Sponsors Link

3 Sifat Ekonomi Syariah yang Harus Diketahui

Ekonomi islam atau yang kita kenal dengan ekonomi syariah merupakan sebuah sistem ekonomi yang memiliki komplektisitas tinggi dimana mereka memiliki tujuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan di akhirat kelak terutama di bidang keuangan. Ekonomi syariah menjadi hal yang tidak pernah ada habisnya untuk dibahas, karena di zaman yang modern ini manusia dohadapkan dengan sebuah permasalahn yang komplek dan peranan atau kehadiran ekonomi syariah menjadi penting khususnya bagi umat islam. Ekonomi syariah pada dasarnya merupakan gagasan baru dalam dunia perbankan dan perekonomian, dimana menjadikan nilai-nilai islam sebagai acuan dalam melaksanakan segala bentuk aktivitasnya. (Baca juga : dasar hukum bank syariah, dasar hukum jual beli)

ads

Dalam ekonomi syariah ini ada beberapa aspek yang menjadi pembahasan utama antara lain perilaku konsumen dan produsen, serta investor yang tentunya didasarkan pada Al-Qur’an dan hadist, maka dari itulah yang menjadi ciri khusus ekonomi syariah adalah melarang adanya riba dan kegiatan lain yang melanggar hukum islam. Dalam artikel kali ini kita akan memfokuskan pembahasan pada sifat-sifat yang dimiliki oleh ekonomi syariah. Adapun beberapa sifat ekonomi syariah, antara lain : (Baca Juga:  peran Bank syariah)

  1. Kesatuan / Unity

Kesatuan dalam islam menjadi sebuah poin utama yakni dimanapun kapanpun umat islam berada harus menjaga kesatuan dan persatuan baik sesama muslim maupun dengan pihak lain yang non muslim. Hal ini perlu dilakukan karena kita harus selalu menjaga hubungan kita dengan orang lain bisa dibilang silaturrahmi, karena kita adalah makhluk sosial yang mmebutuhkan orang lain dalam beraktivitas ataupun bekerja. Dengan persatuan dan kesatuan yang baik maka akan tercipta suasana yang kondusif danefefktif dalam segala kegiatan, termasuk kegiatan perekonomian. (Baca juga : Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah)

Dalam dunia perbankan kesatuan ini dimaksudkan sebagai sistem yang dimana membebaskan semua pihak untuk menjalin kerjasama dalam hal bisnis tanpa memperhatikan agama, ras, maupun budaya. Dalam artian ketika umat islam ingin menjalin kerjasam dengan pihak luar atau non muslim boleh tetap diperkenankan namun masalah aqidah tidak bisa ditawar boleh menjalin kerjasama dengan pihak lain tapi tetap dalam koridor hukum islam. Pada dasarnya sifat kesatuan yang dimiliki oleh ekonomi syariah merupakan wujud atau cerminan bahwasannya islam itu cinta damai dan terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun asalkan tidak menyangkut hal akidah atau kepercayaan. (Baca juga :  prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, Prinsip Ekonomi Syariah Islam)


  1. Keseimbangan / Equilibrium

Keseimbangan merupakan salah satu poin penting dalam sebuah kehidupan begitu juga pada dunia perekonomian. Terjadinya keseimbangan antara semua aspek atau komponen mencerminkan sebuah sistem perekonomian yang baik dan efektif. Untuk itu semua pihak baik pemerintah maupun swasta selalu berusaha untuk menciptakan sebuah keseimbangan dalam segala bentuk kegiatannya. (Baca juga : faktor pertumbuhan ekonomi ,  Investasi Reksadana Syariah)

Dalam ekonomi syariah ini memiliki nilai lebih pada poin keseimbangan ini. Keseimbangan yang dimaksud adalah porsi yang sama antara kehidupan di dunia dan di akhirat. Dimana selama kegiatan perekonomian berlangsung harus bersih, terbuka dan jujur, untuk pengenaan bunga atau yang sering disebut dengan riba sangat dilarang dalam ekonomi syariah. Selain itu dalam ekonomi syariah ini juga diwajibkan bagi pemilik dana atau pengusaha dan lainnya untuk berinfaq, shodaqah dan membayar zakat. Inilah yang dimaksud dengan keseimbangan dalam ekonomi syariah. (Baca juga : sumber dana bank syariah)

  1. Kebebasan / Free will

Secara umum kebebasan diartika sebagai hak penuh untuk melakukan apapun  tanpa ada batasanya. Hal  inilah yang menjadi acuan dari orang-orang barat yakni liberalis. Mereka menerapkan konsep kebebasannya pada sistem perekonomian mereka yakni sistem ekonomi liberal. Jadi dalam pasar semua pihak memiliki kewenangan dan hak yang sama untuk mendapatkan keuntungan yang berlimpah, bukan hanya itu dalam pasarpun pemerintah tidak diberikan ruang sehingga memang pelaksanaan perekonomian bebas-sebebas bebasnya. (Baca juga : teori perilaku konsumen dan produsen , prinsip-prinsip ekonomi syariah)

Namun perlu anda ketahui bahwasannya dalam ekonomi syariah, arti kebebasan tidak sama seperti faham liberal yang bebas tanpa batasan. Jadi arti kebebasan dalam ekonomi syariah adalah memberikan keleluasaan pada semua pihak untuk melakukan kegiatan perekonomian sesuai kehendak mereka namun tetap dalam koridor islam, harus sesuai dengan nilai-nilai islamiyah. Kebebasan yang diberikan oleh ekonomi syariah ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki oleh setiap individu sehingga perekonomian pun akan berkembang dengan pesat. Bukan hanya itu dalam ekonomi syariah pemerintah tetap diberikan ruang untuk mengatur dan mengelola perekonomian, karena pada dasarnya kita harus patuh kepada pemerintahan dalam kehidupan berbangsa bernegara, karena dalam islampun juga dijelaskan bahwa kita harus taat kepada Allah, Rasulullah serta pemerintah / ulil amri. (Baca juga : karakteristik ekonomi syariah).


  1. Tanggung jawab / Responsibility

Tanggung jawab merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia di semua bidang, dalam ekonomipun tanggung jawab juga sangat dibutuhkan. Karena ketika kita menjadi insan yang bertanggungjawab apapun yang dikerjakan akan menjadi baik dan efektif. Dalam islam tanggung jawab merupakan sebuah kewajiban bagi semua umat, ketika mereka tidak bertanggung jawab maka tidak akan majau atau berkembang dalam melaksanakan apapun kegiatannya. Berbeda dengan pihak yang selalu bertanggung jawab diama mereka tidak akan mudah menyerah dan bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik dengan mengutamakan kreatifitas dan inovasi. (Baca juga : tujuan ekonomi kreatif,   Cara Investasi Emas Untuk Pemula )

Dengan tanggungjawab inilah persatuan, chemistry dan faham bisa sejalan dan saling menguntungkan. Bisa kita lihat ketika ada seseorang yang selalu menjaga tanggungjawabnya dia tidak akan berhenti sebelum tercapai tujuannya, meskipun banyak rintangan dan halangan dia tetap menjalankannya. Karena tanggungjawabnya adalah pemecahan masalah. Sehingga kemajuan akan didapatkan lebih mudah dengan  tanggungjawab yang mereka cerminkan. (Baca juga : etika bisnis syariah ,  Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal)

Itulah 4 sifat utama yang dimiliki oleh ekonomi syariah, dimana bisa menjadikan ciri khusus dibanding dengan sistem ekonomi lainnya. Pada dasarnya sifat utama dan pertama dari ekonomi syariah adalah nilai-nilai islamiyah yang terkandung di dalamnya. Sehingga menjadi nilai tambah bagi sistem ekonomi syariah. Perlu kita ketahui bahwasannya sifat yang dimiliki oleh ekonomi syariah timbul dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sifat ini akan mengikuti perkembangan zaman jadi kita tidak perlu khawatir ekonomi syariah ini ketinggalan dengan ekonomi lain. Melainkan kita harus bangga dengan ekonomi syariah ini yang sebagian besar ditata dan ditujukan pada nilai-nilai islam namun juga memiliki nilai-nilai modern yang tetap dilaksanakan. Keseimbangan yang luar biasa inilah menjadikan ekonomi syariah menjadi komplek dibanding dengan yang lainnya.

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Syariah