Sponsors Link

8 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis dalam Perekonomian

Proses pemenuhan kebutuhan masyarakat selalu berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Ekonomi adalah sebuah ilmu atau asas yang membahas tentang produksi (menghasilkan), konsumsi (menggunakan) dan distribusi (menyaluran) serta dalam hal keuangan dan industry. Keterkaitan antara produksi, konsumsi dan distribusi yang membentuk pemenuhan kebutuhan inilah yang disebut sistem ekonomi.

Artikel terkait produksi :

Sistem ekonomi sendri memiliki banyak macam mulai dari tradisional, yaitu sistem ekonomi yang ahanya ada produksi dan konsumsi, ini dimaksudakn apabila mereka menginginkan suatu barang maka mereka memproduksi atau membuat, apabila tidak ada maka mereka melakukan barter. Kedua sistem ekonomi komando  atau sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang diatur oleh pemerintah, secara keseluruhan serta pemecahan masalahnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Ketiga adalah sistem ekonomi pasar atau kapitalis adalah sistem ekonomi yang dimana pemerintah memberikan kebebasan sepenuhnya kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan yang terakhir adalah sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, diamna sistem ekonomi ini menggabungkan keduanya mengambil kelebihan dan mengurangi kelemahan dari keduanya. (Baca juga : karakteristik sistem ekonomi liberal)

Sistem ekonomi ini berusaha untuk memecahkan masalah perekonomian yang tujuannya untuk mencaai kemakmuran masyarakat sebagi pelaku ekonomi. Di Indonesia sendiri sistem ekonomi yang dialkuakan adalah sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis juga disebut dnegan sistem ekonomi bebas, atau yang disebut dengan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa campur tangan pemerintah.

Baca  Juga:

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Adalah:

1. Masyarakat memiliki hak untuk melakukan hak ekonominya

Ia menjamin bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mencapai barang-barang ekonomi dan sumber-sumber daya melalui cara yang legal walaupun mereka mendapat kebebasan dalam hal perekonomian namun mereka mendapat ijin yang legal, namun mengadakan perjanjian-perjanjian sehubungan dengan hak alamiah terlepas dari kekuasaan Negara. Pemberian hak pemilikan atas harta kekayan memenuhi fungsi-fungsi ekonomi penting yaitu: Para individu memperoleh perangsang agar aktiva mereka dimanfaatkan seproduktif-produktifnya, disinilah peran ekonomi bebas tersebut. Dengan pemberian hak ini, maka individu merasa dianggap dan dihargai keberadannya. Maka dengan begitu kreatifitas dan inovasi akan timbul dari setiap individu untuk kemajuan perekonomian.  (Baca juga : faktor pertumbuhan ekonomi – faktor pembangunan ekonomi)

2. Alat produksi berada di tangan perorangan

Karena dilakukan oleh masyarakat sendiri, maka alat produksi yang digunakan berada di tangan perorangan maksudnya disini adalah mereka mengusahankan sendiri laat produksi yang kan mereka gunakn dalam memproduksi barang yang akan mereka pakai. Sebenarnya hal ini akan memiliki dampak ganda, dampak positifnya akan menjadikan individu lebih leluasa untuk menjalankan dan mnggunakan alat produksi dengan baik. namun dampak negatifnya adalah akan sering terjadi monopoli pihak yang menguasai alat produksi. (Baca juga : tujuan ekonomi kreatifpengertian masyarakat ekonomi asean)

3. Pemerintah tidak dapat campur tangan langsung terhadapa kegaiatan ekonomi

Campur tangan pemerintah sendiri ini hanya terbatas pada perlindungan dan pengawasan dalam hal ekonomi. Sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah di dalamnya. Tentu hal ini mengindikasikan bhawa pasar akan sering terjadi konflik karena pihak bawah merasa terdzolimi dengan kebijakan penguasa. Selain itu permasalahan perekonomian juga lambat penyelesaiannya karena tidak ada pihak netral seperti pemerintah yang ikut campur di dalamnya. (Baca juga : perbedaan ekonomi terbuka dan tertutup ,  Jenis Instrumen Investasi)

4. Modal memiliki campur tangan yang penting dalam kegiatn ekonomi

Hal tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai hal yang terbaik untuk masyarakat.Setiap individu dalam sebuah masyarakat kapitalistik dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi sehingga ia akan bertindak sedemikian rupa untuk mencapai kepuasan terbesar dengan pengorbanan atau biaya yang sekecil-kecilnya. Maka dari itu dalam kegiatn ekonomi yang dilkaukan oleh masyarkat setidaknya berlandaskan modal dan penghasilan yanag seimbang, lebih baik lagi apabila modal yang dberikan lebih sedikit dari laba yang dihasilkan sehingga tercapailah ekonomi yang memakmurkan masyarakat. dalam ekonomi kapitalis ini kita akan menemukan ketergantungan semua pihak pada modal. Jadi pihak yang memiliki modal besar akan leluasa dalam beraktivitas di perekonomian negaranya dan akan mampu memonopoli sekitarnya. (Baca juga : sebab-sebab kelangkaan)

5. Kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi berdasarkan motif laba

Motif laba ini yang menyebabkan pasar ini disebut menggunakan sistem ekonmi kapitalis, disini setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan memegang teguh terhadap laba yang dihasilkan. Laba atau keuntungan memang menjadi salah satu aspek penting dan tujuan utama. ini yang menjadi poin penting dimana ekonomi kapitalis adalah terfokus pada pencarian laba yang sebanyak-banyaknya bisa dibilang lebih melihat hasil daripada proses. (Baca juga : pengertian motif ekonomi , prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari)

6. Harga-harga dibentuk di pasar bebas

Dalam penentuan harga di pasar bebas ini dibagi menjadi 3, yaitu penentuan harga dalam produksi, konsumsi, dan distribusi. (Baca juga : teori perilaku konsumen dan produsen , Peran BUMN)

  • Peranan harga dalam produksi

Struktur harga dapat terbentuk karena adanya kemampuan produsen dalam menanggung biaaya yang harus ditanggung dalam kegiatan produksi. Sehingga harga dapat ditentukan dengan adanay seberapa besar produsen dapat menanggung beban biaya produksi. Laju produksi menyangkut tiga hal, yaitu barang apa saja, berapa banyak, dan untuk siapa barang tersebut diproduksi.Bagi produsen, barang yang diproduksi adalah barang dan jasa yang menghasilkan keuntungan, yakni barang yang laku di pasaran. Sedangkan tingkat produksi disesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen dengan berdasarkan kemampuan konsumen secara keseluruhan atau masyarakat pada umumnya, tetapi sekelompok konsumen atau sebagian masyarakat yang melakukan permintaan atas barang dan jasa yang ditawarkan produsen. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Internasional , Manfaat Kerjasama Ekonomi Antar Negara)

  • Peranan harga dalam konsumsi

Konsumen hanya bertindak sebagi pemakai, dlam pasar bebas, penjual dan pembeli bebas melakukan tawar menawar, jadi penentuan harga dalam onsusmsi inilah yang menyebabkan terbentuknya harga

  • Peranan harga dalam distribusi

Pertemuan antara tingkat harga yang berlaku di pasar dengan keputusan konsumen untuk membeli barang dan jasa merupakan sarana penyaring mana barang yang laku dan tidak laku. Kedua keadaan tersebut memiliki konsekwensi, konsekwensi pertama terhadap barang yang laku di pasaran adalah kemungkinan keuntungan yang diperoleh produsen. Pada saat produsen untung ia akan memutuskan apakah tingkat produksi (penawaran) tetap ataukah dinaikkan.Konsekwensi kedua terhadap barang yang tidak laku dipasaran adalah kemungkinan kerugian yang  dialaminya maka ia tetap melakukan produksi meskipun dengan menurunkan tingkat produksinya. Sebaliknya, ketika produsen tidak mampu lagi menanggung  kerugian, maka baginya harus menghentikan produksi atau dengan kata lain menutup usahanya.Kombinasi dua konsekwensi tersebut menghasilkan atau mengubah laju produksi. (Baca Juga: Manfaat Ekonomi Mikro , Peran Ekonomi Mikro Bagi Suatu Perusahaan)


7. Adanya persaingan bebas dalam pasar

Persaingan bebas ini dilakukan antara penjual yang menjual barang sepura, antara pembeli untuk mencapai barang yang diinginkan, antara pkerja untuk mendapat pekerjaan, antar pihak majikan untuk mempereoleh pekerja, dan antara pembeli dan penjual untuk mencapai kesimbangan dalam memenuhi syarat-syarat yang baik. persaingan bebas sebenarnya memiliki banyak dampak, bisa baik bisa pula kurang baik. Positifnya dengan adanya pasar bebas maka setiapm individu akan berfikir keras dalam upaya pencapaian modal yang besar. (Baca juga : pasar monopoli ,  pengertian deflasi )

8. Adanya pasar bebas

Pasar bebas ini bercirikan sebagai pasar yang dimana penjual tidak dapat mempengaruhi harga karena jumlahnya yang cukup banyak, serta pembeli dan penjual bebas melakukan kegiatan jual beli karena tidak dibatasi dengan adanya permintaan dan penawaran. (Baca juga : fungsi pasar ,  Manfaat Internet Untuk Ekonomi )

Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya sistem ekonomi kapitalis masyarakat diharapkan dapat melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan apaa yang mereka inginkan, terlebih lagi sistem ekonomi mendorong masyarakat lebih kreatif dan berusaha untuk maju. Selain, masyarakat juga merasakan kebebasan dalam kegiatan ekonomi ini.

Artikel terkait : ciri-ciri sistem ekonomi liberal

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Publik