Sponsors Link

13 Cara Mengatur Keuangan Usaha Pulsa Paling Mudah

Usaha pulsa merupakan salah satu jenis usaha yang populer untuk digeluti. Usaha pulsa memiliki banyak keuntungan seperti jam kerja yang fleksibel dimana anda bisa melakukan transaksi penjualan dimana pun dan kapanpun. Anda juga bisa memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Sayangnya, tidak sedikit bisnis pulsa yang akhirnya gulung tikar. Banyak hal yang menjadi faktor, salah satu faktor utama dari bangkrutnya usaha pulsa adalah pengusaha tidak mengatur keuangan usaha pulsa dengan cukup baik. Berikut ini cara mengatur keuangan usaha pulsa yang bisa anda terapkan dengan sangat mudah:

ads
  1. Pisahkan uang pribadi dan usaha

Hal ini yang masih sering dilupakan para pemula, mereka menganggap usahanya masih kecil jadi belum perlu memisahkan uang pribadi mereka dengan uang usaha. Padahal hal tersebut bisa menjadi kesalahan utama yang bisa mengganggu arus kas usaha. Sebab dengan menggabungkan kedua uang tersebut, maka kamu akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan maupun pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sekecil apapun usahamu sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Agar kamu dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi.

baca juga:

  1. Atur modal menjadi dua kloter

Dalam mengelola usaha pulsa tentu anda akan perlu memiliki modal. Dalam bisnis pulsa, anda perlu mengisi saldo sebelum memulai transaksi jual beli pulsa. Pada tahap ini anda perlu menyiapkan beberapa kloter untuk pengisian saldo sehingga anda tidak akan pernah kehabisan saldo. Kehabisan saldo bisa berpengaruh pada kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan. Tentu bukan hal yang baik ketika transaksi jual beli sedang banyak, namun saldo anda hanya tersisa sedikit.

  1. Lakukan pembukuan untuk transaksi

Setiap transaksi tentu perlu disimpan dan dibukukan dengan baik. Anda perlu membuat catatan mengenai transaksi pulsa yang terjadi. Pencatatan transaksi akan membantu anda dalam mengelola keuangan dengan lebih baik. Anda bisa mengetahui saldo yang anda miliki, keuntungan yang anda dapat serta perkembangan bisnis pulsa anda.

baca juga:

  1. Pisahkan catatan untuk transaksi yang berbeda

Cara selanjutnya dalam mengatur keuangan pulsa adalah perlu adanya pembukuan untuk setiap transaksi. Misalkan transaksi untuk pengisian saldo perlu anda catat di buku tersendiri dengan disertai tanggal transaksi. Begitu juga dengan setiap transaksi pulsa yang terjadi sebaiknya dicatat dalam buku tersendiri.

  1. Lakukan transaksi secara tunai

Bisnis pulsa seringkali bermasalah atau bahkan pailit karena terlalu banyak piutang yang dimiliki. Pelanggan bisnis pulsa seringkali tidak segera membayar pulsa yang dibeli atau melakukan kredit, namun proses pembayaran bisa terhambat. Akibatnya uang yang anda miliki tidak bertambah dan malah berkurang. Dana yang seharusnya dibayarkan untuk mengisi saldo juga tidak ada. Cara yang paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan transaksi secara tunai. Dengan transaksi secara tunai, anda tidak akan khawatir jika terjadi dana macet pada pelanggan.

  1. Hindari mencari pegawai terlalu cepat

Pegawai tentu akan dibutuhkan oleh seorang pengusaha untuk mengelola bisnisnya. Anda akan terbantu dalam menjalankan bisnis dan bisa melakukan berbagai aktivitas lain dengan lebih bebas karena telah memiliki pegawai. Namun sebaiknya hindari mencari pegawai terlalu cepat. Sebelum memutuskan untuk mencari pegawai sebaiknya lakukan analisis terhadap kebutuhan tenaga kerja. Anda perlu mengingat bahwa mencari tenaga kerja akan menambah beban gaji di setiap bulan. Jika usaha anda baru dimulai dan finansial anda tidak memungkinkan untuk mempekerjakan pegawai, sebaiknya tunda mencari pegawai.

Baca juga:

Sponsors Link

  1. Minimalkan pengeluaran

Tentunya anda perlu menghemat pengeluaran agar bisnis bisa bertahan di awal pembentukan usaha. Seperti yang kita ketahui awal pembentukan usaha, keuangan masih belum stabil dan akan membutuhkan banyak modal untuk mengembangkannya. Biasanya anda akan menemukan pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap. Pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang tetap perlu dibayar meski anda tidak memiliki pemasukan, sementara pengeluaran  tidak tetap adalah pengeluaran yang tergantung pada situasi dan kondisi anda. Anda bisa menghemat atau memotong pengeluaran jenis ini.

Baca juga:

  1. Berhutanglah dengan bijak

Seringkali anda akan butuh untuk meminjam dana dari orang lain, bank atau badan keuangan. Dana tambahan ini bisa anda gunakan untuk memerluas usaha dan mengembangkan bisnis pulsa anda. Jangan meminjam dana terlalu banyak. Sebelum mulai meminjam uang sebaiknya hitunglah dana yang benar-benar anda butuhkan serta jangka waktu pelunasan yang anda sanggupi. Hitunglah bunga yang harus anda bayarkan. Semakin banyak pinjaman dan semakin lama tenor maka bunga yang perlu anda bayar juga semakin besar. Jika memang anda tidak perlu meminjam terlalu banyak, maka pinjamlah sedikit dana dan seperlunya saja. Sehingga anda bisa lebih ringan dalam pembayaran pinjaman tiap bulan.

Baca juga:

ads
  1. Kontrol arus kas usaha

Idealnya anda harus membuat laporan keuangan setidaknya masuk dan keluarnya uang. Jika arus kas berjalan lancar maka usaha memiliki peluang yang besar bahwa operasionalnya akan lancar. Sebalinya, jika arus kas terganggu maka operasional usaha juga mungkin terganggu. Maka anda harus rutin dalam mengontrol arus kas usaha. Jika terjadi kendala dalam arus kas, maka harus segera dianalisis letak kesalahannya.

Baca juga:

  1. Buat rekapitulasi

Buatlah rekapitulasi setiap minggu atau setiap bulan. Rekapitulasi tersebut akan membantu anda untuk mengawasi usaha. Anda juga bisa mengetahui apakah usaha berkembang atau justru mengalami kerugian. Dengan begitu anda bisa segera melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk membuat keuangan usaha sehat kembali.

  1. Ketahui biaya minimal hidup

Menghitung biaya minimal hidup ternyata perlu anda lakukan sebelum ketika belajar bisnis. Perhitungan biaya minimal hidup akan membantu anda dalam menentukan besaran gaji anda tiap bulan. Tentunya anda tidak diperkenankan untuk mencampur pengeluaran pribadi dan pengeluaran bisnis, maka untuk mengcegah hal ini terjadi anda perlu menggaji diri anda sendiri. Ketika anda telah mengetahui biaya hidup minimal, anda bisa menarik sejumlah tersebut dari pendapatan usaha pulsa sebagai gaji anda. Dengan begitu sisa penghasilan usaha pulsa bisa anda kembalikan untuk pengelolaan bisnis. Begitu pula jika bisnis pulsa adalah usaha sampingan. Anda bisa mengambil sejumlah uang yang anda perlukan saja.

  1. Alokasikan pengeluaran bulanan

Cara mengatur keuangan usaha pulsa selanjutnya adalah dengan menetapkan alokasi pengeluaran setiap bulannya. Hitunglah beban usaha anda tiap bulan termasuk juga gaji anda. Jangan menggunakan uang usaha untuk keperluan pribadi anda. Jika anda memang membutuhkan dana usaha untuk pengeluaran pribadi maka anda harus mencatatnya sebagai hutang dan anda harus bertanggungjawab untuk mengembalikannya.

  1. Hindari godaan

Pada awal periode anda perlu membuat daftar belanja atau perencanaan dari dana yang anda miliki. Tetapkan apa saja yang perlu anda beli dan kembangkan. Ini bisa menjadi tantangan terbesar dalam usaha pulsa. Tetaplah mengacu pada porsi keuangan yang telah anda buat dan hindari membeli barang yang belum benar-benar anda butuhkan. Sebelum membeli suatu barang untuk keperluan usaha maka anda perlu memastikan barang tersebut benar-benar anda butuhkan atau hanya anda inginkan.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Oleh :
Kategori : Tips Bisnis