Sponsors Link

5 Penyebab Ekonomi Melemah di Indonesia

Penyebab ekonomi melemah menurut Kepala BPS (Badan Pusat Statistika) Suryamin disebabkan oleh dua hal penyebabnya adalah dari sisi produksi dan pengeluaran. Hal serupa disampaikan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Sri Mulyani menambahkan jika penyebab ekonomi melemah lainnya karena adanya pengaruh dari negara tirai bambu. China sebagai negara dengan perekonomian terkuat nomor dua didunia. Konsolidasi dengan negara ekonomi kuat masih terus dilakukan karena harga komoditas komoditas yang belum pulih akibat dari melemahnya permintaan.

ads

Baca juga :

Selain itu juga, menurunnya nilai rupiah memberi pengaruh terhadap nilai kurs yang terus melemah. Pengaruh ekonomi global juga menjadi salah satu penyebab ekonomi melemah.  Beberapa faktor penyebab ekonomi melemah akan dirangkum seperti dibawah ini.

1. Melemahnya Tingkat Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat

Penyebab ekonomi melemah yang pertama adalah karena menurunnya tingkat konsumsi dan rendahnya daya beli masyarakat. Penurunan daya beli tersebut terjadi pada mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. Masyarakat berpenghasilan rendah terutama yang berada diperkotaan mengalami penurunan daya beli. Meskipun upah kuli bangunan meningkat namun, dampak inflasi yang belum terkendali menyebabkan upah yang diperoleh menjadi tergerus. Meski hatga bahan pangan relatif stabil, hal itu berbanding terbalik dengan tarif listrik, bahan bakar dan elpiji meningkat membuat inflasi melonjak dua kali lipat.

Baca juga :

Menurunnya daya beli masyarakat dapat dilihat dari penurunan penjualan dibidang ritel, properti, serta industri bahan makanan dan minuman. Faktor utama penyebab penurunan daya beli yang terjadi adalah disebabkan karena keterbatasan lapangan kerja, maskipun pengangguran tidak meningkat namun banyak masyarakat yang beralih ke sektor informal. Sektor non formal memberikan penghasilan yang tidak memadai. Dengan tidak memadainya penghasilan yang diperoleh maka kemampuan untuk membeli barang barang pun menjadi terbatas. Hal tersebutlah yang disebut dengan penurunan daya beli.

Penurunan daya beli menyebabkan menurunnya kurva permintaan. Namun, hal ini tidak berpengaruh terhadap harga bahan pangan. Sehingga inflasi yang terjadi cukup rendah. Hal ini membuat pemerintah menaikkan harga listrik, termasuk biaya pengutusan BPKB dan STNK yang tidak signifikan sehingga berpengaruh terhadap daya beli.

Baca juga :

2. Melemahnya Nilai Kurs Rupiah

Kurs atau nilai tukar dalam perdagangan internasional diartikan sebagai nilai tukar antar mata uang setiap negara didunia. Setiap negara didunia ini tentu mengharapkan kestabilan dari nilai mata uang negaranya. Namun, untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Nilai kurs mata uang sangat dipengaruhi oleh kebijakan perekonomian serta kondisi perekonomian negara yang bermitra dalam perdagangan internasional.

Nilai kurs rupiah sangat berpatokan kepada nilai dollar. Dollar merupakan nilai mata uang negara Amerika Serikat. Negara Adidaya dengan perekonomian terkut didunia saat ini. Nilai kurs rupiah terhadap dollar selalu fluktuatif. Ketidakstabilan nilai kurs rupiah disebabkan karena negara kita merupakan nega berkembang. Yang sangat sentimen terhadap pergolakan kebijakan pada negara ekonomi kuat. Selain itu, kebanyakan modal yang berada di Indonesia berasal dari investor asing. Sehingga nilai tukar rupiah sangat bergantung pada kepercayaan investir asing. Sentimen negara lain terhadap negara berkembang juga sangat dipengaruhi oleh kondisi intern negara. Banyaknya konflik dan bencana akan semakin melemahkan nilai kurs negara terhadap nilai tukar mata uang negara lain.

Sponsors Link

Baca juga :

3. Perlambatan Ekonomi Global

Meskipun perekonomian Amerika Serikat mulai kembali menguat, namun menurut beberapa pakar pertumbuhan ekonomi secara global tidak mengalami peningkatan secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat. Hal ini lah yang sangat berpengaruh pada melemahnya perekonomian negara kita. Dampak tersebut semakin terasa pada negara negara berkembang yang sangat bergantung pada negara dengan perekonomian kuat dunia.

ads

Melambatnya ekonomi global memberikan dampak pada melemahnya ekonomi global. Beberapa kebijakan negara AS yang semakin memperketat kebijakan moneter semakin memperparah kondisi ini. Perlemahan ekonomi global tentu akan sangat memberikan dampak pada ketidakstabilan perekonomian terutama negara negara berkembang seperti Indonesia.

Baca juga :

4.  Menurunnya Ekspor

Ekspor menjadi salah satu penopang dalam peningkatan perekonomian sebuah negara. Semakin besar jumlah ekspor maka akan semakin besar devisa yang dihasilkan. Menurunya ekspor beberapa tahun belakangan ini, tentu sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian negara kita. Terutama ekspor ke negara china. Menurunnya jumalah ekspor ke china terjadi karena perlemahan ekonomi yang sedang melanda negara tirai bambu tersebut. Bukan hanya berimbas pada indonesia penurunan nilai ekspor ke china juga berpengaruh pada perekonomian global.

Bukan hanya menurunya komoditas ekspor ke China, perubahan regulasi juga dituding sebagai salah satu penyebab menurunnya nilai ekspor. Transisi pemerintahan selain berdampak pada kondisi politis dalam negeri ternyata juga memepengaruhi sistem regulasi pemerintah. Stabilitas kondisi perekonomian dan politik dalam negeri sangat penting untuk bisa menjalankan bisnis di Indonesia. Regulasi yang pasti juga akan bisa memberikan kepastian dan kepercayaan terhadap investor asing.

Baca juga :

5. Menurunya Kepercayaan Investor Asing

Investasi menjadi penyebab ekonomi melemah yang paling utama. Pada tahun ini investasi mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. Hal ini disebabkan karena menurunnya minat investor asing untuk menanamkan modal ke negara kita. Kepercayaan para investor mulai menurun disebabkan karena gejolak politik dan kebijakan perekonomian yang belum stabil. Penurunan tingkat investasi menyebabkan penurunan komoditas dan nilai tukar rupiah.

Baca juga :

penyebab ekonomi melemah di Indonesia tentu sangat berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat. Pada dasarnya kita harus siap dengan kondisi perekonomian yang sedang bergejolak. Mempertimbangkan kondisi tersebut maka kita harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan jika kemudian hari terjadi krisis. Semoga artikel ini dapat membantu.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Oleh :
Kategori : Ekonomi Makro