Sponsors Link

9 Cara Meminjam Uang di Bank Asing Paling Mudah

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengetahui bahwa Bank merupakan tempat penyimpanan uang yang paling aman. Bank berfungsi sebaga tempat untuk menyalurkan dan menghimpun dana. Bank sangat berfungsi sebagai tempat untuk meminjam ketika kita membutuhkan uang. Namun, uang yang kita ingin pinjam tidak hanya ada di dalam negeri saja melainkan dapat juga kita meminjam dari Bank luar negri. (Baca juga : ruang lingkup ekonomi manajerial)

Apabila kita meminjam uang di Bank Luar negeri dinamakan dengan utang luar negeri. Seperti yang kita tahu bahwa bank berfungsi sebagai penghimpun dana dan penyalur dana  untuk tujuan menaikkan taraf hidup dari masyarakat banyak terutama dalam hal lalu lintas Devisa  Negara. (Baca juga : pengertian motif ekonomi)

Lalu lintas devisa Negara merupakan perpindahan asset dan finansiala atau keuangan antara penduduk dan warga asing dan warga luara negeri antar penduduk. Inilah yang menyebabkan adanay pinjaman luar negeri. Pinjaman luar negeri ini nantiny aakan dimanfaatkan oleh peminjam untuk kepentingan yang sekiranya tidak bisa dilakukan di dalam negeri. Namun, nantinya keuntungan yang diperolh dari debitur dan kreditur disepakati di awal.

Apabila kita melalukan lalu linta devisa Negara kita wajib untuk memeberikan keterangan dan data mengenai kegiatan lalu lintas yang kita lakukan yang telah ditetapkan oleh Bnak Indonesia. Hal ini sesuai dengan prinsip Bank sendiri yaitu menggunakan prinsip kehati-hatian, maka data dan keterangan tersebut dianggap perlu untuk arsip dan kelengkapan keterangan, sehingga dilain hari tidak ada salah paham.

Dalam peminjaman untuk usaha di Bank luar negeri kita juga harus memematuhi undnag-undnag yang berlaku di Negara kita dan memehami seluk beluknya. Dikarenakan keputusan yang kita ambil bukana da di Negara sendiri melainkan luar negeri, sehingga kita juga harus paham ketentuan-ketentuannya melalaui perantara dari Bank Indonesia. Jadi dapat disimpulkan bahwa kita juga harus patuh, mengetahui dna memmahami ketentuan yang diberlakukan oleh bank Indonesia, karena Bank inilah ayang menajdi perantara kita untuk terjun ke Bank Luar negeri. (Baca juga : kebutuhan dasar manusia manfaat internet untuk ekonomi)

Biasanya kita juga harus melengkapi beberapa dokumen. Dokumen yang disertakan biasanya sama untuk semua bank, ini berlaku untuk apabila kita meminjam uang di Bank luar negeri untuk keperluan usaha, syarat-syarat yang diperlukan yaitu :

  1. Sertifikat tanah sebagai agunan

Sama seperti halnya meminjam uang di bank dalam negeri baik syariah, konvensional dan lainnya, kita harus memberikan sebuah jaminan. Keberadaan jaminan menjadi hal utama yang harus dipenuhi karena dengan adanya jaminan inilah yanag menjadi rasa aman dan nyaman bagi kedua belah pihak, bisa dibilang seimbang bila hutangnya disertai dengan adanya jaminan. Jadi ketika pihak penghutang tidak bisa membayar maka jaminan itulah yang jadi alat pembayarannya. Jadi jika anda ingin meminjam uang di bank luar negeri harus menyiapkan jaminan berupa sertifikat tanah yang syah dan atas nama sendiri. (Baca juga : cara meminjam uang di bmtcara meminjam uang di bank syariah )

  1. Izin mendirikan Bangunan untuk tempat usaha kita

Perlu kita ketahui bersama bank asing mau memberi pinjaman dana hanya untuk usaha, jika kita meminjam uang untuk non usaha maka tidak akan diberikan oleh bank luar negeri. Maka dari itu kita diwajibkan untuk menyertakan serta melampirkan surat atau dokumen perizinan mendirikan bangunan untuk tempat usaha. Dengan hal ini maka bank luar negeri akan memberikan kesempatan untuk anda meminjam uang. (Baca juga : cara meminjam uang di bank pengkreditan rakyat)

  1. Surat-surat yang berkaitan dengan perizian usaha secara lengkap (bisanya sudah dijadikan satu bendel untuk memudahkan )

Bukan hanya surat izin mendirikan bangunan, kelengkapan lain yang harus kita penuhi yakni dokumen resmi yang berkaitan dengan izin usaha yang kita lakukan. Dengan adanya surat izin ini maka membuktikan bahwa usaha yang kita lakukan adalah legal dan sudah disahkan oleh hukum. (Baca juga : syarat mendirikan usaha dagang)

  1. Foto tempat usaha

Dokumen selanjutnya yakni foto tempat usaha, foto ini menjadi dokumen pelengkap dimana memberikan info seperti apa kondisi tempat usaha kita, layak atau tidak mendapatkan bantuan dana. Dengan lampiran foto sebenarnya pihak luar negeri sudah mampu memnentukan langkah selanjutnya, usaha kita layak tidak mendapat pinjaman dana.

  1. Foto barang atau jasa yang dijadikan sebagai usaha, mulai dari produksi hingga distribusi serta pengantarannya berupa kendaraan yang dijadikan sebagai operasional.

Bukan hanya tempat usaha yang harus kita lampirkan namun produk yang kita jual dan pasarkan harus dicantumkan juga, baik itu barang maupun jasa harus dilampirkan beserta foto tempat usaha kita. jika barang maka cukup untuk di foto barang tersebut namun jika jasa, harus di foto saat kegiatan atau pekerjaan jasanya dilakukan. (Baca juga : cara meminjam uang di bpjs)

  1. Daftar pelanggan (yang diutamakan adalah pelanggan besar yang memeberikan sumbangsih terhadap usaha yang kita miliki)

Ada juga syarat lain yang harus kita cantumkan yakni daftar pelanggan. Hal ini dilakukan oleh pihak asing karena ingin memastikan prospek usaha ini ke depan. Dengan adanya pelanggan dan prospek yang cerah memberikan kepercayaan dan rasa nyaman bagi yang memberikan hutang., mereka beranggapapn semakin besar dan banyak pelanggan kita maka pelunasan hutang juga akan lancar dan cepat. (Baca juga : tips memilih kpr)

  1. Pastikan kita tidak pernah melalui kredit macet atau telah memiliki tempat peminjaman besar yang lain dikarenakan pihak Bank Indonesia akan melakukan rekam jejak, usaha kita dengan perbankan

Rekam jejak memang penentu kelayakan kita menerima pinjaman, teruntuk pinjaman bank luar negeri. Dengan rekam jejak yang baik maka pihak asing tidak akan ragu memberikan pinajaman kepada kita. sebaliknya jika rekam jejak kita jelek bahkan sudah menjadi black list Bank Indonesia maka jangan pernah berharap akan mendapatkan pinjaman uang dari bank asing. (Baca juga : cara mendapatkan modal usaha)

  1. Apabila persyaratan dirasa lengkap maka akan dilakukan sesi wawancara dan survey

Langkah terakhir yang akan dilakukan oleh pihak peminjam hutang yakni melakukan interview dan survey. Hal ini dilakukan untuk melangakapi data dan memverifikasi data yang sudah diberikan oleh peminjam hutang sebelumnya. Interview dilakukan untuk mengetahui apa maksud dan motif yang dimiliki oleh sang peminjam hutang. Bukan hanya itu wawancara ini dilakukan untuk memperoleh kejelasan untuk apa uang yang akan dipinjamkan kepadanya.

Sedangkan survey dilakuakn untuk pemantapan dimana sang pemberi hutang atau pinjaman bisa melihat langsung kondisi dan keadaan rumah atau lingkungan yang meliputi sang peminjam hutang. Survey dilakukan agar terbentuk sikap saling keterbukaan antar dua pihak dimana dimaksudkan agar tidak ada terjadi kebohongan dan manipulasi data. Seringkali banyak pihak yang gagal ketika dilakukan survey oleh pihak terkait, dikarenakan data tidak sesuai dengan fakta. (Baca juga : cara pinjam uang di pegadaiancara meminjam uang di koperasi )

  1. Apabila persyaratan lengkap maka akan dilakukan akad kredit di hadapan notaris

Ketika sudah dianggap layak dan memnuhi segala persyaratan maka akan dilaksankaan kesepakatan atau akad diantara keduanya yang disaksikan oleh notaris. Hal ini dilakukan karena memang dua pihak tidak dalam satu daerah namun berbeda tempat maka dari itu dengan adanya notaris ini akan menjadi saksi diantara keduanya bahwa telah dilakukan kegiatan hutang piutang antara dua pihak yang bersngkutan. Ketika pelunasan dilakukan maka notaris ini juga harus tetap hadir karena supaya tidak ada kesalahfahaman dan saksi antara dua pihak. (Baca juga : tindakan ekonomi rasional)

Selain persyaratan yang harus dlengkapai di atas, sebagai Debitur Utang luar negeri juga wajib melaporan utang luar negerinya apabila utang luar negeri yang akan dipinjam berjangka pendek, berjangka panjang yaitu satu tahun berjalan atau mengubah dari yang berjangka pendek ke jangka panjang. Utang luar negeri ini dilaporkan kepada Bank Indonesia, karena sekali lagi Bank Indonesia inilah yang menjadi perantara dari peminjaman kita. Tidak bisa dipungkiri bahwasannya meminjam uang di bank asing membutuhkan waktu dan usaha yang lebih karena kita tidak dalam satu cakupan wilayah jadi ada beberapa hal yang harus kita penuhi, seperti yang sudah kita bahas bersama di atas.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Kredit