Sponsors Link

Perilaku Konsumen yang sesuai dengan Hukum Gossen – Hukum Gossen I dan II

Dalam dunia perekonomian kita pasti mengenal tentang yang namanya perilaku konsumen. Ketika berbicara tentang perilaku pasti tidak ada habisnya karena memang akan menimbulkan beranekaragam persepsi sesuai dengan sudut pandang pengamat. Pada dasarnya setiap perilaku yang dilaksanakan oleh konsumen ada yang baik dan ada yang kurang baik. bisa dibilang dengan perilaku konsumen rasional dan irasional. (Baca juga : tindakan ekonomi rasional ,  Peran Pemerintah Sebagai Pelaku Ekonomi)

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang perilaku konsumen yang sesuai dengan hukum Gossen. Dengan adanya artikel ini diharapkan pembaca yang khsususnya menjadi konsumen bisa bertindak dan berperilaku sesuai dengan aturan yang ada. Mengapa perilaku konsumen harus disesuaikan dengan hukum Gossen. Karena pada dasarnya hukum Gossen ini menjadi dasar dari teori perilaku konsumen. (Baca Juga: Fungsi Retribusi , Fungsi Ekonomi Pasar Modal)

Sebelum terlalu dalam membahas tentang perilaku konsumen yang sesuai dengan hukum Gossen alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu apa itu hukum Gossen. Dalam hukum Gossen ada dua konsep penting yakni konsep total utility atau kepuasan total dan pendekatan marginal utility atau utilitas marginal. Kegunaan total adalah total atau jumlah keseluruhan kepuasaan seorang konsumen yang diperoleh dari kegiatan konsumsi suatu produk baik itu brang atau jasa dalam jangka waktu atau periode tertentu. Kegunaan total yang dialami oleh seorang konsumen akan meningkat seiring pertambahan jumlah konsumsi namun dibalik itu manfaat suatu produk akan berkurang. Hal ini berarti menunjukkan bahwa setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan memberikan tambahan nilai guna marginal lebih sedikit daripada barang sebelumnya dan diringi oleh kejenuhan sang konsumen terhadap barang yang dikonsumsinya tersebut. (Baca juga : pendekatan kardinal , Fungsi Produksi dalam Perusahaan)

Sedangkan marginal utility diartikan sebagai peningkatan seorang konsumen yang diakibatkan oleh mengkonsumsi satu unit tambahan dari suatu produk baik barang maupun jasa. Hampir sama dengan kegunaan total, dalam marginal utility ini konsumen akan merasakn tingkat kepuasan pada titik tertentu dan pada satu saat nilai guna tambahan atau mrginal utility akan menurun secara bertahap seiring kepuasan yang dirasakan konsumen terhadap suatu produk tersebut. Bisa dibilang bahwasannya marginal utility inilah yang menentukan harga suatu produk. Inilah dua konsep yang terkandung dalam hukum Gossen. Selanjutnya kita akan membahas perilaku konsumen yang sesuai dengan hukum Gossen. (Baca Juga: Teori Biaya Produksi , Bentuk Kepemilikan Bisnis)


Hukum Gossen I berbunyi “ Konsumsi yang dilakukan secara terus-menerus akan mengakibatkan penurunan kenikmatan dan kepuasan seorang konsumen dan sampai akhirnya akan berubah menjadi kejenuhan.” Ada beberapa contoh perilaku yang sesuai dengan hukum Gossen I ini, antara lain :

  1. Saat itu Andi belum makan sejak pagi dan efeknyapun saat mendengarkan penjelasan guru, dia tidak bisa konsentrasi dan menangkapnya. Dan saat istirahat dia langsung menuju kantin untuk makan. Dia membeli satu mangkuk soto ayam, setelah makan satu mangkuk dia masih merasa lapar dan dia pun menambah satu porsi lagi soto ayam dan rasa laparnya muali berkurang namun tetap masih laper. Pada situasi ini Andi menentukan tidak menmabah makan nya lagi karena dia tahu ketika tambah satu mangkuk lagi dia akan kekenyangan dan bisa muntah sehingga nilai kepuasan bukan naik malah menurun. Hal ini menunjukkan perilaku yang sesuai dengan hukum Gossen I. (Baca Juga: Hubungan Pasar Uang dan Pasar Modal dalam Perekonomian , Fungsi Pasar Valuta Asing)
  2. Pada saat itu Budi baru saja membangun sebuah rumah dan ia menginnginkan perabotan rumah untuk mengisi ruang tamu rumahnya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk membeli beberapa perabotan rumah, setelah di pasang ternyata ia masih merasa kurang kengkap dan akhirnya dia membeli perabotan rumah lagi. Setelah pembelian kedua ruang tamu rumahnya sudah terlihat berisi dan bagus, namun ada rasa belum puas dan ingin membeli perabotan rumah lagi. Tetap pada saat itu Budi memutuskan untuk tidak membeli lagi karena ketika ditambah perabotan rumah lagi ruang tamu itu akan menjadi sempit dan terlalu rame dengan perabotan yang ada hal ini akan membuat bosan dan jenuh. Maka dari itu Budi memutuskan untuk menyudahi pembeliannya. (Baca juga : contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari ,  Cabang Cabang Ilmu Ekonomi)

Untuk hukum Gossen II berbunyi “ Manusia akan berusaha memenuhi berbagai kebutuhannya semaksimal mugkin hingga mencapai tingkat intensitas yang sama.” Ada beberapa perilaku konsumen yang menunjukkan kesesuaian dengan hukum Gossen II ini, yaitu :

  1. Ibu memiliki kebutuhan dapur yang beranekaragam, terutama pada bahan sembako. Biasanya ibu membutuhkan beras, gula dan minyak. Tiga bahan ini memiliki harga yang berbeda-beda yakni Beras harganya Rp 50.000 / unit, sedangkan minyak Rp 25.000 / unit dan gula Rp 10.000/ unit. Dengan keadaan ini Ibu memutuskan untuk membeli satu unit beras, dua unit minyak dan 5 unit gula, hal ini dilakukan untuk mendapatkan intensitas yang sama antar bahan yang dibutuhkan di dapur Ibu. Perilaku ini menunjukkan kesesuaian dengan hukum Gossen II. (Baca juga : pengertian motif ekonomi , penyebab terjadinya inflasi)

Inilah penjelasan dan contoh mengenai perilaku konsumen yang sesuai dengan hukum Gossen yang berlaku. Alasan penting mengapa seorang konsumen harus menyesuaikan perilakunya dengan hukum Gossen adalah un tuk mendapatkan nilai kepuasan yang tinggi dan kenyamanan dalam melakukan konsumsi.

Artikel terkait : teori perilaku konsumen dan produsen

, , , , ,
Oleh :
Kategori : SDM