, jumlah pengangguran deflasioner bisa meningkat dalam jumlah yang cukup besar karena perusahaan yang ada banyak yang terkena dampak dari ekonomi anjlok ini.

Contoh pengangguran deflasioner diatas nyatanya tidak hanya terjadi pada mereka yang ingin bekerja, tapi juga mengena kepada mereka yang sudah bekerja namun berhenti dari pekerjaan tersebut untuk mencari pekerjaan yang baru. Artinya, persaingan mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat karena walaupun terdapat perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja, sudah pasti perusahaan tersebut akan menentukan standart penerimaan karyawan yang sangat ketat. Semoga bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : SDM